<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722</id><updated>2012-01-15T00:15:26.447+07:00</updated><category term='paragraf'/><category term='a laman'/><category term='egnak'/><category term='coret puisi'/><category term='cerpen'/><category term='ingsun'/><category term='kange'/><category term='BUKU TAMU'/><category term='kliping'/><category term='ambil kliping'/><category term='diftong'/><category term='catatan'/><category term='sajak'/><category term='a paragraf'/><category term='logo'/><category term='bejana'/><category term='petablog'/><title type='text'>bloghalummajaro</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1376491143373495230</id><published>2011-10-24T23:36:00.000+07:00</published><updated>2011-11-15T02:55:35.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Sebuah Cerpen Singkat dan Balasan: Sebuah Cerpen Singkat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YELHVITqYuw/TsFDJPrSN2I/AAAAAAAABEQ/sNY_h0o5eGA/s1600/bejo.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/-YELHVITqYuw/TsFDJPrSN2I/AAAAAAAABEQ/sNY_h0o5eGA/s320/bejo.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sempat aku bercerita kepada dia yang mengikutiku saat aku bertemu cahaya di ujung lorong ini. " Mengapa juga kau selalu mengikutiku," Tanyaku seketika mengagetkannya. Dia terdiam, menunduk sama juga aku. Aku mulai menerka apa yang dia diamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benakku dia mulai menyahut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu cahaya yang ada di depanmu membuat aku merasa lahir kembali. Seperti halnya khayalanmu tentang dia. Kau tahu tentang dia, tentunya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kau tahu apa tentang dia yang aku inginkan," Tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buka begitu maksudku, coba kau jernihkan dulu pikiranmu. Mengenai 'dia'. Dia yang bukan aku atau kau hanya akan merasakan itu; hanya dalam khayalan," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, lalu apa kita tidak merasakan dulu tentang dia, walau hanya dalam khayalan," sahutku sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak menyahut, berlalu begitu saja sama seperti aku yang semakin menuju cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kadang silau dengan cahaya. Tak mampu menangkap terangnya.Ada keindahan tersendiri di dalam partikel-partikel sinar yang tidak dapat aku bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba kau lihat dirimu, selalu memicingkan mata bila bertemu cahaya, " kata dia yang tiba2 saja sudah ada di dekatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, kau mengagetkanku. Tapi apa daya bila kau juga selalu muncul ketika aku bertemu cahaya. kau memata-mataiku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau jangan salah sangka, mungkin aku datang sebagai penyeimbang bagi ketidakberdayaanmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketidakberdayaan apa? Tapi mengapa kau selalu mengikutiku,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi-lagi dia tak menjawab, berlalu begitu saja sama seperti berlalunya aku melintasi cahaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mulai suntuk kepada dia, sepertinya dia mengganggu, menghantuiku jika aku melihat cahaya. Ingin aku sekali waktu beradu argumen "mengapa dia mengikutiku" atau kalau perlu mengajaknya berkelahi.&amp;nbsp; Setiap kali aku bertanya tentang itu, dia selalu diam terpaku pada ketidakpedulian pertanyaanku dan akan menghindar bila aku juga menghindari cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"APA YANG DIA MAU?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang huruf besar yang di-bold menegasi tentang apa perkara yang dihadapi. Seperti penulisan dengan di-stabilo sebagai pengingat pada satu hal yang&amp;nbsp; pernah kita membaca baris itu. Tapi ini kelihatanyanya beda, aku merasakan ketidakmampuanku menerjemahkan dia yang hanya menjadi khayalanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan terlalu banyak berkhayal, tidak baik untuk masa depanmu dengan dia," katanya yang seketika itu muncul tiba2 ketika aku ada di dekat cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Aku ingin menghardik dia, "hey.. apa maumu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dia mau,"&amp;nbsp; seperti itu katamu. Aku tahu kau merasakan ketidakbisaan menjelajah tanpa adanya aku. Memang benar, aku selalu hadir ketika kau mendekati cahaya. Tapi aku tidak mengganggu-mu sebab aku tak ada di depanmu, tidak menghalangimu. Aku hadir hanya di belakangmu, jauh hanya melihatmu ketika kau berhadapan dengan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dia mau," jelas itu katamu. Kata yang meragukan dirimu sendiri. Disini aku hanya bisa melihatmu bahkan aku diam ketika dirimu bicara, aku hanya mendengarkan. Kau juga tahu kalau aku tidak bisa meninggalkan dirimu. Tapi sekali lagi, aku tidak mengganggumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan kau salahkan dia," mungkin itu yang harus dikaji ulang atau didaur ulang dalam otakmu. Sebutlah aku yang menggangu dan jangan salahkan dia. Karena aku tahu dia tidak salah. Kesalahan-kjesalahan kadang membuat dirimu terperangkap dalam lekuk ketidakbedayaanmu. aku tahu itu, sebab aku bagian dari jiwamu. "hah,.. Jiwa yang kering," itu kalau boleh aku katakan terhadap dirimu dan aku tahu kau ragu bukan tak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah kau katakan, "Cahaya yang menyelubungi "dia" pasti akan membuat semua kelopak mata merapatkan pandang dan pupil hanya mengintip di balikya." Apa yang kau maksud dengan kata-kata itu?&amp;nbsp; Jelas, ketidakberaniannmu sama seperti ketidakjelasanmu menjelaskan: APA YANG KAMU MAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku hanya bayanganmu, maka apa kau juga tahu ketika aku juga rindu bertemu cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke diri Oktober/2011 (ofaCentrum)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1376491143373495230?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1376491143373495230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/11/sebuah-cerpen-singkat-dan-balasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1376491143373495230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1376491143373495230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/11/sebuah-cerpen-singkat-dan-balasan.html' title='Sebuah Cerpen Singkat dan Balasan: Sebuah Cerpen Singkat'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YELHVITqYuw/TsFDJPrSN2I/AAAAAAAABEQ/sNY_h0o5eGA/s72-c/bejo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8822781785527101353</id><published>2011-10-14T12:21:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T18:07:05.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Julia; jika waktumu tiba</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-L4OUj33WsDQ/TsCk_LAqz9I/AAAAAAAABDw/eiUYx5MMhb8/s1600/julia.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-L4OUj33WsDQ/TsCk_LAqz9I/AAAAAAAABDw/eiUYx5MMhb8/s1600/julia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;anggaplah mereka batu, atau rumput&lt;br /&gt;atau sesuatu lain yang tak kau anggap&lt;br /&gt;lalu anggaplah mereka teman sendiri&lt;br /&gt;dalam canda riang kebersamaanmu&lt;br /&gt;dalam berbagi ruang juga waktu&lt;br /&gt;dan jika waktumu tiba&lt;br /&gt;kau akan nikmati; mereka&lt;br /&gt;adalah dirimu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke diri, 14/10/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;flashback : Aku masih ingat, betapa semangat mengobar kuat dalam liku jalanmu, sesaat saat kau ucap penggalan kata di atas (dengan versimu). Seakan tak ada yang merintangi dalam jiwa mudamu. "Semua itu mudah jika kamu mau belajar dan merubah dirimu sendiri," katamu waktu itu. Aku masih ingat celoteh yang hiasi tiap sukadukamu, yang terlihat tanpa beban, tanpa dirasa. "Kau tahu, jika mau mencoba semua akan kau dapati sebab semua itu akan menjadi biasa," lanjutmu. aku masih ingat meski aku tak tahu nama aslimu. Dan aku masih ingat saat Surabaya menyesatkanku dalam lipatan jalan-jalan yang terlipat tak rapi dan gedung-gedung yang mengepung, serta kebisingan tiada henti di sana-sini dan sepertinya itu saat terakhir kau tunjukkan aku jalan yang benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, Kawan. Tiada tanda terimakasihku yang lebih dari sekedar doa selamatku kepadamu.&lt;br /&gt;Selamat jalan, Jul. (al Fatihah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atribute to Julia (http://www.facebook.com/julya.karenhorney)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8822781785527101353?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8822781785527101353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/11/julia-jika-waktumu-tiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8822781785527101353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8822781785527101353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/11/julia-jika-waktumu-tiba.html' title='Julia; jika waktumu tiba'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-L4OUj33WsDQ/TsCk_LAqz9I/AAAAAAAABDw/eiUYx5MMhb8/s72-c/julia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-5559524967512954609</id><published>2011-08-09T18:31:00.005+07:00</published><updated>2011-11-18T09:07:46.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>Tersisih (di balik layar)</title><content type='html'>&lt;object height="315" width="420"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9E3hmjoNsEw?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/9E3hmjoNsEw?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kalau belum bisa, hehehe...&lt;br /&gt;sebuah proses panjang dan semoga menyusul yang berikutnya, 2011 in action&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fW61pKLEdIA/TsW9vZI7EAI/AAAAAAAABEY/kDtJuCjRbOo/s1600/bejotersisih.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="229" src="http://4.bp.blogspot.com/-fW61pKLEdIA/TsW9vZI7EAI/AAAAAAAABEY/kDtJuCjRbOo/s320/bejotersisih.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-5559524967512954609?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/5559524967512954609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/08/tersisih-di-balik-layar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/5559524967512954609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/5559524967512954609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/08/tersisih-di-balik-layar.html' title='Tersisih (di balik layar)'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fW61pKLEdIA/TsW9vZI7EAI/AAAAAAAABEY/kDtJuCjRbOo/s72-c/bejotersisih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3288098627327984396</id><published>2011-08-02T18:47:00.009+07:00</published><updated>2011-11-15T18:58:13.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>Skenario Tersisih (Mentah)</title><content type='html'>behind the scene : http://youtu.be/9E3hmjoNsEw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item6/155466/image_t6.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 1 Lobi Radio swasta&lt;br /&gt;Interior&amp;nbsp; Kesibukan radio siang.&lt;br /&gt;Cast Yeni, Cika, Radit, dan beberapa figuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cika datang ke Kantor eL-Radio. Di Depan Kantor bertemu dengan pak Rudi (pemilik Radio) yang mau menaiki mobilnya.&lt;br /&gt;Cika dari depan ruang. Radit dari ruang belakang. Yeni sedang menerima tamu, calon pemasang iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Wah jangan di sini, Mbak ?” (sambil menunjuk pada lembaran kertas)&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “On-Airnya Prime Time looo, Pak”&lt;br /&gt;Tamu&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Jangan, Mbak. Produk kami untuk remaja modern. Tolong dimasukan ke program acara yang lain saja”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(Cika berjalan mendatangi Yeni dan bertanya)&lt;br /&gt;Cika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Yen, Pak Jajang ada?”&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Ada”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(Yeni kembali ke tamu)&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Bagaimana pak jadi dimasukan di mana?”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Cika jalan dan berpapasan dengan Radit&lt;br /&gt;Cika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Pak Jajang ada, Mas?”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Ada diruangannya”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(Radit menjawab sambil berjalan&amp;nbsp; keluar, yeni menyempatkan bertanya ke radit)&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Mas Radit Sampean mau kemana?”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Aku mau loby sponsor untuk acara sepeda sehat”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(ekspresi yeni menatap kepergian radit)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;__________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 2 Ruangan manager.&lt;br /&gt;Cast jajang, cika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang manager. Cika masuk dan menunjukan proposal ke Jajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Ini pak proposal acara yang sudah saya sampaikan kemarin.”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “lhooooo, kamu kan tahu. Jam siar kita sudah penuh. Beberapa program masih ada ikatan kontrak dengan sponsor lain.”&lt;br /&gt;Cika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Tapi, Pak. Sayang, kan? Kalau ini kita tolak. Sponsor utama dan pendukung sudah setuju, tinggal kita bagaimana?”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Coba, nanti saya pikir-pikir dulu.”&lt;br /&gt;Cika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Oh ya, Pak. Kata mereka, program ini akan mereka berikan ke radio lain. Bila kita tidak segera menanggapi.”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: "Ya, coba saya pelajari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 3&lt;br /&gt;MULTI ANGLE Kota Kediri Malam, multi close ruang siar pak Angga sedang siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 4&lt;br /&gt;Warung kopi kaki lima&lt;br /&gt;Cast Mak Pong, Aris, Bondet, Giwo, figuran&lt;br /&gt;Warung mak Pong sudah ada yang makan disitu satu orang. Mak pong sedang menunggu sambil mengupas bawang untuk persiapan masak besok.&amp;nbsp; Aris cs masuk warung.&lt;br /&gt;Aris&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kopi, Mak!”&lt;br /&gt;Mank Pong&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kopi susu opo ireng ?”&lt;br /&gt;Aris&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Ireng, Mak. Kowe opo, Ndet ?”&lt;br /&gt;Bondet&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Ireng, ae.&lt;br /&gt;Aris&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: "Wok, owe pesen opo ?”&lt;br /&gt;Giwo&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Susu jahe”&lt;br /&gt;Bondet&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Oalah, Mak. Acara radio koyok ngene kok disetel. Masio wis tuwek tapi selerane &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;yow sek rodok modern ngonolo, Mak?”&lt;br /&gt;Mak Pong&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Wooooo, Ndasmu kuwi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bondet memindahkan chanel radio, ketemu yang disukai.&lt;br /&gt;Bondet&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Lha.. ngene lak yo iso asyik to, Mak !”&lt;br /&gt;Mak Pong geleng kepala menggunam: “Mmmmhhh cah enom saiki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 5,&lt;br /&gt;Kantor Radio Malam.&lt;br /&gt;Angga sedang siaran dengan bahasa jawa.&lt;br /&gt;Cast Angga, Jajang, Radit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang itu Jajang mempelajari proposal dan masih ada beberapa proposal yang menumpuk di meja. Radit masuk ruangan. Sembari melangkah menuju ke galon dan ambil minum.&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Tumben belum pulang, Mas ?”&lt;br /&gt;(tanya sambil jalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Aku bingung menempatkan program acara baru.”&lt;br /&gt;(menjawab tanpa menoleh ke Radit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kalau dibuat simple, gimana? Acara baru itu kayaknya bagus, Mas. Hmm, bisa membuat radio kita makin disukai. Ya, kan?"&lt;br /&gt;(sambil menuangkan air galon ke gelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kalau acaranya sih standart. Cuma yang menjadi pertimbanganku acara itu sudah tercover &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sponsor utama dan pendukung”&lt;br /&gt;(menjawab tanpa menoleh ke Radit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Yacchh, tinggal evaluasi mana acara yang layak di cut dan konfirmasi dengan sponsor deal. Selesai to?” (masih menuang air dan meminumnya sambil menghadapkan diri ke Jajang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Aaachhh kamu itu selalu melihat sesuatu dari permukannya saja”&lt;br /&gt;(menoleh dan menjawab ke Radit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Loooo, yang aku katakan itu real loo, Mas. Kalau bisa mudah kenapa dibuat sulit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Masalahnya bukan itu, Dit. satu-satunya acara yang gak pernah dapat sponsor hanya &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;acaranya pak Angga”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Acara pakai bahasa jawa ini?”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Yang mana lagi?”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kalau begitu permasalahannya kan sudah selesai ?”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Tolonglah, Dit. Kamu sedikit ngerti aku, kamu tahu sendiri kan kalau pak Angga itu penyiar paling senior di sini. Dan program acara dia yang lain sudah kita hapus, bagaimana aku bisa mengatakan hal ini?”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Mas, kamu ini kerja professional apa, nggak? Sebagai manager,, you mesti bersikap tegas. kalau program baru itu menurutmu sangat menguntungan, kenapa enggak? ”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Aku Cuma kesulitan menyampaikannya”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kita putuskan saja melalui rapat”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Kalau sampai votting?”&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Nanti aku bantu. Berikan saja prolog yang membangun. Toh, realitasnya juga begitu. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 6&lt;br /&gt;Rumah budi (anak kecil yang sedang mendengarkan radio)&lt;br /&gt;cast budi&lt;br /&gt;Budi sedang mengerjakan PR sambil mendengarkan radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Kediri siang .&lt;br /&gt;Ruang rapat radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Saya kira memang sudah waktunya kita adakan perubahan demi lebih menariknya acara.”&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Tapi kenapa harus acaranya pak Angga?”&lt;br /&gt;Wendy&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Ya, apa nggak ada solusi lain ?”&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Teman-teman, pak Angga memang penyiar paling senior tapi di sini permasalahannya bukan pak Angga.”&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: “Tapi realitasnya semua acara pak Angga dicut”&lt;br /&gt;Wendy&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Mas,"&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Ya, mbak wendy"&lt;br /&gt;Wendy&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Di antara sekian banyak radio, hanya radio kita yang masih ada acara siaran bahasa jawa. &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;pak Angga sendiri dalam membawakan acara juga ringan lucu dan mendidik. Menurut&amp;nbsp; saya itu unik dan bisa diterima semua segmen"&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Sebagai marketing saya melihat acara yang masih pakai bahasa jawa ini sulit sekali mengundang sponsor. Bahkan praktis tidak ada iklan yang masuk."&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Dan itu tugas mas Radit kan?"&lt;br /&gt;Radit&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Yen, saya nggak maksa. Pihak sponsor punya hak memilih untuk meletakkan di mana iklan mereka mau dipasang."&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: "Ya, bagaimanapun itu di bidang mas radit?&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; Ok2, begini saja. teman-teman. Dari tiga program baru ini, radio kita akan mendapat kontribusi iklan yang lumayan besar. Selain untuk menopang biaya operasional, juga untuk menambah insentif karyawan. Jadi karena ini menyangkut kepentingan bersama, bagaimana kalau kita voting saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruangan jadi sepi semuanya pada diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 8&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;wendi dan yeni jalan bareng&lt;br /&gt;Wendi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Yen, kamu kok ketus banget sih di rapat tadi?"&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; hmmm&lt;br /&gt;Wendi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Ada apa to?"&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Mbak, aku cuma nggak habis pikir. Orang seperti pak Angga yang penuh tauladan dan &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;begitu perhatian ke kita yang muda. Eehh, kok malah disingkirkan.&lt;br /&gt;Wendi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "lhoo.. kenapa kamu berfikiran seperti itu?"&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Menurutku, seluruh kemampuan pak angga itu hanya di seni budaya jawa dan &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;pengabdian beliau pada radio kita sangat besar. Tapi apa yang diterimanya sekarang? Dialih-&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;pindahkan program acaranya dan masih dipilihkan lagi. Belum pasti ada yang sesuai &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;karakternya?"&lt;br /&gt;Wendi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: "Bukan itu yang aku maksud. Tantang program acara, tadi sudah jelas diputuskan dalam &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;rapat dan hasilnya seperti itu"&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: "Lalu?"&lt;br /&gt;Wendi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;; "Tentang sikap kamu yang memojokan Radit? Apa nggak malah menjauhkan proses pendekatanmu dengan dia? Sebenarnya kamu naksir bener apa gak sih?"&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;;hhhmm entahlah, Mbak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 9 &lt;br /&gt;Radit dikamar kostnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radit merenung tiduran berbantal dua tanganya, laptopnya masih menyala halaman fb yeni terpampang di layar. Radit bangun mendekati laptopnya dia klik di tambahkan teman saat konfirmasi radit menimbang dan ragu lalu dia klik cancel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;scene 10&lt;br /&gt;Malam hari.&lt;br /&gt;Di ruangan dalam rumah, Pak Rudi (Pemilik Radio) sedang meneliti laporan kerja dan rekap keuangan radio. Istrinya datang membawakan segelas kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;;"Penanganan Radio bulan ini sepertinya banyak peningkatan, Bu. Dari laporan ini, kita &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dapat surplus hampir 75% lebih banyak dibanding bulan kemarin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Alhamdulillah, pak. Kalau aku amati, mereka-mereka semangat mengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Dari sponsor yang masuk,juga lebih variatif. Ini, ada lebih dari 15 partner sponsor &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;perusahanan baru yang memasang iklan di radio kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:hmm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ini prestasi yang bagus. Aku ingin memberi mereka hadiah, tapi apa ya, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Kalau sekedar cast money saja, kayaknya kurang mengena, Pak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Lalu, kira-kira apa, Bu?"&lt;br /&gt;(sambil minum kopi, lalu berkata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya.. maksud kulo berilah sesuatu yang bisa tambah mempererat hubungan antara sesama kru. &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;semisal kumpul bersama atau jalan-jalan bareng kemana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ok, Bu. diadakan pesta saja, ya. Gimana? Yach, Kalau kita pergi pinik pertimbagannya, &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;pasti ada 1 atau 2 kru yang nggak ikut. Harus jaga radio, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Lebih tepatnya tasyakuran, Pak. Nanti sekaligus siraman rohani dari Ustadz baru yang on-&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;air di radio kita itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ustadz Ahmad"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Besok, tolong siapkan ugo-rampenya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loby Radio Siang hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali-kali telpon berdering, Yeni sibuk menerima komplain tentang di-cut-nya program acara bahasa jawa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Mohon maaf, Pak. Dari pimpinan kami, sedikit ada perubahan jadwal. Usul bapak kami terima&amp;nbsp; dan nanti akan kami rapatkan kembali dengan pimpinan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya terima kasih atas kepedulian kepada El Radio. selamat siang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon berdiring lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"El-Radio, dengan Yeni disini. bisa kami bantu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya, Pak. Kami sedikit mengadakan perubahan jadwal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Mohon maaf, jika kurang berkenan. Nanti akan kami rapatkan kembali dengan pimpinan"&lt;br /&gt;(telpon tib-tiba ditutup oleh penelpon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Marah-marah." (yeni bingung dan berucap sambil menghadap ke Chika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon berdering kembali dan yeni mengangkat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Siang, El Radio di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Loby El Radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tamu yang datang ke Studio.&lt;br /&gt;Cast Yeni, Chika, Radit, Jajang, Ibu Budi, Budi,&lt;br /&gt;Yeni sibuk dengan telpon.&lt;br /&gt;Jajang hanya lewat dan memandangi perbincangan Chika dengan Ibu Budi. Jajang juga melihat kesibukan Yeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Budi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Siang, Mbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Siang... Ya, bisa kami bantu, Buk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Budi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Begini, Mbak. maaf, ya. hmm, ada sedikit usul. Kedatangan saya kemari, memohonkan agar program acara bahasa jawa jangan ditiadakan. Sebab anak saya, banyak belajar bahasa dan budaya daerah dari sairan radio ini, terutama yang program acara bahasa jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Hmmm, ya, Bu. Radio kami sedikit ada perubahan jadwal acara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Budi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Lhoo, bukannya mau ditiadakan program acara itu, seperti yang disiarkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya, kami sebenarnya masih menimbang-nimbang, Bu. Tapi sepertinya mau dipindah &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tayangkan jam siarnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Budi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Kalau bisa tetap di jam yang sama, Mbak. Sebab anak-anak di jam segitu biasanya lagi belajar sambil mendengarkan radio."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya, Bu. Nanti akan saya sampaikan ke pimpinan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Chika sambil mengambilakan air meneral gelasan dan menyuguhkan kepada tamu itu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chika&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Monggo, Bu." "Ini untuk Adik,"&lt;br /&gt;(Chika mengambilkan kertas komplain dan disodorkan untuk diisi Ibu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chika &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Maaf, Bu. Harap Ibu mengisi Buku tamu ini, sekaligus buku Saran ini. selanjutnya nanti akan kami rapatkan kembali permintaan-permintaan atau saran dari pendengar el-radio seperti ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Budi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ya,.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tamu yang lain datang dan bertemu Jajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene 13&lt;br /&gt;ruang loby&lt;br /&gt;Jajang dan Tamu Muda&lt;br /&gt;tamu itu baru masuk dan ketepatan bertemu Jajang yang sedang berjalan keluar. Dari Luar tampak Pak Rudi sedang berjalan menuju ke Ruang Loby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu Muda&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Siang, Mas. Kalau mau komplain terhadap Radio ini bagaimana prosedurnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Siang,.. Oh silahkan, Masnya nanti menemui Mbaknya yang itu. monggo silahkan duduk &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu Muda&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Tumben, ramai banget, Mas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Mereka-mereka pendengar setia el-radio."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rudi Datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Siang, Pak"&lt;br /&gt;mereka bersalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAk Rudi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Ada Apa ini? kok ramai sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:"Mereka mengadu tentang program acaranya Pak Angga yang nantinya akan ditiadakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________&lt;br /&gt;gambar &lt;a href="http://shadowness.com/BryanBogs/make-me"&gt;klik ini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;behind the scene : http://youtu.be/9E3hmjoNsEw&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3288098627327984396?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/3288098627327984396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/08/skenario-tersisih-mentah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3288098627327984396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3288098627327984396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/08/skenario-tersisih-mentah.html' title='Skenario Tersisih (Mentah)'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-94371843850988173</id><published>2011-05-29T11:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T15:30:46.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>s a y a  h a n y a  m e n c o b a  m e n e r t a w a k a n  d i r i  s e n d i r i ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[&amp;nbsp; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf&lt;/a&gt;&amp;nbsp; ]&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Satu alasan yang tak pasti atau bejibun makna yang tersembunyi, itu adalah misteri. Dalam beberapa kalimat yang mungkin seseorang yang lain tak mengerti tapi aku yakin, anda akan mengerti dan paham apa yang akan tertulis dalam catatan di bawah ini; &lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita menertawakan sesuatu yang dianggap lucu. Tanpa disadari atau dengan kita sadar, kadang hal lucu tersebut melompat dari subtansi lucu yang ditawarkan. Bisa jadi kalau kita tidak meng-filter, kadang 'kadar lucu' menjadi hambar dan kita akan balik bertanya (tentunya kepada diri sendiri); "&lt;b&gt;&lt;i&gt;sebenarnya kita menertawakan apa? Dan apanya yang lucu?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berikut merupakan peristiwa lucu menurut saya (&lt;i&gt;Semoga anda membaca?&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7qust7a8LRE/TeHIrI7QpVI/AAAAAAAABDA/4_WLXNUOmCw/s1600/tertawa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/-7qust7a8LRE/TeHIrI7QpVI/AAAAAAAABDA/4_WLXNUOmCw/s400/tertawa.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;&lt;b&gt;"Pucuk dicinta ulam tiba"&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah tersebut sampai saat ini masih belum dapat aku pahami sebagaimana makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam artian makna perkata bila dipisahkan satu persatu kata. Jelas, kalau makna yang benar secara keseluruhan dapat diartikan; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;&lt;b&gt;mendapat sesuatu yang lebih dari apa yang diharapkan. &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku akan mencoba memberi makna (&lt;i&gt;sekenhendak hatiku, tentunya. anda boleh protes!&lt;/i&gt;) pada satu persatu kata; &lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;pucuk&lt;/a&gt;;&lt;/b&gt; adalah ujung dan di ujung ini biasanya kita tidak ingat darimana sebenarnya kita memulai? Salah niat atau memang sengaja untuk membelokkan niat (&lt;i&gt;aku tidak tahu?&lt;/i&gt;). &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;&lt;b&gt;dicinta;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; orang sekarang akan berpikir berkali-kali bila ada sesorang bilang cinta. Lebih lanjutnya,&lt;b&gt; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;cinta di zaman sekarang diartikan materi (&lt;i&gt;sekali lagi anda boleh protes!&lt;/i&gt;) cinta telah menjadi benda bukan lagi sifat yang melakat pada kemanusian secara umum. &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;Mengenai&amp;nbsp; ulam, orang jawa mengartikannya 'ayam' dan 'tiba' boleh lah kita maknai 'datang'. Jadi bila diartikan secara tidak benar (mungkin) akan bermakna semacam; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;"ketika anda lupa jalan kembali maka sebutan ayam akan datang"&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; pastinya kalau masih saja tidak sadar? (footnote: jalan kembali rujuknya kepada Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak munafik dalam menanggapi hal-hal yang sebenarnya aku anggap sepele. Tapi ini nyata, satu contoh bilamana anda mendapatkan sesuatu yang membahagiakan, tentunya tidak akan ragu anda untuk berkorban. Mungkin dengan tanpa menimbang apapun. Namun bila direnungkan lebih dalam, apalah arti sebuah kebahagian? Ada seribu bahkan lebih dari apa yang orang-orang tidak mampu lagi membayangkan arti kebahagian itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian adalah satu hal yang tak pasti.&amp;nbsp; Seseorang mengartikan demikian dan salah satu sebab-sebabnya itu, adanya dualisme hidup.&amp;nbsp; Pertama; Hidup dalam bentuk tubuh, rangka, body atau apalah yang kelihatan wujud. Disini arti bahagia mengembang menjadi sesuatu yang dapat menggembirakan, mungkin dengan sekedar senyuman, saling sapa dan atau hal-hal lain yang tidak membuat orang lain menjadi berburuk sangka, bahkan marah. Kedua; hidup dalam bentuk yang abstrak, soul, jiwa, ruh, atau sesuatu yang tidak terlihat tapi kita merasakan itu ada. Ini lebih sulit untuk dijabarkan sebab seperti kata orang2 yang sedang menderita; "dari mata turun ke hati" (&lt;i&gt;silahkan artikan sendiri!&lt;/i&gt;) Saya katakan 'menderita' karena hal ini tidak lain adalah bencana yang berupa Anugrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;(&lt;b&gt;mugi-mugi mboten mumet menyimpulkannya&lt;/b&gt;)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to '&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;&lt;b&gt;anda&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;' (&lt;i&gt;oh ya... khusus dicatatan ini 'anda' saya tulis huruf kecil, padahal ini menyalahi aturan penulisan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar dan tujuan pribadi penulisan 'anda' dengan huruf kecil bisakah dianggap penghinaan kepada anda tentunya, sekali lagi kalau sadar?&lt;/i&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb:- &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html"&gt;s a y a&amp;nbsp; h a n y a&amp;nbsp; m e n c o b a&amp;nbsp; m e n e r t a w a k a n&amp;nbsp; d i r i&amp;nbsp; s e n d i r i ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - &lt;i&gt;gambar lupa ambil dari mana hehehe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-94371843850988173?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/94371843850988173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/94371843850988173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/94371843850988173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html' title='s a y a  h a n y a  m e n c o b a  m e n e r t a w a k a n  d i r i  s e n d i r i ?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7qust7a8LRE/TeHIrI7QpVI/AAAAAAAABDA/4_WLXNUOmCw/s72-c/tertawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-474126758598835336</id><published>2011-05-27T21:39:00.000+07:00</published><updated>2011-05-27T21:41:37.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>Maha Satpam ( Emha Ainun Nadjib )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html"&gt;&lt;b&gt;kliping&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-j5_uucViZVg/Td-1vNEg_qI/AAAAAAAABC8/hGFw2LTYh-o/s1600/balaikota.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-j5_uucViZVg/Td-1vNEg_qI/AAAAAAAABC8/hGFw2LTYh-o/s320/balaikota.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tanya jawab pengajian itu menjadi hangat. Tak disangka tak dinyana anak muda berpeci yang lehernya berkalung sajadah itu meningkatkan nada suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya sangat kecewa dan memprotes keras mengapa Bapak bersikap sedemikian lunak kepada orang-orang yang datang kekuburan untuk minta angka-angka buntutan!” ia menuding-nuding. “Itu jelas syirik. Saya sebagai warga organisasi Islam yang sejak kelahirannya memang bermaksud memberantas segala takhayul, bid’ah, khurafat, dan syirik, akan terus memberantas gejala-gejala semacam itu dalam masayarakat kita sampai titik darah penghabisan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ustadz terkesima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi pemikiran pemuda itu aneh, meskipun bukan tidak menggelisahkan. Namun “semangat juangnya”-nya ini! Apakah ia baru saja membaca sajak Cjairil Anwar “AKU” atau “Persetujuan dengan Bung Karno” sehingga voltase darahnya meninggi? Tapi marilah bersyukur. Ini yang namanya sukses pewarisan nilai dan semangat perjuangan dari kader yang satu ke kader generasi yang lain. Prosporsi di mana dan untuk soal macam apa semangat itu mesti diterapkan, adalah soal kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik manis, maafkan kalau saya memang khilaf,” bapak ustadz berkata dengan lembut,” Tetapi sesungguhnya aspirasi kita tidak terlampau berbeda. Saya juga bermaksud tidak menularkan kebiasaan orang-orang tua untuk bersifat terlalu dingin terhadap gejala-gejala itu. Tetapi nyuwun sewu, saya melihat ada sesuatu yang tidak pada tempatnya. Pernyataan anda tadi ibarat memasukkan sambal ke dalam es dawet…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para jamaah tertawa, meskipun pasti mereka belum mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syirik ya syirik, tapi orang masuk kuburan kan macam-macam maunya. Ada yang mau mencuri tengkorak, ada yang sembunyi dari tagihan rentenir, ada yang sekedar menyepi karena pusing bertengkar terus dengan istrinya yang selalu meminta barang-barang seperti yang dibeli tetangganya. Terus terang saya juga sering masuk kuburan dan nyelempit di balik gerumbul-gerumbul karena sangat jenuh oleh acara macam yang kita selenggarakan malam ini, jenuh diundang kesana kemari untuk sesuatu yang sebenarnya tidak jelas. Jenuh meladeni pertanyaan-pertanyaan yang khas kaum muslimin abad ke-20 dari soal ‘apa hukum merangkul rambut’ sampai memandang wanita itu zina atau tidak’, atau jenuh oleh pikiran-pikiran puber yang akrobat pikiran intelektualnya over dosis. Kejenuhan itu sendiri sunnatullah atau hukum alam. Tuhan mengijinkan kita untuk merasa jenuh pada saat tertentu sebagai bagian dari peran kemanusiaan. Apakah buang jenuh di kuburan itu syirik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan itu maksud saya!” teriak sang pemuda, “Saya berbicara tentang orang yang meminta-minta di kuburan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah,” lanjut bapak ustadz. “Syirik itu letaknya di hati dan sikap jiwa, tidak dikuburan atau di kantor pemerintah. Sebaiknya kita jangan gemampang, jangan terlalu memudahkan persoalan atau gampang menuduh orang. Saya terharu anda bersedia memerangi syirik sampai titik darah penghabisan, namun saya juga prihatin menyaksikan Anda bersikap begitu sombong kepada orang miskin…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksud bapak?” sang pemuda memotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bikinlah proposal untuk minta biaya meneliti siapa saja sebenarnya yang suka mendatangi kuburan, terutama yang menyangkut tingkat perekonomian mereka. Kita memang tahu para pejabat suka berdukun ria dan para pengusaha mendaki Gunung Kawi, tapi siapakah umumnya yang berurusan dengan kuburan untuk menggali harapan penghidupan? Saya berani jamin kepada Anda bahwa 90% pelanggan kuburan adalah orang-orang yang kehidupan ekonominya kepepet. Orang seperti anda ini saya perhitungkan tidak memerlukan kuburan karena wesel dari orang tua cukup lancar. Disamping itu syukurilah posisi sosial anda. Anda termasuk diantara sedikit anak-anak rakyat yang beruntung, memiliki peluang ekonomi untuk bisa bersekolah sampai perguruan tinggi. Karena anda sekolah sampai perguruan tinggi maka anda menjadi pandai dan mampu mengelola kehidupan secara lebih rasional. Harapan anda untuk menjadi pelanggan kuburan termasuk amat kecil. Anda akan menang bersaing meniti karier melawan para tamatan sekolah menegah, para DO atau apalagi para non-sekolah. Kalaupun kemudian menjumpai persoalan-persoalan umum yang menyangkut ketidakadilan ekonomi, misalnya, Anda bukan merencanakan berkunjung ke makam Sunan Beginjil, melainkan bikin kelompok diskusi yang memperbincangkan kepincangan ekonomi dan kemapanan kekuasaan politik…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti air bah kata-kata bapak ustadz kita meluncur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalaupun anda ogah terlibat bekerja dalam jajaran birokarsi kekuasaan atau tempat-tempat lain yang anda perhitungkan secara sistematik mendukung kemapanan itu, anda masih mempunyai peluang non-kuburan, misalnya, bikin badan swadaya masyarakat. Langkah pertama dari gerakan ketidaktergantungan itu ialah merintis ketergantungan terhadap dana luar negeri dimana anda bisa numpang makan, minum, merokok, dan memberi celana baru. Langkah kedua, menigkatkan kreativitas proposal agar secara pasti anda bisa memperoleh nafkah dari gerakan itu. Dan langkah ketiga, menyusun kecanggihan lembaga anda sedemikian rupa sehingga anda sungguh-sungguh bisa mengakumulasikan kekayaan, bikin rumah, beli mobil, dan memapankan deposito. Juklak saya untuk itu adalah umumkan ide-ide sosialisme perekonomian sebagai komoditi kapitalisme perusahaan swadaya masyarakat Anda. Kemiskinan adalah ekspor non-migas yang subur bagi kelompok pembebas rakyat di mana anda bisa bergabung…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ustadz kita sudah tidak tebendung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan demikian anda bisa selamat dari budaya kuburan sampai akhir hayat. Hal-hal semacam itu tidak bisa dilakukan oleh orang-orang miskin yang hendak Anda berantas syiriknya itu. Mereka tak mampu membuat proposal, takut kepada Camat dan Babinsa, karena bagi mereka lebih mengerikan dibandingkan dengan hantu-hantu kuburan. Satu-stunya kesanggupan revolisioner yang masih tersisa pada orang kecil yang melarat adalah minta harapan secara gratis ke kuburan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pengajian menjadi semakin senyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak ini ngomong apa?” potong sang pemuda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada siapa dan apa sajakah Allah Cemburu pada zaman ini? Siapakah atau apakah yang di tuhankan orang di negeri Anda ini? Apa yang didambakanorang melebihi Tuhan? Apa yang sedemikian menghimpit memojokkan menindih orang seolah-olah berkekuatan melebihi Tuhan? Apa dan siapa yang mendorong orang tunduk, patuh, dan loyal sepenuh hidup kepadanya melebihi Tuhan? Apa yang memenuhi pikiran orang, memenuhi perasaan dan impian orang lebih dari keindahan /tuhan? Lihatlah itu, pikiran sosial Anda, pikiran politik Anda, pikiran ekonomi anda, perhitungan struktural Anda…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara bapak ustadz kita menjadi agak gemetar meskipun nadanya meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beranikah Anda berangkat memberantas syirik-syirik besar yang dilatari oleh kekuasaan, senjata, dan fasilitas? Beranikah anda berperang melawan diri Anda sendiri untuk mengurangi sikap gemagah kepada orang-orang lemah? Sanggupkah Anda mengalahkan obsesi kehidupan Anda sendiri untuk merintis peperangan-peperangan yang sedikit punya harga diri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napas mulai agak-agak ersenggal-senggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda begitu bangga menjadi satpam kehidupan orang lain. Bahkan anda tampak bermaksud menjadi maha satpam yang memberantas syirik sampai titik darah yang terakhir. Tetapi anda menodongkan laras senjata Anda ke tubuh semut-semut yang terancam oleh badai api sehingga menyingkir ke kuburan kecil. Itu karena mata pengetahuan anda tak pernah di cuci kecuali oleh ulama-ulama yang memonopoli kompetisi pemikiran keagamaan, padahal mereka begitu pemalas mencuci mata umatnya, kecuali untuk soal-soal yang menyangkut kepentingan posisi mereka. Anda sudah tahu wajib, sunnat, halal, makruh, dan haram, tetapi itu hanya diterapkan untuk hal-hal yang wantah. Anda hanya bertanya orang sudah sholat Isya atau belum, orang ke kuburan atau tidak, si keponakan sudah pakai jilbab atau belum. Anda tidak merintis penerapan kualifikasi hukum lima itu untuk persoalan-persoalan yang lebih luas. Anda tidak pernah mempersoalkan bagaimana sejarah politik perekonomian dari tikar plastik yang setiap hari anda pakai sembahyang. Anda marah kenapa Cristine hakim tidak pakai jilbab padahal ia muslimah, tetapi telinga anda tuli terhadap kasus penggusuran, terhadap proses pembodohan lewat jaringan depolitiasi, terhadap proses pemiskinan, terhdap ketidakadilan sosial yang luas. Anda tidak belajar tahu apa saja soal-soal yang kualitasnya wajib dalam perhitungan makro struktural. Anda hanya sibuk mengincar orang masuk kuburan. Anda merepotkan diri mengurusi sunnah-sunnah dan tidak acuh terhdap kasus-kasus yang wajib respon sifatnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak! Mengapa jadi sejauh itu…?” sahut sang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar dulu, anak muda!” tegang wajah sang bapak. “Itu yang menyebabkan anda tidak memiliki perhitungan yang menyeluruh untuk akhirnya menemukan hakekat kasus syirik yang sebenarnya. Anda hanya sanggup melihat seorang mencuri. Anda hanya tahu bahwa mencuri itu hukumnya haram, padahal melalui relativitas konstek-konteks, pencuri itu bisa halal sifatnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa-apaan ini, Pak?” sang pemuda nyelonong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ini dibesarkan dalam kekalahan-kekalahan. Dalam rasa ketidakmungkinan menang, subyektivitas kita tumbuh subur. Kalau kita becermin dan menjumpai wajah kekalahan di biliknya, kita ciptakan kemudian cermin yang mampu menyodorkan halusinasi kemenangan kita. Kalau kita tak punya biaya naik haji, naiklah kita ke puncak Gunung Kuripan dan merasa telah naik haji. Kalau tak sanggup perang melawan kekuatan manusia, kita cari tuyul untuk kita taklukan. Kalau tak ada juga peluang untuk tampil di panggung sejarah, kita berduyun-duyunlah dipanggung narkotik kebudayaan di bidang ndangdut, diskotik si Boy, atau mengangkat seorang pencoleng menjadi dermawan sehingga hati tehibur. Kalau risi berpegang pada pilar-pilar kufur dan tak sanggup bersandar pada udara, maka melianglah kita pada lubang sempit pengetahuan keagamaan kita yang mualaf dan nadir. Kita tak kuat naik gunung, kita susun gunung-gunung dalam tempurung. Naluri kekuasaan kita tumpahkan dalam tempurung. Kita menjadi “negara” dalam pesta syariat dangkal umat di sekeliling kita. Kita mengawasi muda-mudi yang berboncengan motor, kita menelepon pasien-pasien kita di pagi buta apakah ia sudah sholat shubuh, kita sholat jamaah sambil melirik apakah orang di samping kita sudah cukup kusuk sholatnya. Kita menjadi puritan, menjadi “manusia amat lokal”. Kita mendirikan kekuasaan baru dimana kita adalah penguasanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda tak bisa tahan lagi, “Maaf, Pak! Berilah saya sedikit peluang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi air bah terus tumpah ke bumi. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;dari Buku "Slilit Sang Kiai", Grafiti, 1992&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;bisa dilihat juga &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=209751649044407"&gt;di sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;foto ketika wawancara di Balai Kota Kediri 2007 &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-474126758598835336?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/474126758598835336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/maha-satpam-emha-ainun-nadjib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/474126758598835336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/474126758598835336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/maha-satpam-emha-ainun-nadjib.html' title='Maha Satpam ( Emha Ainun Nadjib )'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-j5_uucViZVg/Td-1vNEg_qI/AAAAAAAABC8/hGFw2LTYh-o/s72-c/balaikota.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8623680133027834905</id><published>2011-04-15T23:11:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T15:30:12.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>masturbasi otak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;marahlah pada diri sendiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-t9quXBeKSaQ/TahtWdcWkzI/AAAAAAAABC4/K43USglnO-0/s1600/im+okay.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-t9quXBeKSaQ/TahtWdcWkzI/AAAAAAAABC4/K43USglnO-0/s1600/im+okay.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambare saya lupa ambil di mana, juga asal cropping saja&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ketika aku ditanya; kegiatan apa yang paling kamu senangi saat lagi sumpek? Hal ini nggak jauh-jauh aku melampiaskannya, 1. Ambil air wudlu dan nderes al Quran dan ketika hal itu agak malas, aku kerjakan hal yang ke-2... ON-kan komputer lalu menulis. Entah menulis apa yang penting meletakkan jemari pada tuts-tuts. Seperti saat ini,ketika merampungkan tulisan ini... Mula-mula aku bepikir mau menulis apa? Tapi akan aku coba mengalir saja, ini tulisan mau diarahkan kemana?&lt;br /&gt;1. Menulis nggak harus bagus, itu satu poin penting yang perlu ditanamkan dalam-dalam. seperti seorang yang berjualan dan orang itu modalnya sedikit, tentu jualan pertamanya terlihat wagu, lucu dan nggak 'komplit blass'. Dan begitulah semua akan berkembang dengan sendirinya tanpa ada beberapa rancangan sekalipun kalau sudah keluar 'moot' akan lancar-lancar saja.&lt;br /&gt;Tapi kalau menurut saya, menulis nggak harus ada 'moot' sebab bisa saja 'moot' itu keluar di saat menulis, maksud saya, di tengah-tengah menulis bisa jadi 'moot' baru datang. Pokok dari menulis bahwa sebenarnya kita 'mau' bukan kita 'mampu'. 'mampu' kalau nggak 'mau' sama saja tidak akan berkembang. Maka banyak dari seorang yang ingin konsen dalam dunia kepenulisan, seringkali mereka memaksakan diri untuk sekedar menulis. Dari sering menulis bisa jadi dia akan terbiasa dan berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal apa di dunia ini yang tidak karena kebiasaan? kayaknya semua sebab kebiasaan. termasuk juga menulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nggak beda dengan mengobrol. kita biasanya betah berjam-jam ngobrol/ngerumpi sama teman-teman. bercerita tentang ini-itu, panjang kali lebar samadengan luas dan sisi kali sisi kali sisi samadengan isi dan lain-lain, yang intinya sisihkan waktu untuk sekedar mengorol dengan pikiran Anda sendiri. &lt;br /&gt;Kadang ketika nonton film kita bisa sampai sepuluh judul atau lebih. kita larut dalam alur cerita film malah bisa-bisa tegang sendiri juga merasa benci pada tokoh antagonisnya. Malahan yang lucu ketika kita nonton bola sering kali kita merasa kalah sebab tim yang kita bela kalah. begitu terpukul dan menjadi tak bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal-hal semacam itu kita bisa mengikuti alur dan bahkan menjiwai, mungkin dalam menulis bila kita sedikit konsen dan&amp;nbsp; fokus akan merasakan hal yang sama seperti nonton film atau sepak bola. Mengapa aku bilang mungkin? Sebab aku juga belum bisa fokus.&lt;br /&gt;Maksud saya tentang nggak beda dengan ngobrol bahwa ini hal mudah yang sering kita lakukan cumak bedanya satu bentuk&amp;nbsp; verbal/ co2t dan satunya bentuk teks atau satunya bersama dengan orang lain dan satunya dengan diri sendiri. hehehe... Separah-parahnya kita mengobrol sendiri via teks nggak akan dianggap gila dan ini beda ketikan kita ngobrol verbal/ suara seperti 'ngomong dewe' itu pasti dianggap gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Paksa. (MASTURBASI OTAK) Jelas itu modal pokok untuk memulai sesuatu. tidak cukup sekedar niat harus dengan paksa. apa salahnya memaksa diri sendiri toh itu juga tidak merugikan orang lain. Tapi tentunya juga harus tahu waktu,kalau saatnya sholat yang harus tetap sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Baca. apa saja. bisa berupa teks atau gambar, kelakuan atau sifat seseorang/mahluk. pokoknya baca sekitarmu, semua bisa menjadi indah. sebab keindahan ada dimana-mana tinggal bagaimana kita menilainya. kalau untuk menambah asupan kosakata dan atau gaya-gaya dalam penulisan seperti narasi, deskripsi ataupun monolog dll, tentunya mencermati teks dari beberapa tulisan berkualitas adalah pilihan tepat. &lt;br /&gt;Seperti halnya baca kita juga harus bisa memahami 'bahasa'; bahasa disini diartikan sebagai dialog satu level sosial. dicontohkan bahwa bahasa tukang becak tentu beda dengan bahasa pejabat. bahasa kiai juga beda dengan bahasa orang-orang di pasar. bahasa orang miskin beda pula dengan bahasa orang-orang kaya. bila kita semakin tahu banyak bahasa-bahasa yang saya maksud itu maka akan semakin ragam pula corak kepenulisan kita. kunci dari ini adalah banyak bergaul dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. penulis pemula (amatir) dan penulis yang telah lama (profesional) sama saja dan sebab yang membedakan adalah siapa yang lebih dulu bersedia  meluangkan waktunya untuk menulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicukupkan segitu dulu kayaknya kurang panjang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8623680133027834905?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8623680133027834905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/04/masturbasi-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8623680133027834905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8623680133027834905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/04/masturbasi-otak.html' title='masturbasi otak'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-t9quXBeKSaQ/TahtWdcWkzI/AAAAAAAABC4/K43USglnO-0/s72-c/im+okay.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3306403451685833076</id><published>2011-04-05T23:39:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T11:41:08.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>pelega nyawa</title><content type='html'>&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sesal bisa mengembalikan semua dan rapal mantra seketika menentramkan duka, kau tentu tak pilih menjadi tua. Ingatlah, kita selalu muda kelana dalam larung samudra kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jangan kau bilang seandainya. bisa saja kekalmu sesal umpama buih lautan dan ombak yang tergulung-gulung itu pecah di karang mimpimu. Aku masih ingat, samudra selalu menertawa dan gemuruhnya menari di hati. seperti angin yang melacur suara, seperti cahaya-cahaya yang berlari, kita hanya menanti ke tepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak tahu. Tahulah apa kita menipu cahaya di mana usia hanya menunggu dan menunggu tabuh yang meruntuhkan langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu kau mau. Meski tak ada sedikit pun ruang bagi kita untuk sekedar buang muka dan apa jadinya kalau topeng-topeng di wajah kita berubah menjadi tembok? adalah tembok yang mengepung tatapan kosongmu, mengapungkan pandang dan hanya menerawangkan kata-kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, sungguhkah, kita menipu cahaya? paras elok kita di lekuk topeng-topeng kini tampak kosong atau malah rata kayak tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jika kau mau, berkumurlah dengan cahaya, padanya akan mengalir nafas-nafas segar,&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pelega nyawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke diri, 2010-2011&lt;br /&gt;(Selamat Ulang Tahun, Kawan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3306403451685833076?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/3306403451685833076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/04/pelega-nyawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3306403451685833076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3306403451685833076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/04/pelega-nyawa.html' title='pelega nyawa'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1699530703046590607</id><published>2011-03-24T21:15:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T15:29:19.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>misalkan cinta itu cermin dan Anda adalah saya di dasar cermin, apa yang Anda ingin katakan?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: right;"&gt;[ &lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;/div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;Sebuah usaha menulis surat (cinta) terbuka yang pertama kali dan mungkin yang terakhir kali... ( 'Cinta' coba dibaca!)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-FiUmvocZBjI/TYtNysCVXtI/AAAAAAAABC0/Ai2BFc2t7HU/s1600/bejo+baca.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-FiUmvocZBjI/TYtNysCVXtI/AAAAAAAABC0/Ai2BFc2t7HU/s1600/bejo+baca.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-FiUmvocZBjI/TYtNysCVXtI/AAAAAAAABC0/Ai2BFc2t7HU/s1600/bejo+baca.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dear Slim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dear Slim) pembukaan dalam surat ini, saya pilahkan kata dari sebuah lirik lagu berjudul &lt;strong&gt;Stan &lt;/strong&gt;milik Eminem feat Dido. Mengapa? Sekedar mengingatkan diri sendiri saja. Dan karena &lt;strong&gt;Stan &lt;/strong&gt;adalah seorang penggemar yang terobsesi, penggila yang istimewakan dirinya hanya demi idola.&amp;nbsp; Dan saya nggak ingin jadi &lt;strong&gt;Stan &lt;/strong&gt;(begitu juga Anda, tentunya?). Saya pun berharap tidak ingin menjadi yang di-idola-kan &lt;strong&gt;Stan &lt;/strong&gt;(semoga juga Anda?). Sebab 'biasanya' sang idola itu hanya mencintai 'dengan dan karena' kesombongan-nya... (silahkan terjemahkan sendiri!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke dalam surat, mengapa saya memilih kata 'saya' untuk menyebut diri pribadi, bukan 'aku' ataupun yang lainnya karena sebenarnya dalam 'saya' posisinya setara dan proposional dalam obyektifitas. Berbeda dengan 'aku' yang lebih sering menunjukkan superioritas-subyektifitas. Saya menempatkan Anda sama dengan saya, maksudnya sama-sama memberi, menghormati dan menyayangi, tentunya.&amp;nbsp; Sebelumnya saya mohon maaf kalau dalam pembuka ini saya menggunakan kata 'Anda' untuk menyebut 'dirimu yang tercinta' dan itu semua supaya 'Cinta' sebagai pembaca tidaklah bosan... (Untuk selanjutnya saya akan mengunakan kata 'Cinta' dalam menyebut diri Anda...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta (dengan awalan huruf kecil) bisa dimaknai dan bukan untuk dinikmati atau dirasakan saja. Cinta (dengan awalan huruf besar) adalah adanya Cinta sebab cinta. Saya tidak bermaksud membuat 'cinta' menjadi rumit sebab memang adanya Cinta karena cinta. Jangan terbalik? Tolong bedakan terlebih dahulu antara 'Cinta' dengan awalan huruf besar adalah Person (individu) dan 'cinta' dengan awalan huruf kecil; entahlah akan di-makna-i apa...? Sebab akan ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu contoh:&lt;br /&gt;(maaf) &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;cinta saya nggak sesederhana puisi Sapardi Djoko Damono;  Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat  diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu  dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada  hujan yang menjadikannya tiada.. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;(maaf) &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;cinta saya tak sehebat yang disyairkan Sheikh Jalaluddin al-Rumi; Cinta  adalah kekuatan, yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka  jadi anggur, mengubah sedih jadi riang, mengubah amarah jadi ramah,  mengubah musibah jadi muhibbah, itulah cinta..&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ketika seseorang 'cinta' maka padanya akan ada tiga unsur (benci, sayang, dan nafsu) yang akan memenuhi dan mewarnai. Kalau kepada Tuhan, Nabi, Orangtua dll yang mulia biasanya 'cinta' cenderung ke sayang... kalau kepada 'keinginan' adalah cenderung benci, misalkan 'saya ingin memilikinya' kalau ternyata tidak bisa memiliki, kalau tidak bisa berbesar hati maka akan menjadi membenci (Coba bisa Cinta buktikan sendiri...?) Dan yang paling banyak 'cinta' sebab unsur yang terakhair, nafsu. Saya bedakan antara nafsu dan keinginan, mungkin sedikit janggal namun begitulah, keinginan adakalanya baik dan nafsu disini saya artikan hanya birahi. Sehingga cinta diartikan '&lt;strong&gt;Cuma Ingin Nikmati Tubuh Anda&lt;/strong&gt;' sebagai bukti telah banyak beredar video-video porno, entah mereka ata sdasar suka sama suka, pemerkosaan, atau pakerjaan yang haram (bintang film porn), yang jelas mereka pada dasarnya memang 'birahi'. Adalah omong kosong kalau berbuat semacam itu karena sayang. saya juga jadi mikir, mengapa mereka mau dilecehkan oleh 'cinta'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga unsur tersebut saling mempengaruhi dan memang harus padu meski kadang ada yang mengalahkan prosentase&amp;nbsp; satunya ke yang lain&amp;nbsp; sehingga (adanya 'Cinta' karena 'cinta') sering menjadi sebuah kisah dan ini sesuai dengan makna cinta yang lain: &lt;strong&gt;Cerita Indah Namun Tiada Arti&lt;/strong&gt;? Sekarang terserah bagaimana 'Cinta' mau memaknai 'cinta' saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bingung dengan huruf besar dan huruf kecil pada kata itu... sebab Cinta dan cinta tidaklah sama meski keduanya saling mempengaruhi. Lha...pada 'adanya Cinta sebab cinta' jangan sekali saja dibalik&amp;nbsp; dan jika dibalik maka sama halnya kisah itu adalah 'kacamata'.&lt;br /&gt;Cinta, tentu tahu kacamata? baik berupa lensa yang hanya pas di kornea ataupun kacamata yang besarnya 2 kali lebar mata, hahaha... dan nggak akan disebut kacamata kalau tidak ada kacanya.begitu pula cara pandangnya...&lt;br /&gt;Ini butuh sebuah kejujuran... Cinta melihat kekasihnya dengan apa? dan saya harap Cinta jangan melihat dengan teropong atau teleskop sebab sama halnya itu ketika Cinta melihat telinga Cinta sendiri? Gimana sanggup? Lalu jangan pula melihat dengan mikroskop. Ada sebuah lelucon 'ditemukannya bakteri sebab ditemukannya mikroskop' yang pastinya kan nggak begitu? dan insyaAllah kalau kita berjodoh 'cinta' adalah bakteri itu... sudah ada sejak dulu, dahulu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tidaklah berlebih kalau saya ingin memaknai 'cinta' dan memadukan Cinta. Merajutnya menjadi sebatang rokok (lintingan) dan menyulutnya dengan api 'sayang' lalu akan menyala sedikit 'bara nafsu' di ujung rokok itu. Maka kemudian asap-asap kisah itu akan merayapi awang-awang, meninggi dalam ruang, mencari celah terbang tanpa lelah dan semoga dapat menyatu menjadi awan yang terarak angin untuk menjadi hujan berkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada melihat adanya Cinta karena cinta? pada 'kisah itu' (saya menyebut kisah itu untuk memudahkan saya menerjemahkan hubungan yang rumit ini... :D) adanya cinta akan trasparan kalau 'seharusnya' tidak saling 'ingin dianggap lebih' oleh kekasihnya. Hmm, mengapa 'seharusnya' sebab diakui atau tidak 'ingin dianggap lebih' adalah daya pikat. Dan kata 'tidak saling' akan lebih berarti kalau ada rasa saling menghormati dan menyayangi. Seperti telah diucapkan oleh orang-orang yang telah berikrar suci bahwa: adalah menyatukan dua hal yang nggak akan pernah sama dan pasti berbeda tapi hanya karena rasa saling menghormati dan menghargai yang akan menyatukannya (ya, ini adalah makna menikah...) ya, meski masih jauh, jauh sekali. Tapi hanya sejauh mata memandang... dan tak sedekatkah Cinta seperti urat nadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya, surat Cinta yang aneh ini bertutur tentang 'kisah itu'. Dan mestinya harus ditegur dengan senyuman manis. Sebab Cinta tahu saya paling tidak bisa menulis surat 'cinta'. hahaha... terasa amat kaku dan lucu, saya ulang-ulang baca berkali-kali dan saya ulangi lagi, saya tertawa sendiri. Tapi mungkin intinya ada pada &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;'&lt;strong&gt;bagi diri pribadi kesempurnaan itu tidak ada, yang ada hanya prilaku menuju pada kesempurnaan itu dan selalu memperbaiki diri'&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keybord tuts ini terasa lelah mengiringi jejemari saya menari, begitu pula keringat di benak telah menguap sebab mendidihnya otak yang saya gunakan memasak: Sebuah usaha menulis surat cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih, telah sudi membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hormat saya: &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;Bejo Halumajaro&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;Ke-diriku, ke- dirimu,&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;NB: sangat kurang panjang...&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1699530703046590607?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1699530703046590607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/misalkan-cinta-itu-cermin-dan-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1699530703046590607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1699530703046590607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/misalkan-cinta-itu-cermin-dan-anda.html' title='misalkan cinta itu cermin dan Anda adalah saya di dasar cermin, apa yang Anda ingin katakan?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-FiUmvocZBjI/TYtNysCVXtI/AAAAAAAABC0/Ai2BFc2t7HU/s72-c/bejo+baca.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-12367109345068968</id><published>2011-03-24T20:35:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T15:28:48.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>sebuah kisah: pertanyaan-pertanyaan sewaktu akan membalas di 2 SMS sepihak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[&lt;b&gt; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;"Meski jalinan jauh, antara kita harus diupayakan terjaga dan antara  kita janganlah terlelap dalam tidur. bilakah nanti keakuan-ku dan atau  keakuan-mu bisa terjaga tetap sadar untuk tidak saling khianat, tidak  berpaling ke pilihan lain dan tetap erat menjalin komunikasi maka adanya  aku di sini dan kau di sana akan tetap sadar, terjaga dari tidur yang  seringkali menemui mimpi yang berbunga-bunga"&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku masih ingat, pernah aku katakan itu padamu dan kata-kata itu menguap bersama kenangan yang seharusnya aku lupakan. Ah, betapa harus kuingat-ingat jika memang misteri? Tapi Aku dan kau tak akan lari kemana, bukan? mungkin hanya butuh keberanian diri dari aku. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/48445/image_t6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebenarnya aku sudah merasakan jauh-jauh hari sebelum ini. ketika jarak mengajarkan tentang ketidakkuasaanku mencuri waktu yang seharusnya kupersembahkan hanya untukmu. Dan ketika rindu itu hanya bermakna sebuah ruang dimana harusnya ada aku dan kau saja. namun Ketika itu pula aku malah berasa kalah dan lelah. Betapa ruang atau tempat adalah yang sebenarnya selalu menyekat, dan kisah aku-kau terjerat oleh lintang dan bujur yang menempatkan ketidakmujuran dan atau keberuntungan. Saat ini aku berasa marah sendiri, mengutuk jarak dengan dinding tempuh yang memetakan rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin-kemarin ketika aku menelponmu, selalu saja suara seseorang perempuan yang menjawab dan hanya menyuruhku meninggalkan suara;&lt;b&gt; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;"Maaf nomor yang Anda hubungi sedang sibuk, mohon tinggakan pesan setelah nada berikut..."&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;Dan akhirnya, setelah sekian lama aku berusaha untuk selalu menghubungi, 2 deret sms panjang menjawab semua itu; Begini isi sms itu; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 1; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;Assalamu'alaikum...mz,nywungpunten sakderenge...akhr2 nki kul0  jarang,bhkan mbten nte sms...alhmdlh kul0 smpun ikhtiar jujur kaleh  klrga..ttg jnengan n kul0...tp,kul0kedah mnjunjung k0mitmen kang kul0  dmel rmiyen.."sbesar apapun cntq pd ses0rg,jika kluargq ada yg tdk  mrestui q tetap memilih kluargaq"... Mz,stlh kul0 mtur pnjg n lbr trnyta  kluarga mbten rmen/mgizinkan kdekatan jnengan n kul0...kd0se klrga  smpun kgungan plhan kgem kul0.msti stiap x kul0 mncb mgnalkan seseorg  mbten nte diresp0n kang sae...nywngpten estu mztas sd0y0 wau...kul0 hrap  jnengan sged mghrgai k0mitmen kang smpun kul0 mturke rmyen...mturnwun  kgem sd0y0 kbaikan2 jnengan...mgi2 Allah maringi kang trbaik kgem kul0  ugi kgem jnengan... Kulo pgene gdah hub kang drestui sd0y0 phak...krna  nku jugalah kang mnentukan hsil dari suatu hub...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang dibuat-buat atau memang sesuai komitmen? Selalu saja ada tanya dari muasal dulu ketika kau bercerita tentang mantan kekasihmu. Sedikit kau bercerita tentangnya; sebut saja dia yang telah beranikan diri, merapat kepada keluargamu. Setelah merasa cukup dekat denganmu dan ada kecocokan, kemudian dia beranikan diri menanyakan tentang kau yang memang telah ranum untuk dipetik, menuju kepelaminan. Namun niat baiknya itu terbelok oleh waktu yang mungkin saat itu kau habiskan hanya untuk studi. kemudian sesuai yang kau ceritakan, betapa dia begitu tegar, sampai-sampai tak berani menghubungimu dan masih menurut ceritamu yang entah dibuat-buat atau memang begitu adanya, dia begitu tak rela untuk jauh darimu tapi tak ingin mengganggumu. Sempat aku cemburu oleh dia yang begitu sempurna dihadapanmu meski waktu itu telah dikubur oleh aku yang baru. kau inginkan aku seperti dia, kiranya begitu yang bisa aku simpulkan dari ceritamu waktu itu. s&lt;br /&gt;ungguhkah dia begitu, seorang yang begitu ikhlas menerima diri di ketidakberdayaannya. Aku sempat musykil dengan cerita-ceritamu tentang dia tetapi aku tetap pendam dan aku padam dalam diam. meski dengan seribu tanya di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm, masih aku ingat tentang sebuah kata indah yang pernah terucap, menikah adalah menyatukan dua hal yang pasti berbeda dan tak akan pernah sama dan hanya saling menghormati dan menyayangi yang akan menyatukannya. Aku juga masih ingat kau pernah berkata, "pada budaya timur menikah berarti menyatukan dua keluarga besar dan bukan hanya dua individu." Namun bukankah yang akan menjalani bersama dan menjalin hidup hanya antara kau dan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SMS 2;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;Mz...kul0 te2p pgn spd0s sltrhmi nki trjalin.anggplah kul0 sbgai adik jnengan...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah membaca sms ke 2, aku merasakan menjadi dia; mantan pacarmu yang dulu. Dan mungkin juga merasa sama meski dari dua jiwa yang berbeda. Ada semacam tanya yang tak berkesudahan dalam kebisingan jiwa-jiwa yang merasa bosan. pada dia aku juga merasakan betapa kecewa ia, bukanlah sebuah perpisahan tapi mungkin lebih tepatnya pada ketidakbedayaan gelombang nafsu yang mempermainkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; hmm,...bagaimana aku membalas 2 sms ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersambung pada kisah kalian semua...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dari &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;Bejo Halumajaro&lt;/a&gt; Kediri-ku, kediri-mu, kediri-kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;NB: &lt;br /&gt;arti bahasa Indonesia,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;SMS 1: &lt;br /&gt;Assalamu'alaikum... Mas, mohonmaaf sebelumnya... akhir-akhir ini saya tidak sering menghubungimu. bahkan lupa sekedar sms...alhamdulillah, saya sudah berusaha untuk jujur kepada keluarga... tentang hubungan saya dan kamu. tapi saya harus menjaga kmonitmen yang saya buat dulu..." sebesar apapun cintaku pasa seseorang, jika keluargaku tidak merestui saya tetap memilih kelaurga saya.  Mas, setelah saya mengungkapkan panjang lebar ternyata keluarga saya tidak suka/ mengizini kedekatan kamu dan saya...sepertinya keluarga sudah mempunyai pilihannya sendiri untukku. meski tiap kali saya mencoba mengenalkan seseorang tidak pernah ada respon balik yang baik... mohon maaf mas atas semuanya itu... saya berharap mas bisa menghargai komitmen yang telah saya ucapkan dahulu.... terima kasih atas segala kebaikan2 mas... semoga Allah memberi yang terbaik buat saya juga mas... saya ingin punya hubungan (baca: pernikahan) yang diretui semua pihak. sebab itu pulalah yang menentukan hasil dari seuatu hubungan...   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 2;&lt;br /&gt;Mas... saya ingin supaya silaturahmi ini tetap tejalin. anggaplah saya sebagai adikmu...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;gambar &lt;a href="http://shadowness.com/Gaksdesigns/guarded"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://shadowness.com/Gaksdesigns/guarded"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-12367109345068968?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/12367109345068968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/sebuah-kisah-pertanyaan-pertanyaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/12367109345068968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/12367109345068968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/sebuah-kisah-pertanyaan-pertanyaan.html' title='sebuah kisah: pertanyaan-pertanyaan sewaktu akan membalas di 2 SMS sepihak'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8284859016079521750</id><published>2011-03-15T15:52:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T11:44:48.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>jaah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item/26055/image_t6.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi bagaimanapun, nantinya kamu juga akan mengerti dan memahami, bahwa hidup itu butuh eksistensi. Namun jangan sekali-kali kamu artikan dan kamu tafsiri bahwa eksistensi itu adalah suatu keber-ada-an dalam fasilitas ke-benda-an. Dan lagi, jangan eksistensi itu dimaknai sebagai suatu kehormatan saja. Wah,... Kalau sesuatu diukur dengan hanya karena kedua hal itu, bisa-bisa tidak ada ketulusan lagi...," Begitu kata Mas Gatot, guru muda, usia 30-an, seorang mantan aktifis pergerakan mahasiswa, yang sekarang lebih banyak mengaji dan belajar kitab kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Secara tidak langsung obrolan orang-orang yang berada di Kedai Lek Jo sore itu, menyoroti tentang sikap seorang pemimpin. Dan jika boleh dikata, bahwa sesungguhnya setiap orang itu adalah pemimpin bagi diri sendiri, juga bagi lingkungan sekitar guna membina hubangan yang baik dan demi kelangsungan kehidupan manusia dalam kebermasyarakatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi aku, sah-sah saja mereka obrolkan itu dan sore itu aku menyimak obrolan sembari menonton berita-berita di televisi tentang korupsi yang begitu mudahnya dipraktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antara pemimpin dan pemimpi itu nggak ada bedanya. sama-sama berharap dan merencanakan perubahan dari apa yang mereka mau. Tapi nantinya seorang pemimpin akan menjadi beda dari seorang pemimpi bila melaksanakan apa apa dari yang direncanakannya?" ucap Gus Irul, sewaktu mengomentari berita tentang kacaunya pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak ada beda, Gus? Seperti halnya pembohongan publik atau itu disebut kegagalan memimpin atas kuasa kepemimpinannya, tentunya itu tergantung siapa yang memandang dan dari sisi mana kita berdiri?" Timpal Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, tidak bisa, Gus. Kalau pemimpin yang baik itu pasti menepati janji-janjinya. Sedangkan pemimpi itu selalu diselimuti khayalannya untuk bisa bertahan dalam kekusaannya, tentunya ini khayalan saja, hehehe.... Alih-alih mau turun dari jabatan, lha berjuang untuk mendapatkan jabatan saja, begitu sulit?" tanya Kang Maghfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, banyak biayanya?" tanya balik Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau yang itu sudah bukan rahasia. Kamu toh juga senang tho, Kang. Dapat kaos, jaket, uang pesangon konvoi kampanye. Tapi yang jadi pertanyaan uang siapa itu?" Jawab Lek Jo yang bicaranya diarahkan ke Kang Maghfur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, bener itu, Lek? Pemimpin memang seharusnya memberi dan memberi, bukan malah meminta. Tapi sebaiknya setelah menjabat harus lebih banyak memberi," sambung kang Maghfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup orang sekarang memang begitu, selalu mengejar eksistensi dalam hidup. Eksistensi bisa berarti kemapanan hidup berupa harta, jabatan kehormatan tapi bisa juga dimaknai karya. Seperti kredo; 'Eksistensi ada karena sebuah karya,' dan karya tersebut bermacam rupanya, bisa berwujud prestasi, bisa tindakan dan yang pasti adanya adalah berbentuk pencapaian, suatu pencapain entah itu prestasi atau tidak," kata Mas Gatot yang seakan menengahi masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kegagalan dalam pencapaian, apakah bisa disebut kebohongan? Dan ini tinggal bagaimana seorang mengartikannya?" Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, ini jangan ada pro kontra, lho," sela kang Maghfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi bagaimanapun, nantinya kamu juga akan mengerti dan memahami, bahwa hidup itu butuh eksistensi. Namun jangan sekali-kali kamu artikan dan kamu tafsiri bahwa eksistensi itu adalah suatu keber-ada-an dalam fasilitas ke-benda-an. Dan lagi, jangan eksistensi itu dimaknai sebagai suatu kehormatan saja. Wah,... Kalau sesuatu diukur dengan hanya karena kedua hal itu, bisa-bisa tidak ada ketulusan lagi...," jawab mas Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, disini letak bedanya antara orang yang memang memburu jabatan dan atau menginginkannya dengan seorang yang harus memberi contoh dan menjadi tauladan. Termasuk harus legowo lengser kalau memang dia kurang cakap,"&amp;nbsp; lanjut Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya apa, Gus?" Tanya kang Maghfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa tho yang dicari seorang pemimpin? Jabatan, kehormatan, harga diri, atau kemaslahatan umat. Mungkin dalam kamus pemikiran saya masalah jabatan atau sebut saja jaah, itu suatu trah yang sudah digariskan. Orang nggak akan jadi pemimpin bila tidak dipilih. Maksud saya ini bukan dipilih oleh rakyat, meski mekanisme logika pemilihannya seakan-akan dipilih oleh rakyat. Tetapi seorang pemimpin itu orang terpilih, dipilih oleh Tuhan dan memang dia digariskan menjadi pemimpin." Jawab Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbulet, Gus. Rumit penjelasannya hehehe...," ledek Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gini, Meski jaah itu di mata kita adalah suatu pangkat atau kedudukan, dan jabatan tetapi apa yang ada dibalik itu, Jaah adalah amanah yang diembankan dari Tuhan kepadanya. Maka dari itu istilah, 'seorang itu adalah pemimpin bagi diri sendiri'. Itu benar adanya. Kita masing masing memiliki tanggung jawab untuk diri sendiri. Begitu pula seorang pemimpin, bertanggungjawab penuh atas apa yang dipimpinnya," kata Gus Irul ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kalau orang-orang sekarang berlomba untuk menjadi pemimpin itu yang dipertanyakan lagi, untuk apa ya?" tanya pura-pura kang Maghfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya itu, diberi tanggungjawab lebih," sahut Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah,.. kalau permikirannya seperti itu ya repot, Gus. Nggak ada lagi orang yang mau jadi pemimpin. Mereka saling mengajukan yang lainnya,"&amp;nbsp; sanggah Mas Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho itu lebih bagus, daripada berebut kepemimpinan sehingga muncul money politik, tim sukses menebar pesona, praktek suap menyuap, dan yang paling parah setelah itu, kalau dia terpilih dan memimpin demi hanya mengembalikan modal dari dia berkampanye" Jawab Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Korupsi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah, sudah... itu lihatlah televisi. Ada satu lagi penemuan tindak korupsi yang dilakukan pejabat," kata Lek Jo memotong dan mengalihkan perhatian obrolan supaya mereka yang berada di Kedai itu melihat televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ckckck... susahnya mencari orang yang tulus untuk mengabdi?" Celetuk Kang Maghfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah, Kang. Bisanya cuma ngomong tok, tuh lihat saja televisi dan bobroknya negeri ini!" kata Lek Jo sembari membesarkan volume pengeras suara televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang di Kedai itu menoleh ke Televisi. Suasana jadi hening. Semua mata terpusat pada televisi yang menyiarkan betapa carut-marutnya bangsa ini. bangsa yang mengalami krisis multidimensi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan &lt;a href="http://majalahmisykat.blogspot.com/"&gt;Majalah Misykat&lt;/a&gt; edisi 66&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar &lt;a href="http://shadowness.com/Novid/election-primer-part-trois--the-end-of-the-nation--2/"&gt;dari&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8284859016079521750?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8284859016079521750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/jaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8284859016079521750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8284859016079521750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/jaah.html' title='jaah'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2506317870731534630</id><published>2011-03-07T10:38:00.000+07:00</published><updated>2011-03-07T10:44:55.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>setia lelaki dan perempuan setia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;&lt;b&gt;poesie&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"perempuanmu yang (satu) menunggu setiamu"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(2008)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/44415/image_t6.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;maaf hanya puisi satu baris, saya menulisnya tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;gambar &lt;a href="http://shadowness.com/kimded/entropy-of-love"&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;dari &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2506317870731534630?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2506317870731534630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/setia-lelaki-dan-perempuan-setia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2506317870731534630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2506317870731534630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/setia-lelaki-dan-perempuan-setia.html' title='setia lelaki dan perempuan setia'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-4493161561072948975</id><published>2011-02-11T20:34:00.007+07:00</published><updated>2011-11-14T11:37:29.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>gus jakfar (Cerpen karya kh ahmad mustofa bisri)</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kliping&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_XiDsvlFJ3Y/TsCa-GkhQfI/AAAAAAAABDQ/sRKAqMZ3HzE/s1600/bejohalumajaro.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-_XiDsvlFJ3Y/TsCa-GkhQfI/AAAAAAAABDQ/sRKAqMZ3HzE/s320/bejohalumajaro.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren "Sabilul Muttaqin" dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata Kiai, Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri," cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Saya sendiri tidak paham apa maksudnya."&lt;br /&gt;"Tapi, Gus Jakfar memang luar biasa," kata Mas Bambang, pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian subuh Kiai Saleh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Matanya itu lho. Sekilas saja mereka melihat kening orang, kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. Kalian ingat, Sumini yang anak penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu, sebelum dilamar orang sabrang kan ketemu Gus Jakfar. Waktu itu Gus Jakfar bilang, 'Sum, kulihat keningmu kok bersinar, sudah ada yang ngelamar ya?'. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang Kandar kan juga begitu," timpal Mas Guru Slamet. "Kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu, 'Kang, saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok, sudah capek menghirup nafas ya?' Lho, ternyata besoknya Kang Kandar meninggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar," sahut Ustadz Kamil, "Nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya malah mengalami sendiri," kata Lik Salamun, pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. "Waktu itu, tak ada hujan tak ada angina, Gus Jakfar bilang kepada saya, 'Wah, saku sampeyan kok mondol-mondol; dapat proyek besar ya?' Padahal saat itu saku saya justru sedang kemps. Dan percaya atau tidak, esok harinya saya memenangkan tender yang diselenggarakan Pemda tingkat propinsi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang begitu itu disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan.&lt;br /&gt;"Mungkin saja," jawab Ustadz Kamil. "Makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya, lalu pikiran saya terganggu."&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Maka, ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah, masyarakat pun geger; terutama para santri kalong, orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu, kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. Ringkas kata, dia benar-benar kehilangan keistimewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu," komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. "Wah, sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana beliau pergi saat menghilang pun, kita tidak tahu;" kata Lik Salamun. "Kalau saja kita tahu ke mana beliau pergi, mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, bagaimanapun ini ada hikmahnya," ujar Ustadz Kamil. "Paling tidak, kini kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was; bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. Maka, jangan kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang, sebaiknya kita langsung saja menemui beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sesuai usul Ustadz Kamil, pada malam Jum'at sehabis wiridan salat Isya, saat mana Gus Jakfar prei, tidak mengajar; rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar, jauh melebihi yang sudah-sudah. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa rasa segan, was-was dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngobrol ke sana kemari, akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan: "Gus, di samping silaturahmi seperti biasa, malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. Singkatnya, kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan."&lt;br /&gt;"Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. Saya kok merasa tidak berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang," tukas Mas Guru Slamet, "kok sekarang tiba-tiba mak pet, sampeyan tak mau lagi membaca, bahkan diminta pun tak mau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, itu," kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Diam agak lama. Baru setelah menyeruput kopi di depannya, dia melanjutkan, "Ceritanya panjang." Dia berhenti lagi, membuat kami tidak sabar, tapi kami diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ingat, saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya, membuat kami yakin bahwa dia benar-benar siap untuk bercerita. Maka serempak kami mengangguk. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km kea rah selatan. Namanya Kiai Tawakkal. Kata ayah dalam mimpi itu, hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang, sejak bermimpi itu, saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada Wali Tawakkal itu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa, saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Ternyata, ketika sampai di sana, hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. Baru setelah seharian melacak ke sana kemari, ada seorang tua yang memberi petunjuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak di sana itu' katanya. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil; terus saja nakmas menyeberang. Begitu sampai seberang, nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. Nah, kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kiai Tawakkal.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya, Kiai Tawakkal. Saya yakin itulah orangnya, Mbah Jogo.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu, menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan betul, di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah, saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. Saya diterima dengan penuh keramahan, seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sosoknya sebagai orang tua. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Bicaranya jelas dan teratur. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti, menarik nafas panjang, baru kemudian melanjutkan, "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan tgerganggu. Saya melihat di kening beliau yang lapang ada tanda yang jelas sekali, seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar dan berbunyi 'Ahli Neraka'. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gambling. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. Pasti saya keliru. Masak seorang yang dikenal wali, berilmu tinggi, dan disegani banyak kiai yang lain, disurati sebagai ahli neraka. Tak mungkin. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi, tapi tak bisa. Tanda itu terus melekat di kening beliau. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Gila!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau, meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian, dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjialan ini. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal, saya tidak melihat sama sekali hal-hal mencurigakan. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah; melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha, tahajjud, witir,dsb.; mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar); mujahadah; dzikir malam; menemui tamu; dan semacamnya. Kalaupun beliau keluar, biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau- dan ini sangat jarang sekali- mengisi pengajian umum. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu; tapi menurut santri-santri yang lama, itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. Semacam lelana brata, kata mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu', saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Saya pikir, inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah, pada suatu malam purnama, saya melihat Kiai keluar dengan berpakaian rapi. Melihat waktunya yang sudah larut, tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Dengan hati-hati saya membuntutinya dari belakang; tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa, Kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Akan ke mana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi; saya pun semakin berhati-hati mengikutinya, khawatir tiba-tiba Kiai menoleh ke belakang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah melewati kuburan dan kebun sengon, beliau berbelok. Ketika kemudian saya ikut belok, saya kaget, ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Dengan bengong saya mendekati warung terpencil dengan penerangan petromak itu. Dua orang wanita- yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua- dengan dandanan yang menor sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit ke sana kemari. Tidak mungkin Kiai mampir ke warung ini, pikir saya. Ke warung biasa saja tidak pantas, apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya, memanggil-manggil nama saya. Masyaallah, saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. Memang betul, mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Ah. Dengan kikuk dan pikiran tak karuan, saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai yang saya yang duduk santai di pojok. Warung penuh dengan asap rokok. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Kiai Tawakkal menyuruh orang disampingnya untuk bergeser, 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!' Lalu, kepada orang-orang yang ada di warung, Kiai memperkenalkan saya. Katanya, 'Ini kawan saya, dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Cari pengalaman katanya'. Mereka yang duduknya dekat serta merta mengulurkan tangan, menjabat tangan saya dengan ramah; sementara yang jauh melambaikan tangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri, masih seperti dalam mimpi, ketika tiba-tiba saya dengar Kiai menawari, 'Minum kopi ya?!' Saya mengangguk asal mengangguk. 'Kopi satu lagi, Yu!' kata Kiai kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. 'Silakan! Ini namanya rondo royal, tape goreng kebanggan warung ini! Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'-nya dan membiarkan saya bengong sendiri. Saya masih tak habis pikir, bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain bisa berada di sini. Akrab dengan orang-orang beginian; bercanda dengan wanita warung. Ah, inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. O, pantas di keningnya kulihat tanda itu. Tiba-tiba sikap dan pandangan saya terhadap beliau berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mas, sudah larut malam,'tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. 'Kita pulang, yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya, Kiai membayari minuman dan makanan kami, berdiri, melambai kepada semua, kemudian keluar. Seperti kerbau dicocok hidung, saya pun mengikutinya. Ternyata setelah melewati kebon sengon, Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. 'Biar cepat, kita mengambil jalan pintas saja!' katanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melewati pematang, lalu menerobos hutan, dan akhirnya sampai di sebuah sungai. Dan, sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai, seolah-olah di atas jalan biasa saja. Sampai di seberang, beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Beliau melambai. 'Ayo!' teriaknya. Untung saya bisa berenang; saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Sampai di seberang, ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas, menunggu. 'Kita istirahat sebentar,' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. 'Kita masih punya waktu, insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya ikut duduk di sampingnya, tiba-tiba dengan suara berwibawa, Kiai berkata mengejutkan, 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kaucari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kaubaca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Beliau yang kemudian terus berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Anak muda, kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda "Ahli Neraka" di kening saya. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Karena, pertama, apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Kedua, kau kan tahu, sebagaimana neraka dan sorga, aku adalah milik Allah. Maka terserah kehendak-Nya, apakah Ia memasukkan diriku ke sorga atau neraka. Untuk memasukkan hamba-Nya ke sorga atau neraka, sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Sebagai kiai, apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung yang tadi kau pandang sebelah mata itu pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya, kita ingin berdekat-dekat dengan-Nya, tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Bukankah begitu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menunduk. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Seperti mereka yang di warung tadi; kebanyakan mereka orang susah. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur; ujub, atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan: godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ayo kita pulang!' tiba-tiba Kiai bangkit. 'Sebentar lagi subuh. Setelah sembahyang subuh nanti, kau boleh pulang.' Saya tidak merasa diusir; nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya ikut bangkit, saya celingukan. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Dengan bingung saya terus berjalan. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau, tapi bukan surau bambu. Seperti orang linglung, saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. Tapi, jangankan Kiai Tawakkal, orang yang mirip beliau pun tak ada. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Baru setelah sembahyang, seseorang menghampiri saya. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Ketika saya mengiyakan, orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. 'Ini titipan Mbah Jogo, katanya milik sampeyan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Beliau di mana?' tanya saya buru-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mana saya tahu?' jawabnya. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan ke mana beliau pergi.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ceritanya. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil mengubah sikap saya itu tetap merupakan misteri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya, tapi kami yang dari tadi suntuk mendengarkan masih diam tercenung sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rembang, Mei 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-4493161561072948975?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/4493161561072948975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/gus-jakfar-cerpen-karya-kh-ahmad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4493161561072948975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4493161561072948975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/gus-jakfar-cerpen-karya-kh-ahmad.html' title='gus jakfar (Cerpen karya kh ahmad mustofa bisri)'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_XiDsvlFJ3Y/TsCa-GkhQfI/AAAAAAAABDQ/sRKAqMZ3HzE/s72-c/bejohalumajaro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8503825505756320487</id><published>2011-01-13T18:39:00.000+07:00</published><updated>2011-03-04T18:57:05.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>aku menyalak, menyisa desing dan timah panas bersarang dalam kenang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;poesie&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/44528/image_t6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan sepertinya peluru itu melobangi dinding waktu, meninggalkan ruang-ruang yang ikut berlari, berkejaran mengejar entah engkau entah aku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"aku menyalak, menyisa desing dan timah panas bersarang dalam kenang. Kau tentu tahu akan itu?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;begitu juga aku, hanya bisa sedikit sapa; sebab aku seperti peluru melaju belah udara, padanya aku  terlempar pelatuk mesiu yang umpama keluarga, begitu katamu, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ii&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;... begitulah, kiranya kau tahu tentang keindahan itu tentang sesuatu yang tak terucap dan acapkali kau malah gagap mendekap di sesaat berbagi keberduaan kisah kami. Dulu, di jeda dan sela, kau dan aku  bercerita, mengisah apa yang tak biasa dan tak ada kebiasaan itu dariku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(sungguh, sepertinya kau tahu tentang itu...)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan begitulah, kiranya juga aku harus tahu, diri yang serupa sepi ini dan padanya bunyi jarum jatuh terdengar seperti gelegar petir mencium bumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kediri, 012011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;about &lt;a href="http://shadowness.com/tusoksiomai91/aseo-god-of-vectors"&gt; picture&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8503825505756320487?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8503825505756320487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/02/aku-menyalak-menyisa-desing-dan-timah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8503825505756320487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8503825505756320487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/02/aku-menyalak-menyisa-desing-dan-timah.html' title='aku menyalak, menyisa desing dan timah panas bersarang dalam kenang'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2085684072677695060</id><published>2010-12-25T10:26:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T11:29:03.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>Formalitas Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;[ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;kange&lt;/a&gt; ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/44522/image_t6.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Diusianya yang hampir berkepala empat, Kang Ahmad masih tampak selalu bersemangat. Dalam menjalani keseharian ia masih sendiri, belum beristri dan masih bercita-cita mengikuti nikah massal yang saban tahun diselenggarakan pondok pesantren. Ada ketabahan yang mengakar dalam dirinya atau ia hanya dalam sebuah keterpaksaan hidup yang harus terus dijalaninya. Dari kuli di pasar sampai kini telah berkali-kali alih profesi dan yang paling akhir ini, di samping narik becak, ia kalau pagi menghantar koran dan kadang-kadang juga menerima jasa winter jeans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan matanya tajam hingga acapkali aku dibuat kikuk kala sedang mengobrol dengannya dan tak sengaja beradu pandang. Kang Ahmad seakan menikmati hidupnya yang barang tentu sudah tidak lagi merasakan nikmat hidup dalam pandangan masyarakat umum. Dalam suatu obrolan ia pernah berdalih,&lt;br /&gt;"Sebagai seorang yang masih mempercayai Tuhan, pantang kau merasa Tuhan tidak adil!"&lt;br /&gt;"Tapi hidupmu kok ga berubah-ubah, Kang?&lt;br /&gt;"Berubah apanya? Yang jelas kalau masalah fisik kita akan semakin lemah, semakin tua. Orang kalau memandang besok tuanya akan tampak jelek, dia tidak akan bergaya dalam menjalani aktifitas masa mudanya dan tentunya hanya akan mengunakan waktu mudanya dengan hal-hal yang baik. Bukan seperti aku sudah sebegini belum laku-laku... hehehe." Meski tampak bercanda kata-kata Kang Ahmad mengalir dalam alur garis-garis di wajahnya dan di keheningan keningnya yang berkerut-kerut seakan memikirkan apa yang ia omongkan atau jangan-jangan Kang Ahmad menyesali masalalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali aku dengar cerita-cerita dari orang yang cangkruk di warung Lek Jo, betapa kisah hidup yang dialami Kang Ahmad begitu panjang. Mungkin sepanjang sungai yang membelah kota kami atau bahkan lebih panjang lagi. Ada varian cerita tentangnya, ada yang mengatakan, memang salahnya kang Ahmad yang ikut-ikutan menjalankan bisnis nggak jelas yang hanya berorientasi pada perbanyak keanggotaan dan masih ada bermacam versi cerita lagi. Tapi ada satu versi yang menurutku masuk akal, yakni bahwa kang Ahmad hanyalah korban dari penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Ahmad sempat hidup layak, katakanlah begitu sebab ia menggunakan fasilitas hidup memadai, macam mobil dan atau yang lainnya. Mungkin itu dulu untuk mendukung gaya hidup perlete. Ia selalu terlihat berpakaian rapi, dan dipadu dengan intonasi gaya bicara memikat. Orang-orang yang mengikuti bisnis macam itu biasanya memang lebih menonjolkan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semua itu lenyap begitu saja bersama ditangkap dan dibongkaranya model usaha yang dikerjakan oleh Kang Ahmad dan teman-temannya. Waktu itu Kang Ahmad sudah lumayan enak. Ia ada dalam tingkatan tepat di bawah bos-bos. Kang Ahmad sudah memiliki banyak bawahan, dan oleh sebab itu ketika bangkrut maka Kang Ahmad dituntut untuk mengembalikan segala yang telah ia peroleh atau dengan kata lain Kang Ahmad menganti-rugi semua yang dituntut anak buahnya. Sampai pada akhirnya kekayaan yang telah dihimpun Kang Ahmad tak cukup lagi dan ia sempatkan pula untuk bekerja ke luar pulau demi melunasi kekurangan-kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, banyak orang yang salut dengan Kang Ahmad, yang mau bertanggung jawab, bukan seperti bos-bos atasan Kang Ahmad yang melarikan diri serta membawa uang bawahannya, entah ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lekat memandang bulat oval wajah Kang Ahmad. Hanya ada sedikit rambut yang tumbuh di sisi-sisi kepala, di atas telinga dan bagian belakang kepala saja. Dalam keseharian Kang Ahmad kini lebih sering memakai kopiah dan mungkin karena alasan itu. Aku hanya menduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho kok diam, diajak dialog malah ngelamun?" Tanya Kang Ahmad.&lt;br /&gt;"Hmm... Kang. Kapan, ya? Kiranya kita terbebas dari rasa bosan menunggu hidup?" Aku sengaja bertanya yang tidak nyambung dari apa yang diomongkan Kang Ahmad awal tadi.&lt;br /&gt;"Mungkin maksud pertanyaanmu begini, harus dikemanakan orang-orang miskin macam kita?"&lt;br /&gt;"Lha, tapi sampeyan kan pernah kaya?" tanyaku lagi.&lt;br /&gt;"Sebenarnya kaya ataupun tidak itu hanya pandangan orang lain dan biasanya dia hanya melihat lahiriahnya saja. Dan yang terpenting adalah dalamnya, kalau kita masih merasa kurang itu bukan kaya namanya."&lt;br /&gt;"Begini, Kang. Kalau disuruh memilih kehidupan yang dahulu dan yang sekarang sampean pilih mana?" Desak kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Ahmad hanya diam, wajahnya seakan kecut dengan kenangan yang memanggangnya. Dia menantapku, aku pun diam. Ada suasana nggak mengenakkan di antara obrolan kami.&lt;br /&gt;Sejenak sebelum berkata Kang Ahmad menghela nafas dalam-dalam dan menghempaskannya pelan-pelan seakan dengan begitu keluar juga segala beban yang dipikul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, sebenarnya kita itu dipilih bukan memilih, meski seakan yang ada di hadapan kita mengharuskan kita untuk memilih. Namun itu semua telah ada yang mengatur dan sudah ada jatah pasti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau jawabanya kayak gitu mengapa kita harus kerja?" Eyelku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang gini kerja itu untuk apa? Digunakan buat apa? Toh, kalau pun kita tidak kerja apa kita akan mati? Yo, memang benar semua itu sudah ada jatah dan sudah diatur oleh Tuhan. Tapi gini mungkin ini sebuat pengibaratan, ‘Saat kita lapar. Jika sudah ada nasi di piring, lalu apa nasi itu akan datang sendiri ke mulut untuk kemudian dikunyah oleh gigi. Kan harus ada tangan untuk mengambil lalu menyuapi ke mulut. kita butuh perantara semisal cendok, tangan untuk mengambil dan sebagainya. Lha, kerja itu macam begitu, kerja itu hanya sebuah formalitas hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dicari orang kan bukan hanya makan, atau hasil dari kerja yang bisa berupa harta kekayaan, berwujud materi" kata Lek Jo menimpali yang ternyata sejak tadi menyimak pembicaraanku dan Kang Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu buat apa kerja? Aku semakin bingung, Lek?" Tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah.. orang macam kamu kalau dikasih tahu malah balik membalikan tanya, tak berkesudahan jadinya” Jawab Lek Jo yang mungkin suntuk mendengarkan obrolanku dengan kan Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lek, kalau kerja itu diartikan untuk membuktikan bahwa kita membutuhkan Tuhan dan hanya mencari Ridlo-nya, bagaimana? Sebab kalau kita sedang susah biasanya berdoanya manteng, khusuk dan tentunya jangan lupa jika dapat hasil, sisihkan untuk mereka yang membutuhkan agar mendapat ridlo-Nya” kata Kang Ahmad mengakhiri obrolan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga cerita dari orang-orang, kayaknya kang Ahmad sudah berubah, lebih matang meski kemiskinan masih menjadi teman setia…&lt;br /&gt;(mungkin kalau Kang Ahmad tidak bangkrut, ceritanya akan lain...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________________________&lt;br /&gt;Majalah Misykat edisi 61 Juni 2010&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gambar &lt;a href="http://shadowness.com/tusoksiomai91/day16-informationoverload"&gt;dari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2085684072677695060?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2085684072677695060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/12/formalitas-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2085684072677695060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2085684072677695060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/12/formalitas-hidup.html' title='Formalitas Hidup'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8656905328554574507</id><published>2010-11-20T13:18:00.000+07:00</published><updated>2011-03-04T19:03:40.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Sekian,.. dari kisahmu yang terbengkalai di mimpi kami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;[ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;poesie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sekian,.. begitu ucap kau di akhir sebuah kisah yang terujung  tanya dan hanya menyisa resah. Engkau tak pernah merasa kecewa, dan  bersalah atau kami yang menyimak tersibak dan tersibukkan makna yang  dipaksakan hitam. Gelap menyelubung dan dentingan huruf berplantingan di  benak, terusung oleh letik jemari yang menari di coretan putih (itu  hanya menurutmu, bukan?) Namun, di sini kami menyaksi rasa yang beda,  warna yang nggak sama lagi dan cipta yang hambar pada kesekian yang  terucap, tercecap lalu lenyap begitu saja. Dan kau berucap, "Antara kebisingan  dan kesunyian terletak di kesendirian. Ketika burung-burung malam  beterbangan dan gelap bukan lagi lawan sebab yang hinggap dan ada dalam  pengap, hanya imaji yang terhenti" (dan Bukan pada waktunya, bukan?)  O,.. apa yang kau tangkap dari kisahmu yang terbengkalai di mimpi kami,  dari kata-kata yang berjubal terjejal di ketidakpahamanan kami, begitu  pula sudut pandang telah lama tersudut di picing mata dan sepertinya  gemerincing koin-koin berjatuhan tergelegar ledakkan hati. Maka bukan  lagi kami yang tidak percaya dan bukan pula kata-kata yang terjerat  makna. Mereka yang mimpinya telah dicuri, mungkin akan lebih banyak  bersaksi dan kami hanya sanksi...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/43972/image_t6.jpg" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; gambar &lt;a href="http://shadowness.com/tusoksiomai91/day15-kaluluwa"&gt;dari&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8656905328554574507?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8656905328554574507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/sekian-dari-kisahmu-yang-terbengkalai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8656905328554574507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8656905328554574507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/sekian-dari-kisahmu-yang-terbengkalai.html' title='Sekian,.. dari kisahmu yang terbengkalai di mimpi kami'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-7391092850500483642</id><published>2010-11-03T16:29:00.000+07:00</published><updated>2011-03-07T18:04:21.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paragraf'/><title type='text'>peringatan hari raya</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;[ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf&lt;/a&gt; ]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski apa yang nanti tertulis dalam catatan singkat di bawah ini, bukan suatu hal baru yang tidak asing lagi bagi kita. Tetapi apa yang ada; baik merupakakan hikmah maupun sebenarnya 'sebuah' Hari Raya itu adalah apa esensi yang dimiliki dan bagaimana ber-makna ataupun mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/45260/image_t6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html"&gt;&lt;b&gt;1. Mengenai penanggalan dan penetapan 'Hari Raya',&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; beda bukan merupakan hal baru dalam Islam. Tampak oleh kita mengapa mereka ('petinggi agama'; saya memilih kalimat tersebut sebagai bentuk dari otoritas umat muslim sekarang ini bukan tertentu pada ulama saja, sebab adakalanya saat ini seorang yang mahir dalam ilmu falak juga bisa mencetuskannya ) berkeyakinan dalam memegang dalil-dalil dan metode yang mereka anut? Sedikit catatan mengapa terjadi beda; dalam Ilmu Falak dikenal istilah &lt;b&gt;Hisab&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Rukyatul Hilal&lt;/b&gt; dalam menentukan awal bulan Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah jika Hisab, ialah melalui metode penghitungan 'matang' pergerakan bulan. Di mana "wujudul Hilal" (wujud bulan yang bisa terlihat di awal bulan dalam cuaca yang baik) ada di tiap sore hari pada akhir bulan Hijriah dan bila telah dihitung sudah mencapai walau 0, sekian derajat (misalkan 0,5/ setengah derajat) berarti besok pasti awal bulan. (Tanpa perlu adannya observasi melihat hilal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan metode rukyah adalah mendapati hilal dengan cara melihatnya dengan mata langsung atau melalui alat bantu (teropong dan alat astronomi lainnya).&amp;nbsp; Dalam hal ini penganut metode rukyah juga telah menghitung/ meng-hisab terlebih dulu berapa derajat tinggi hilal yang ada di suatu awal bulan hijriah itu. Rukyah biasa dilakukan pada hari ke 29 (yaitu pada sore harinya menjelang/ setelah maghrib) suatu bulan Hijriyah. Para penganut metode rukyah (tahqiqi) memiliki batas 2, sekian derajat (2,.. atau lebih derajat) "Wujudul Hilal". Observasi Hilal pasti dilakukan oleh para penganut metode rukyah. Bila Hilal tidak mencapai ukuran itu (2, sekian derajat) dan kemudian diadakan observasi hilal tetapi hilal tidak tampak karena terkendala cuaca yang tidak bersahabat/ ada mendung atau yang lainnya maka digenapkan menjadi 30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik poin beda dalam masalah di atas; hanya pada batas "wujudul hilal" (0,.. dan 2,.. derajat) dan mereka mempunyai hujah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; Sebenarnya ada yang lebih bermakna daripada berpolimik dalam beda. Tentang suatu 'peringatan' ataupun 'perayaan', jika menilik dari dua kata tersebut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html"&gt; per-ingat-an:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; mempunyai dua kandungan makna yang berbeda, bisa jadi asli kata 'ingat' yang mendapat awalan kata "per-" dan akhiran "-an" berarti; &lt;b&gt;(1)&lt;/b&gt; kenang-kenangan; sesuatu yang dipakai untuk memperingati. Misalkan Hari Raya Idul Adha adalah dalam rangka memperingati peristiwa diwajibkannya berkurban seperti yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim meski harus mengorbankan putranya, yakni Nabi Ismail. Namun bisa pula kata "peringatan" berarti &lt;b&gt;(2)&lt;/b&gt; nasihat (teguran dsb) untuk memperingatan. Dalam hal ini tentu berhubungan dengan diri kita masing-masing yakni dengan adanya "peringatan " Hari Raya" seberapakah kita telah berbagi? Sebab Esensi dari ber-Hari Raya adalah berbagi, saling memberi dan peduli. Ada Zakat Fitri di Idul Fitri dan menyembelih hewan kurban di Idul Adha. Dan kesemuannya merupakan pengingat dari Tuhan bahwasanya bersedekah/ memberi berarti penting bagi kebersamaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html"&gt;pe-raya-an&lt;/a&gt;:&lt;/b&gt; berarti pesta untuk merayakan suatu peristiwa. Tetapi apa yang dirayakan? sesungguhnya dalam Hari Raya adalah perayaan yang berupa "kebijakan" (kewelasa-asihan) Tuhan kepada mahluk, bahwasannya pada hari tersebut diharamkan untuk berpuasa. (silahkan untuk beda menafsiri...)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1176506137"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html"&gt;&lt;b&gt;3. Kadungan hikmah yang mendasar pada "Hari Raya" (Idul Firti ataupun Idul Adha)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; di samping kewelas-asihan Tuhan, ada pula muatan demokratis yang diagung-agungkan sebagai perlambangan arti kemanusiaan. Mengapa?. Dalam Idul Fitri sudah jelas ber-zakat berarti membantu orang-orang yang membutuhkan dan itu merupakan ruh daripada humanisme. Begitu pula Idul adha dengan sedekah sunat berkurban hewan merupakan pengingat&amp;nbsp; bagi orang-orang yang mampu/ dicukupi harta bendannya untuk tidak lupa berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ada satu ayat yang&amp;nbsp; mengisahkan tentang Demokrasi dalam rangkuman cerita-cerita yang menghiasi peristiwa Idul Adha; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html"&gt;"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=""&gt;(QS. Ash-shaffaat﻿:102)&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa metode "dialogis" dalam mengajarkan anak sangat didukung oleh ajaran Islam. Kesimpulan ini pula menolak anggapan sebagian orang kalau Islam mengajarkan ummatnya otoriter, khususnya dalam mendidik anak. Dapat pula disimpulkan lain bahwa metode "dialogis" yang merupakan pilar utama dalam demokrasi oleh Nabi Ibrahim telah diajarkan beberapa ratus ribu abad yang lalu. "Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” berpendapat dalam demokrasi adalaah hal lumrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html"&gt;&lt;b&gt;(bisa jadi Nabi Ibrahim adalah peletak dasar demokrasi di dunia dan patut meyandang gelar Bapak Demokrasi Dunia)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tulisan ini saya buat, mohon masukan, kritik serta dalog yang membangun demi kebersamaan kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediri, 10 Dzulhijah 1431 H/ 17 November 2010 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: dari berbagai sumber&lt;br /&gt;- KBBI&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=136600454092/"&gt;facebook&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-Reza Zakaria, Pengajar Ilmu Falak di Pondok Pesantren Lirboyo&lt;br /&gt;- gambar &lt;a href="http://shadowness.com/Beautifulreal/breakfast"&gt;dari&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-7391092850500483642?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/7391092850500483642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7391092850500483642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7391092850500483642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html' title='peringatan hari raya'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1960192611278554518</id><published>2010-09-19T20:40:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T15:08:15.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>MENGEMBANGKAN BUDAYA SANTUN (D. Zawawi Imron )</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html"&gt;kliping&lt;/a&gt;]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="title" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Makalah Pidato Kebudayaan 2007&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TJYQyQamuBI/AAAAAAAABBY/8zJW1jUTI_M/s1600/zawawi.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TJYQyQamuBI/AAAAAAAABBY/8zJW1jUTI_M/s320/zawawi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Paling tak enak, konon, makhluk Tuhan yang disebut manusia. Pasalnya, kalau makan harus cari yang halal, kalau mau berpasangan harus nikah, dalam hidup keseharian pun harus memakai pakaian. Perhatikan kambing, kerbau, ular, kecoak dan binatang lainnya, tidak memakai pakaian tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat seperti itu tentunya boleh-boleh saja, kita tidak boleh marah, karena marah tidak bisa menyelesaikan masalah. Pendapat yang demikian itu, mungkin karena ia merasa hidup ini terlalu banyak rambu-rambu moral. Sehingga orang tidak bebas seenaknya seperti binatang. Kemudian ia merasa iri terhadap binatang yang bisa bebas berbuat apa saja. Harimau menerkam kancil tidak ada hukum yang akan mempermasalahkannya, kijang memacari adik kandungnya sendiri tetap sempurna sebagai kijang. Ayam suka bertarung dengan saudaranya sendiri, tidak akan pernah ada yang memecatnya berhenti menjadi ayam. Sebab memang begitulah sempurnanya peri kebinatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalau menjadi manusia, dari kecil sudah harus sekolah, harus pintar, harus jujur, harus sopan, harus mandi, harus pakai sabun, harus bikin rumah, harus bikin kapal penyeberangan, harus bikin pabrik, harus demokratis, harus cantik, harus ganteng, harus santun dan puluhan ribu harus yang lain. Kayaknya hidup ini hanya untuk melakukan harus dan harus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal harus yang positif itu tak lebih dari tuntutan kepentingan manusia itu sendiri, agar hidup lebih nyaman dari pada bergaya semau gue yang tanpa keharusan untuk bertanggung jawab terhadap kemanusiaan. Harus itu mungkin semacam “perjanjian” manusia dengan kemanusiaannya sendiri agar manusia itu mampu menemukan bahagia yang sejati. Yaitu hidup sebagaimana layaknya manusia, tidak pinjam gaya yang telah umum dipakai oleh moyet dan gorila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan menghindari diri dari berlagak dengan gaya binatang, sebenarnya seorang manusia hanya menjalankan kodratnya sebagai manusia. Apa sulitnya seorang manusia menjalankan kodratnya sebagai lazimnya manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan itu mungkin mudah, tapi mungkin pula susah. Kata-kata bisa saja meluncur memberi jawaban yang sementara bisa dianggap benar, tapi apa manfaatnya sebuah jawaban dengan kata-kata, kalau perbuatan saya masih juga berbeda dengan yang saya ucapkan. Itu bisa terjadi karena “lidah memang tidak bertulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara kefasihan, meskipun kefasihan konkret dalam bentuk perbuatan yang jelas memuliakan manusia, dalam bidang kebudayaan kita tidak bisa meremehkan kefasihan estetik. Yaitu kefasihan dalam bahasa keindahan yang menunjukkan kemuliaan hati manusia, yaitu seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kefasihan itu dimiliki oleh para seniman, yang berangkat dari hatinya yang indah. Kefasihan estetik adalah hasil dari proses kreatif para seniman untuk mengekpresikan dirinya (dalam hal ini pengalaman hidup lahir batin) dalam karya-karya yang sesuai dengan bakat-bakat pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses olah pikir dan olah rasa seniman dalam membawa suara kehidupan, pada satu sisi adalah penghormatan dan rasa syukur sang seniman atas anugrah yang berupa bakat dan talenta yang diberikan Tuhan kepadanya. Pada awal olah seni (proses kreatif) disadari atau tidak ada langkah yang ditempuh untuk menempuh jalan syukur. Syukur itu bentuk terima kasih yang dimaknai memanfaatkan rahmat Tuhan yang berada dalam diri. Tidak menghargainya, akan mengurangi nilai kreatif dan sekaligus menolak untuk kreatif, dan itu sama dengan menolak memihak kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu mengembangkan diri secara kreatif, bagi pribadi masing-masing seniman merupakan tanggung jawab kekhalifaan sebagai makhluk mulia yang jauh lebih mulia dari makhluk Tuhan yang lain. Berbicara tentang pribadi, kreatifitas itu sendiri menuntut seseorang untuk menemukan (yang sesungguhnya mencari dengan kesungguhan) ekspresi yang merupakan representasi dari dirinya sebagai pribadi yang hadir ke dunia. Perjuangan kreatif memberi makna bagi hidup seperti ini penuh dengan aneka tantangan yang kesakitan. Domisili, sarana, rujukan, kawan dan lawan dialog kadang bisa menjadi hambatan, tapi tidak mustahil juga bisa mendorong lajunya kreatifitas. Semua itu akan menjadi romantika, bahwa sukses itu pada umumnya adalah milik orang yang sungguh-sungguh dan tabah untuk naik dari satu jenjang ke jenjang berikutnya sekaligus memberi harkat kepada umur dan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika karya seni itu berhadapan dengan masyarakat, sebuah karya kadang disalahfahami sehingga berhadapan dengan pelarangan, pencekalan, dan bahkan pemasungan. Sebuah hasil kreatif yang dipersembahkan kepada masyarakat dan kemanusiaan ternyata harus dikuburkan. Namun, karya seni sebagai suara kebenaran estetik dan sebagai suara kemanusiaan sebagian sulit untuk dikubur. Karya sastra yang dilarang justru lebih banyak dibaca orang dengan digandakan memakai fotokopi. Sebuah karya sastra yang dilarang semakin menarik dan menggoda untuk dibaca. Berbeda dengan lukisan dan patung kalau dibakar dan dihancurkan bisa tamat riwayatnya. Sang seniman tentu merasakan kepedihan. Tapi ada pula yang arif bisa menikamati kekecewaan, karena sebagai manusia kreatif ia tidak mau memberhalakan kesedihan. Dari sini kekecewaan dan kepedihan bisa menjadi landasan kreatif untuk menghasilkan karya-karya yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dan pemberian ruang yang luas kepada karya-karya kreatif adalah penghargaan kepada kemanusiaan. Dalam iklim berkeseniman yang sehat, biarlah sang seniman itu sendiri melakukan pencekalan bagi dirinya, karena ia sendiri yang tahu untuk berbuat dan tidak berbuat. Kearifan kemanusiaan serta kedekatan kalbu seorang seniman dengan Tuhan yang berupa kecerdasan spiritual, akan melahirkan karya-karya yang bukan hanya menyenangkan tetapi mencerdaskan dan mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun seniman itu manusia kreatif, tidak berarti di luar kesenimanan tidak ada kemuliaan dan keindahan. Para penemu di bidang pendidikan, kedokteran, teknologi, dan lain-lain, termasuk Pak Mudjair yang menemukan ikan laut yang bisa diternakkan di darat, adalah kreator-kreator yang pantas dihormati. Semua sektor dan semua profesi tentu mulia, asalkan bermanfaat bagi kemanusiaan. Penghargaan kepada profesi lain seperti itu menunjukkan sikap dewasa, bahwa sang seniman dapat membebaskan dirinya dari godaan arogansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini diperlukan kerendahatian para seniman, bahwa kesenimanan itu adalah salah satu sektor dari pengabdian kepada kemanusiaan. Kerendahhatian seperti ini akan menghapus kesalahfahaman antara seniman dengan masyarakat dan antara seniman yang satu dengan seniman yang lainnya. Ketika nurani dikembangkan dalam keindahan rasa kemanusiaan, musuh seorang terasa banyak, dan teman seribu terasa sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanusiaan akan terasa indah bila dalam merumuskannya tidak selalu dengan kata-kata. Perbuatan-perbuatan santun yang membuat diri dan orang lain merasa enak dan nyaman meskipun itu dilakukan seorang bisu, akan menjadi bahasa kemanusiaan yang penuh kefasihan. Tindakan yang nyata dan bermakna bisa lebih fasih dari sejuta untaian kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak heran kalau pada zaman dahulu kala, dikisahkan ada filsuf yang pergi mengembara dari satu daerah ke daerah yang lain, dari satu lembah ke lembah yang lain, dari satu kota ke kota yang lain, dengan obor di tangan baik siang maupun malam. Setelah ada seseorang bertanya, apa yang ia cari, ia lalu menjawab: “Saya sedang mencari manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertanya jadi tertunduk. Ia mulai introspeksi, pantaskah dirinya mengaku manusia? Berdasarkan perilakunya sehari-hari, orang itu merasa malu mengaku, bahwa dirinya manusia. Itu pada zaman dahulu kala. Pada zaman modern ini, setiap manusia perlu bertanya kepada dirinya sendiri, manusiakah diriku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang mencoba bertemu sekelompok besar manusia yang disebut rakyat. Mereka kebanyakan hidup di pedesaan, dengan pikiran dan cara hidup yang sederhana. Tidak mustahil kalau mereka banyak yang miskin. Merekalah yang kalau ada peringatan hari kemerdekaan, ada panitia yang menanamkan pohon pinang yang dianggap layak jadi tontonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pinang yang dilincinkan seperti betis Ken Dedes serta diberi pelumas itu di puncaknya digantung dua buah kopiah, dua buah sarung, empat kerudung wanita, dan entah berapa lembar kaos oblong serta kaos singlet. Siapa pun boleh memanjat pohon itu, tapi yang paling banyak adalah orang miskin yang ingin mendapatkan benda-benda yang disukainya. Karena sangat licinnya, baru setengah meter naik sudah meluncur ke tanah lagi. Para penonton lalu bersorak kegirangan. Untuk sampai ke puncak pohon pinang itu dibutuhkan perjuangan berjam-jam, lalu kemudian orang-orang miskin itu meraih salah satu barang yang diidamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kebiasaan di beberapa tempat di negeri kita selama berpuluh tahun yang entah kapan dimulainya. Tapi itulah kira-kira gambaran kesulitan orang miskin dalam meraih rejeki dan kesejahteraan yang dikemas menjadi tontonan gratis. Nonton betapa sulitnya jadi rakyat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir dengan disiplin ilmu model apa saja, kemiskinan itu memang tidak merdu didengar, apalagi dialami sendiri. Artinya, orang yang sekadar melihat orang miskin tidak akan sama pengalaman pahitnya dengan si miskin itu sendiri. Meskipun kadangkala, seorang yang tidak miskin menyaksikan orang miskin kalbunya tergetar oleh rasa terenyuh atau haru. Susah yang dirasakan orang miskin bisa berlipat ganda, bayangkan kalau anak-anak dan istrinya sehari makan dan sehari tidak, sementara orang menagih utang bergantian. Merekalah yang perutnya sakit seperti penuh dengan pecahan gelas-gelas kaca. Usaha mendapatkan penghasilan sudah diupayakan ke sana ke mari, tapi terganjal oleh sistem dan struktur sosial yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, betapa pentingnya kita mencerahkan kalbu agar punya simpati dan empati terhadap kemiskinan. Penghayatan jiwa kemanusiaan yang dalam, dilukiskan Sutardji Calzoum Bachri, yang tertusuk padamu berdarah padaku. Penghayatan kemanusiaan bahwa derita seorang anak manusia hakikatnya adalah kesakitan seluruh umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi terhadap kemiskinan itu, setiap saat bentuknya bisa berbeda. Perangkat-perangkat afeksi, seperti kalbu dan syaraf-syaraf perasaan tentu harus dipasang baik-baik sehingga terasa bahwa dalam bagian yang hakiki dari ruh ada kelenjar yang jatuh. Yaitu kelenjar kemanusiaan atau kelenjar persaudaraan, bahwa antara diri dengan orang lain baik yang miskin maupun yang kaya ada benang persaudaraan yang menghubungkan keduanya. Itulah jiwa-jiwa yang terpadu dalam kemanusiaan yang dicerahkan dengan percikan sinar Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan jiwa kepada kaum miskin itu perlu kelanjutan pendalaman spiritualitas agar apa yang kita miliki menjadi siap untuk selalu membuat orang miskin dan orang lain tersenyum, karena di dalam diri telah kental spirit seperti yang dilukiskan ucapan penyair Al-Ma’ary: “Janganlah hujan membasahi ladangku kalau tidak menyiram seluruh bumi.” Manusia yang sehat rohaninya akan berupaya menjadi agen perpanjangan dari kasih sayang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memandang kemanusiaan itu ada ucapan Sayidina Ali bin Abi Thalib yang pantas untuk direnungkan, “Tidak lapar orang miskin kecuali karena rakusnya orang kaya.” Menurut pemahaman ini, sebenarnya rezeki dari Tuhan untuk manusia telah cukup. Tapi kenapa ada orang miskin? Ialah karena ada orang-orang yang mengambil lebih banyak sampai banyak orang lain tidak mendapat bagian rejeki; atau karena tidak ada keadilan di bidang sosial dan ekonomi. Padahal dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 disebutkan: “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.” Untuk itu perbaikan nasib rakyat miskin atau menghormati rakyat miskin harus menjadi agenda utama pemerintah dan harus mendapat dukungan yang tulus dari orang-orang yang hidupnya lebih beruntung. Dukungan tersebut tidak hanya dukungan moral, tetapi berupa berupa tindakan-tindakan konkret yang benar-benar membuat orang miskin bisa menolong dirinya sendiri. Tindakan menyantuni orang miskin itu pasti selaras dengan substansi kepahlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feodalisme yang membagi manusia menjadi “orang besar” dan “orang kecil” (wong cilik) jelas bertentangan dengan persamaan hak dan melanggar kesantunan; kebiasaan terlambat hadir kalau ada pertemuan dan undangan, serta berlonggar-longgar dalam menghargai waktu, jelas tidak sesuai dengan prinsip efisiensi dan asas disiplin; kebiasaan makan-makan di tengah keluarga miskin ketika hari duka ditinggal mati salah seorang anggota keluarganya akan semakin menyengsarakan orang miskin; kado dan upeti yang dipersembahkan kepada atasan bisa melestarikan budaya sogok, korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menyegarkan tradisi santun itu adalah bagian dari perjuangan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan kata-kata juga bisa berupa dongeng atau cerita rakyat lainnya. Dongeng — kegiatan sastra bertutur yang hidup di tengah-tengah masyarakat agraris — sinkron sekali dengan alam pedesaan dengan angin yang mendesir. Di malam hari, tikar digelar di halaman rumah bersamaan dengan munculnya bulan purnama. Kemudian nenek atau kakek mendongeng yang dikelilingi cucu-cucunya yang tercinta. Pada saat itu terjadilah proses rekatan kekerabatan yang sublim yang bisa semakin menghaluskan perasaan dan rasa kasih sayang. Selain itu, dongeng sangat membantu rasa sayang kepada binatang dan tumbuh-tumbuhan bila dongengnya berupa fabel yang mengisahkan kehidupan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kemanusiaan saya jadi sedih oleh dongeng “Si Kancil” binatang yang dianggap tokoh cendekia padahal ia penipu yang tidak berjiwa. Banyak orang bersimpati pada kecerdikan Kancil, tapi empati saya justru kepada binatang yang ditipu Kancil. Ternyata kecerdikan Kancil bisa digunakan untuk mencelakakan sesama binatang. Anehnya, tipu daya seperti itu sesekali dilakukan juga oleh cendekiawan manusia. Kenyataan telah bicara, beberapa cendekiawan kita ada yang telah mengkhianati hati nuraninya sendiri dengan berbuat merugikan negara dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wacana budaya, kalau kita kreatif memahami tradisi, kearifan itu dapat mengingatkan kita pada kehidupan masa kini kita. Dalam sebuah Lontara (kitab sastra Bugis-Makassar) terdapat dialog antara penguasa dengan rakyat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karaeng Bajo: “Engkau telah angkat kami sebagai rajamu. Kami bersabda dan engkau tunduk-patuh. Kami adalah angin dan engkau adalah kayu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paccalaya dan Kasuwiyang Salapanga menjawab: “Engkau adalah angin dan kami adalah daun kayu. Akan tetapi, hanya daun kayu yang telah menguning sajalah yang engkau turunkan. Engkau tidak akan mengambil ayam dari kandang kami. Jika engkau menginginkan barang kepunyaan kami, engkau membelinya dengan harga yang patut dibeli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kalimat, “hanya daun kayu yang menguning sajalah yang engkau turunkan,” menunjukkan betapa manusia dituntut santun walaupun terhadap tumbuh-tumbuhan. Sejalan dengan itu, agama juga mengingatkan bahwa salah satu tugas manusia di dunia adalah menjadi khalifah yang merawat bumi, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang berbunyi: “… Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi dan menugaskan kamu sebagai pemakmurnya,…” (Q.S. Hud, 11 : 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teologis, memakmurkan bumi bukan sekedar mencari makan. Hakikinya, tindakan itu adalah sebagai bentuk persahabatan antara manusia dengan alam. Bahkan dalam budaya Minangkabau, alam bukan hanya sahabat, tapi “alam terkembang jadi guru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemakmuran akan melahirkan konsekuensi logis berupa terpenuhinya kebutuhan pokok hidup manusia. Upaya memakmurkan bumi atau tanah air yang didasari dengan kesadaran terdalam akan menjadi proses pendekatan antara manusia dengan Tuhannya. Soal teknologi pacul dan bajak diganti dengan traktor di era teknologi ini menunjukkan adanya hasil dialog yang menunjang kemajuan dan kebudayaan yang kreatif sebagai jawaban atas tantangan zaman yang semakin modern. Dengan demikian, teknologi bisa menjadi sarana untuk bersyukur dan bersujud kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog berkesinambungan itu tentunya melibatkan berbagai sektor atau bahkan semua sektor. Tidak kurang pentingnya adalah sektor pendidikan yang jelas arahnya. Karena itu, dibutuhkan daya kreatif dengan membuka wacana-wacana baru yang berorientasi ke masa depan. Orientasi ke masa lalu tanpa melihat ke depan bisa membuat anak-anak kita tampil kadaluarsa sebagai aktor yang terlambat hadir dan tidak visioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah diperlukan pendidikan untuk membawa anak cucu kita kepada pemberdayaan dan keberdayaan baru. Adanya sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah penjajahan Belanda pada awal abad ke-20 terbukti telah membawa bangsa kita kepada wawasan baru dan modern. Berdirinya Republik Indonesia 17 Agustus 1945, pengelolaan serta penyelenggaraan negara kita selanjutnya tidak lain adalah berkat adanya pendidikan modern itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tidak ada desa yang tidak punya sekolah. Bahkan untuk satu desa sudah ada lebih lima sekolah dasar atau yang setingkat. Lembaga pendidikan SMP, SMA, sekarang sudah bisa ditemukan hampir di semua ibukota kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun model pendidikan kita agaknya masih juga kelanjutan dari sisa-sisa pendidikan kolonial yang telah direvisi di sana-sini. Anak didik di pedesaan diajar seperti anak Jakarta. Jarang ada keterampilan yang diajarkan sesuai dengan alam desa dan alam pesisir. Anak-anak petani tidak ditanami penghayatan mendalam terhadap aroma lumpur sawah dan tanah tegalan, serta anak-anak nelayan tidak diajar terampil menebar jala dan mengembangkan layar. Akibatnya, sesudah tamat SMA sebagian mereka menjadi anak yang gagap untuk bekerja di desanya sendiri. Yang anak petani enggan memegang cangkul dan membajak, serta anak nelayan tidak ada gairah terjun ke laut untuk menerjang ombak dan menentang angin. Sebagian dari mereka merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, atau jadi TKI ke luar negeri yang siap dianiaya atau dihina oleh majikan. Dalam kurikulum memang ada muatan lokal, tetapi sampai sekarang pengajar yang kompeten di bidang itu sulit ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh yang lain ialah kenyataan hasil dari pendidikan kita. Pada sekitar zaman kemerdekaan, menurut catatan Eka Budianta, jumlah sarjana masih sangat sedikit, sekitar 45 orang. Tapi kita mampu menegakkan kedaulatan, mengusir penjajah, mampu memenangkan diplomasi sehinggga menjadi bangsa yang terhormat. Zaman itu memang tidak mulus, di sana-sini ada pertentangan sesama kita, antara lain seperti “Peristiwa Madiun,” munculnya DI-TII dan lain-lain. Tetapi relatif bisa diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita sudah punya jutaan orang sarjana, yang sebenarnya harus bisa mengatasi semua krisis yang melanda negara dan bangsa kita akhir-akhir ini, baik dalam bidang ekonomi, politik, hukum, budaya, dan lain-lain. Tetapi pada kenyataannya, di antara kita hanya pandai bertengkar dan saling-cakar sesama kita sendiri, kerusuhan terjadi di mana-mana. Di samping itu, pembakaran hutan, korupsi, penggundulan bukit yang menimbulkan banjir, semua itu dilakukan oleh orang-orang yang terdidik. Kenapa ada orang terdidik ternyata hanya pandai mendatangkan malapetaka? Lalu apa guna sekolah-sekolah dan perguruan tinggi itu didirikan kalau kita hanya pandai merusak, bertengkar, menghujat, mencacimaki pemimpin, dan berbuat kekerasan? Padahal kalau hanya untuk saling-cakar dan bermusuhan saya kira orang tidak perlu sekolah. Kenapa pada era banyak sarjana keberutalan dan kekerasan makin marak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menjadi pertanda, bahwa pendidikan untuk membentuk manusia-manusia yang santun itu sangat penting. Kesantunan dan budi pekerti itulah yang akan membuat atmosfer kehidupan terasa tenteram dan segar dengan manusia-manusia yang adil dan beradab. Semua tindakan manusia itu berasal dari kalbu. Kalau kalbunya keras, hati nuraninya dangkal dan rasa kasih sayang kepada sesama sudah tidak ada, maka kekerasan tidak akan bisa dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat pembunuhan wartawan Udin, wafatnya Munir, tawuran antar-pelajar dan kekerasan massal lainnya yang sering diberitakan di koran dan televisi, semuanya itu membuktikan nyata bahwa kekerasan itu ada, dan manusia yang haus darah saudaranya sendiri juga benar-benar ada. Itulah “disharmoni sosial” akibat adanya benturan kepentingan yang melonjak menjadi konflik. Ketegangan psikilogis yang menyebabkan disorientasi mental dan hilangnya rasa santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini telah terjadi proses pendangkalan spiritual dan moral. Kehidupan beragama, misalnya, memang tampak semarak dan berkibar. Sekarang ada baju “takwa.” Bahkan, naik haji sudah diminati banyak birokrat dan artis. Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah ada mushalla. Dari sudut esktrinsik formal, yang demikian itu sangat positif. Hanya saja, kalau hal ini tidak diimbangi dengan penghayatan intrinsik yang ditandai dengan tunjamnya sujud jiwa kepada Sang Pencipta, serta upaya membersihkan hati, semaraknya kegiatan agama itu belum menyentuh esensi agama. Yang justru terjadi adalah pendangkalan ruhani. Dalam kondisi seperti itu, agama dan Tuhan terkadang hanya dijadikan sebagai bendera kebanggaan. Cara beragama yang cenderung ekstrinsik ini akan gagal mendapatkan makna hidup yang hakiki. Karena itu semaraknya kehidupan beragama harus disertai dengan penghayatan spiritual yang mendalam dan kedekatan kalbu dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang menyerbu lewat aneka media — termasuk sebagian tayangan televisi yang tidak bermutu — kepada manusia-manusia yang jiwanya tidak tegar dan tidak punya daya tangkal, bisa membuat orang mengabaikan hati nuraninya sendiri (Alexis Carrel). Tidak mustahil bahwa hal itu akan sangat mendongkrak proses pendangkalan ruhani yang pada puncaknya menyebabkan manusia kehilangan substansi kemanusiaannya. Materialisme, hedonisme, dan sadisme akan sangat subur dalam masyarakat yang ruhaninya kering kerontang. Menyadari pendangkalan itu sebagai “bahaya” barangkali sudah saatnya. Secara idealistik, kita punya nilai-nilai luhur, akan tetapi, sebagian orang menguasainya hanya sebatas omongan dan belum bergairah dalam melaksanakannya. Akhirnya, kemanusiaan menjadi indah dalam ucapan, lukisan, dan nyanyian, dan jarang ada dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahaya dan ketimpangan hidup seperti itu kita perlu kembali merawat hati nurani dan akal budi untuk menata masa depan yang lebih indah. Dengan akal budi itu kita memuliakan manusia dan kemanusiaan. Manusia yang punya nurani dan akal sehat perlu mencermati terhadap siapa-siapa yang memenuhi kebutuhan dirinya. Ketika kita makan nasi, pikiran jernih akan menelusuri secara seksama, nasi itu berasal dari beras, dan beras itu ada karena ada petani yang menanam padi. Ketika kita makan lauk ikan tongkol, kita akan dituntun oleh akal sehat untuk berterimakasih kepada para nelayan yang bertarung di atas perahunya melawan ganasnya gelombang di tengah laut. Ketika kita memakai baju, pikiran jernih akan menggiringnya untuk mengakui jasa para petani kapas dan tukang tenun atau orang yang bekerja di pabrik tekstil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pikiran jernih yang kita kembangkan di dalam otak dan kalbu, pastilah akan tumbuh pengakuan dan penghargaan terhadap andil-andil orang-orang yang berjasa terhadap diri kita. Nanti akan berkembang apresiasi yang menjurus kepada ketajaman dan pendalaman spiritual, bahwa sebenarnya petani yang padinya jadi nasi yang kita makan, nelayan yang ikan hasil tangkapannya jadi lauk-pauk di atas hidangan kita, serta petani kapas, tukang tenun, dan buruh pabrik tekstil yang karyanya menjadi pakaian yang melindungi tubuh kita, nurani kita pasti akan mengakui bahwa mereka punya andil terhadap kesejahteraan hidup dan kehidupan kita. Mereka adalah orang-orang yang berjasa. Atau katakanlah pahlawan dalam narasi kecil. Tetapi kalau setiap hari kita mendapatkan jasa dari petani, nelayan, tukang tenun, dan lain-lain, pada hakikatnya mereka adalah pahlawan dalam narasi besar juga, yang jasanya tidak kalah dengan mereka yang jasadnya dikubur di taman pahlawan. Bayangkan, kalau para petani mogok tidak bercocok tanam, semua orang akan lapar, kalau nelayan tidak melaut, hidangan kita akan hambar. Kemudian para pahlawan yang lain silakan terus pikirkan dan cari sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penghayatan rohani yang menumbuhkan penghargaan dan penghormatan kepada orang-orang yang berjasa kepada kita itu, menjadi semakin jelas, betapa tidak berdayanya diri manusia ini tanpa bantuan manusia-manusia lain. Maka sangat sehat kalau ada pendapat bahwa setiap manusia beriman itu bersaudara. Bahkan Nabi Muhammad bersabda: “Tidak beriman seorang kamu sehingga kamu mencintai saudaramu sebagaimana mencintai dirimu sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah persaudaraan kemanusiaan perlu semakin dikembangkan, karena sesama manusia bukan hanya berasal dari satu Bapak satu Ibu (Nabi Adam dan Ibu Hawa) tetapi satu sama lain memang saling membutuhkan sehingga perlu saling menghargai serta saling menyantuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak saling mengerti yang bisa dilanjutkan menjadi saling-menghargai dan saling-menghormati terutama dalam pergumulan politik menjadi kunci ketentraman dan keamanan negara kita ini. Berbuat sesuatu yang menyenangkan orang lain adalah tindakan santun yang essensinya adalah kepahlawanan. Tidak mungkin membangun kehidupan yang tenteram dengan saling-mencurigai, saling-fitnah serta kebuasan seperti yang terdapat pada kehidupan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bernama manusia adalah makhluk yang punya keterbatasan dan kelemahan. Kita harus mampu membaca dan mengerti kelemahan orang lain. Tidak kalah pentingnya ialah mengerti kelemahan kita sendiri. Siapa tahu yang mencekal dan memasung kita bukan orang lain, tapi keterbatasan dan kemalasan yang tidak terasa telah lama berurat dan berakar dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahaman kemanusiaan, seorang yang berjiwa jernih tidak akan menyakiti orang lain. Jiwa yang jernih dan akal yang sehat tidak akan memberi ruang bagi benih dan virus-virus kejahatan untuk berkembang biak. Tugas kita sehari-hari ialah melawan angan-angan dan keinginan untuk merugikan dan menyakiti orang lain. Ketika kerusakan sedang merebak, tidak ikut latah berbuat onar sudah termasuk manusia yang baik. Kita nyalakan obor nurani, kita cari manusia dalam diri kita, sehingga tidak punya waktu untuk membenci sesama dan berbuat kezaliman. Sudah saatnya kita kembali menjadi bangsa yang santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lahir di Indonesia, minum air Indonesia&lt;br /&gt;menjadi darah kita&lt;br /&gt;Kita makan beras, sagu, dan buah-buahan Indonesia&lt;br /&gt;menjadi daging kita&lt;br /&gt;Kita mereguk udara Indonesia&lt;br /&gt;menjadi nafas kita&lt;br /&gt;Kita bersujud di atas bumi Indonesia&lt;br /&gt;Bumi Indonesia adalah sajadah kita&lt;br /&gt;Nanti bila tiba saatnya mati, kita akan dikubur&lt;br /&gt;dalam pelukan bumi Indonesia&lt;br /&gt;Daging kita yang meleleh&lt;br /&gt;akan bersatu dengan bumi Indonesia&lt;br /&gt;Tak ada alasan untuk tidak mencintai tanah air&lt;br /&gt;Tak ada alasan untuk tidak menyantuni bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang-batang, Madura, 23 Nopember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Zawawi Imron lahir di desa Batang-batang, ujung timur pulau Madura, mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak Temu Penyair 10 Kota di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 1982. Sejak tamat Sekolah Rakyat (SR, setara dengan sekolah dasar) dilanjutkan belajar di Pesantren Lambicabbi, Gapura, Semenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan sajaknya Bulan Tertusuk Lalang mengilhami Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film layar perak Bulan Tertusuk Ilallang. Kumpulan sajaknya Nenekmoyangku Airmata terpilih sebagai buku puisi terbaik dengan mendapat hadiah Yayasan Buku Utama pada 1985. Pada 1990 kumpulan sajak Celurit Emas dan Nenekmoyangku Airmata terpilih menjadi buku puisi di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Juara pertama sayembara menulis puisi Anteve dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-50 pada 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku puisinya yang lain adalah Berlayar di Pamor Badik (1994), Lautmu Tak Habis Gelombang (1996), Bantalku Ombak Selimutku Angin (1996), Madura, Akulah Darahmu (1999), dan Kujilat Manis Empedu (2003). Beberapa sajaknya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Belanda dan Bulgaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;- makalah ini saya ambil dari Dewan Kesenian Jakarta&lt;br /&gt;- foto saya ambil sendiri di Kediaman KH. Ahmad Mustofa Bisri saat acara manten putri ke empatnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1960192611278554518?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1960192611278554518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/09/mengembangkan-budaya-santun-d-zawawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1960192611278554518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1960192611278554518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/09/mengembangkan-budaya-santun-d-zawawi.html' title='MENGEMBANGKAN BUDAYA SANTUN (D. Zawawi Imron )'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TJYQyQamuBI/AAAAAAAABBY/8zJW1jUTI_M/s72-c/zawawi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-4819211698324298580</id><published>2010-08-30T01:32:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T18:12:56.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>SUNGGUH SANGAT BAHAGIA MENDENGAR KATA CINTA ITU TERUCAP DARI BIBIRMU, SAJAK...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;sajak&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/THqmlgm4CFI/AAAAAAAABBA/Z6faKeHLFgs/s1600/tangan-merpati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/THqmlgm4CFI/AAAAAAAABBA/Z6faKeHLFgs/s320/tangan-merpati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;seseorang yang pergi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;umpama pengembara yang lupa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dimana mata arah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dan ke mana langkah-langkah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;lalu ia lupa akan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;angin yang melacur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;laju lintang-bujur mimpi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;tetapi kata-kata yang menyertainya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dengan huruf berjajar rapi di shof-shof&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;memadu rakaat memandu hasrat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;khusuk menusuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;lalu selalu dalam runduk atau sujud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ia, aku atau engkau yang merasa kehilangan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ah, berkali-kali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;sungguh kenyataan menyudutkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dan di tepian seribu tanyaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ada pada sebuah jawabmu;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: large;"&gt;kesejatian bukankah&lt;br /&gt;sejauh mata memandang&lt;br /&gt;atau bukan&lt;br /&gt;sedekatkah dirimu dalam kenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan karena kerinduan-mu&lt;br /&gt;adalah luka,&lt;br /&gt;maka biarlah harap itu&lt;br /&gt;mengabarkan kecemasan,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;dimana aku atau engkau&lt;br /&gt;adalah ia yang pergi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;dan seseorang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;yang pergi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;sebagaimana ikan di alur riak sungai&lt;br /&gt;....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediri, 29 08 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-4819211698324298580?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/4819211698324298580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/08/sungguh-sangat-bahagia-mendengar-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4819211698324298580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4819211698324298580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/08/sungguh-sangat-bahagia-mendengar-kata.html' title='SUNGGUH SANGAT BAHAGIA MENDENGAR KATA CINTA ITU TERUCAP DARI BIBIRMU, SAJAK...'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/THqmlgm4CFI/AAAAAAAABBA/Z6faKeHLFgs/s72-c/tangan-merpati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-9065311066314718781</id><published>2010-08-18T11:09:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T15:25:54.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paragraf'/><title type='text'>Puas (a) kan Ramadhanmu!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://shadowness.com/file/item2/43869/image_t6.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak asing lagi, pada bulan ke delapan kalender Hijriah, kita akan selalu temui bulan Ramadhan. Bulan yang disucikan umat Islam, sebab ada berbagai peristiwa dan kemuliaan di dalamnya; di mana pada bulan itu telah diturunkan al Quran dengan malam Lailatul Qodar-nya, sampai sebutan bulan penuh berkah dan pengampuanan dosa. Ramadhan dengan puasa dan segala tata cara beribadah yang seperti dicontohkan oleh nabi adalah berarti lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencinta, tentunya dengan memperbanyak peribadatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, dalam sejarahnya (pra Islam dan awal-awal Islam) adalah bulan genjatan senjata, di mana suku-suku nomaden yang suka berperang di Jazirah Arab harus menghentikan kegemaran berperangnya. Dari sini, Islam kemudian datang memberi warna melalui akulturasi tradisi/kebudayaan (suka berperang) dengan nilai-nilai Islami. Pada masa gencatan senjata ini, kebiasaan perang terhadap orang lain diganti dengan perang kepada diri sendiri. Ya, Ramadhan kemudian menjadi medan pertempuran antar ego pribadi dan ketundukan akan ketidakberdayaan diri, serta seorang yang berpuasa diharap mampu ikut berempati terhadap sesuatu yang kurang (baca: orang kurang mampu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa, sejatinya sudah dilakukan oleh umat sebelum kita dan ini seperti diberitakan oleh al Quran;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa"( QS Al-Baqarah :183 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kendati ada beberapa pendapat tentang kapan dan bagaimana ‘orang-orang sebelum kamu’ melakukan puasa, namun pada umat Nabi Muhammad SAW, puasa yang disyariatkan mulai tahun 2 Hijriah ini dilakukan sebulan penuh pada bulan Ramadhan di siang hari mulai fajar menyingsing sampai matahari terbenam.&lt;br /&gt;Puasa adalah untuk meningkatkan kadar ketaqwaan seseorang. Meski dari bidang kesehatan/ kedokteran menyebutkan tentang manfaat puasa bagi tubuh yang secara alami memetabolisme sel-sel tubuh dan menghilangkan racun-racun kimiawi dan itu hanya merupakan nilai plus saja sebab sesungguhnya yang tahu tentang puasa kita hanya Allah, seperti dalam hadis;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Puasa itu untukKu dan biarkan Aku yang akan menganugerahkan pahalanya.” (HR. Muslim) “&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak elemen ibadah yang beriringan dengan aktifitas puasa di bulan Ramadhan. Dan itu dilakukan kontinyu dari awal bulan. Tarawih, iktikaf, memperbanyak taddarus dan lain-lain, yang kemudian disempurnakan pula dengan zakat fitrah pada akhir bulan. Di samping ahwal ibadah fisik tersebut, jika menilik makna, ‘puasa’ yang berarti ‘menahan’. Baik itu menahan untuk tidak melanggar aturan berpuasa ataupun (seyogyanya kita juga melatih) untuk menahan jiwa dari penyakit-penyakit hati (gunjing, dengki, dusta, sombong, dll) meski sebenarnya hal itu tidak membatalkan puasa? Namun jelas penyakit-penyakit hati mengurangi kadar kwalitas berpuasa kita. Untuk apa berpuasa kalau masih menyimpan penyakit hati. Maka bersiapkah kita puas(a)kan Ramadhan! Sempurnakan dan puas(a)kan Ramadhanmu?&lt;br /&gt;Ke diri, Ramadhan 1431 H (buletin Robithoh LTN Kota Kediri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/39806_1420430948158_1154195389_31008711_5596837_n.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar atas &lt;a href="http://www.blogger.com/%3Cimg%20src=%22http://shadowness.com/file/item2/43869/image_t6.jpg%22%20/%3E"&gt;dari&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%3Cimg%20src=%22http://shadowness.com/file/item2/43869/image_t6.jpg%22%20/%3E"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-9065311066314718781?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/9065311066314718781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/08/puasakan-ramadhanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9065311066314718781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9065311066314718781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/08/puasakan-ramadhanmu.html' title='Puas (a) kan Ramadhanmu!'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6048362768785630617</id><published>2010-07-28T18:31:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T14:41:33.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>yang tahu hanya aku dan Tuhanku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;kange&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TFARRrF2FqI/AAAAAAAABAw/btSiRNrwF1w/s1600/yang.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TFARRrF2FqI/AAAAAAAABAw/btSiRNrwF1w/s400/yang.jpg" width="291" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Ikhtiar adalah memilih" mungkin itu yang dapat kusimpulkan dari percakapanku bersama Lek Jo dan seseorang yang baru saja sowan ke Kiai Sholeh itu. Orang yang baru saja sowan itu sebut saja, Ia. Sebab tanpa mengenalkan diri, ia telah berkisah dan dalam percakapan itu sepertinya ia sangat terima kasih kepada Lek Jo yang telah menyarankan ia untuk bersilaturahmi ke ndalem Kiai Sholeh pagi tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Sebelum untuk kedua kalinya orang itu datang ke kedai ini, Lek Jo tadi sebenarnya sempat sedikit bercerita. Tentang seseorang yang merasa dirinya 'hanya sebuah robot', yang dipaksa untuk selalu trengginas beraktifitas menuntaskan kerjaan. Dalam hati aku bergumam, bukankah bagus yang seperti itu. Tapi entah, tadi aku merasa kurang ngeh menanggapi apa yang diperbincangkan Lek Jo, sampai kemudian orang itu datang lagi untuk kedua kali. Bla... bla... bla... Panjang kali lebar sama dengan luas dan Lek Jo begitu banyak bercerita sampai aku sulit mengingat. Dan seingatku, Lek Jo hanya sangat kasihan akan psikis yang dialami orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Kang, kau takkan menyangka? Sungguh yang ada dihadapan kita dan apa yang telah kita jalani dalam beraktifitas, bila tidak ada muhasabatun nafsi maka seringkali kita jadi salah niat. Ingatkah, pada awalnya memang benar. Kita jelas menginginkan tujuan itu, tapi sangkut paut dan gandeng ceneng suatu peristiwa dan kekalutan suasana kadang bisa merubah segalanya," ucap lek Jo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Maksudnya apa ini tentang orang yang datang tadi pagi itu, Lek?" timpalku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Yaa, untukku juga dan untuk kamu juga nggak apa-apa. Eh... itu tadi orang yang kuceritakan datang lagi kemari!" Jawab Lek Jo sembari beri isyarat atas kedatangan seseorang yang menuju ke kedai. Oh, ia ternyata begitu rapi, berperawakan tegap dan mungkin berdada bidang di balik balutan kemeja junkies putih lengan panjang yang ia lengkin hingga ke bawah siku. Dari wajahnya terpancar rasa percaya diri yang terpuaskan, ada semacam keyakinan yang terpendar. Padahal seingatku tadi Lek Jo menggambarkan orang itu tampak murung dan dipenuhi kecemasan. Sungguh ngga cocok dengan yang aku hadapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Bagaimana?" tanya Lek Jo tiba-tiba ketika orang itu masuk ke kedai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Alhamdulilah, Lek. Apa yang saya risaukan ternyata hanya kerisauan masalah lahiriyah, kerisauan luar yang hanya disebabkan dari kesalahan logika pribadi. Saya berterima kasih, Lek" kata orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Pinarak dulu, Mas. Panas-panas seperti ini jangan tergesa-gesa," sambil bergeser tempat duduk, aku menyilahkan duduk ke orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Jangan berterima kasih kepada saya. Kiai Sholeh tadi dawuh gimana?" sahut Lek Jo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Iya, mungkin memang salah saya, Lek. Dari semula memaksakan diri kemudian meremehkan sampai-sampai akhirnya memberanikan diri untuk berbuat itu dan tak peduli meninggalkan begitu saja. Tapi sebenarnya ada bermacam keanehan yang entah aku sendiri tidak tahu, kalau yang seperti itu pada awal-awalnya mengapa banyak membawa keberuntungan? Dan ini saya anggap sebagai suatu keistimewaan yang orang lain tentunya tidak punya. Namun, kalau diresapi lebih dalam dan sungguh-sungguh merenung, pada titik jenuh aku merasakan sesuatu yang tidak utuh," kata orang itu. Lek Jo hanya mengangguk-angguk dan sesekali menghela nafas panjang.&amp;nbsp; Di sebelahnya aku hanya diam, mengerutkan kulit jidat sebab tak paham.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Yang sabar, Mas. Semua ada hikmahnya. Yang terpenting kau sudah kembali dan tentunya tak ingin mengulang lagi kan?" kata Lek Jo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Ikhtiar adalah memilih, tadi Kiai Sholeh dawuh begitu. Lalu beliau menerangkan bahwa banyaknya waktu belum tentu akan melapangkan rizqi dan akan mendapat hasil melimpah. Tapi sesungguhnya berkah waktu yang akan lebih menentukan hasil yang diberikanNya. Dan mengenai berkah tentunya kau mampu memilih. Kita manusia sudah diberi keistimewaan berupa nafsu. Dan contoh-contoh telah ada. Tinggal diri kita mau apa tidak," kata orang itu. Sepertinya orang itu menirukan dawuhnya Kiai Sholeh. Tapi aku masih belum paham dengan percakapan ini dan akhirnya aku hanya diam dan diam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Kau ceritakan semuanya. Yang aneh dan yang mengganjal di hati," tanya Lek Jo lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Iya, Lek. Beliau banyak menceritakan pula tentang keistimewaan diri dan oleh sebab itu banyak orang-orang yang tertipu diri sendiri dengan menipu diri sendiri. Kemudian beliau dawuh, 'Jangan terlintas di pikiranmu, kamu mendapatkan keistimewaan diri dengan hanya beribadah dan wirid saja, atau sebaliknya seperti yang kamu lakukan. Karena keistimewan diri yang mulia dan tinggi nilainya adalah dengan istiqamah di dalam beribadah," kata Orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Aku mulai paham dengan yang diomongkan, tapi tiba-tiba orang itu berkata, "Saya mohon diri dulu. Kapan-kapan, insyaAllah disambung. Ada acara lainnya, Lek. Wassalamu'alaikum. Mari, Kang..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Wa'alaikumsalam, Hati-hati di jalan, Mas!" sambil salaman Lek Jo berkata dan kemudian menghantarnya sampai ke depan kedai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Setelah orang itu membalikan punggung dan meninggalkan kedai, Lek Jo kemudian aku hadang dengan pertanyaan seputar percakapan tadi yang sempat membuat aku diam, "Sebenarnya ada apa tho, Lek?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Iya, persis seperti apa yang dia ucapkan tadi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Maksud, saya. Siapa dia dan kenapa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Hmm, mungkin seorang yang diberi hidayah. Ia bekerja di bidang Manajemen Bisnis Marketing, semacam salesman yang menawarkan barang-barang produk rumah tangga dan beroperasi dari rumah ke rumah, dari pintu ke pintu . Pekerjaannya menuntut untuk selalu enerjik dan butuh ketelatenan dalam menghampiri satu per satu calon pembeli."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Apa hubungannya, Lek?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Bentar, ngomongku belum selesai… Dalam menjalani pekerjaannya itu ia digoda kemalasan dalam melakukan ibadah, terutama shalat. Tapi tiap kali ia meninggalkan, bisnisnya malah lancar. Ia jadi bingung, sudah jelas ia melakukan kekeliruan tapi kok malah begini. Kadang nafsunya malah menambah-nambahi tanya, apakah ibadah cuma shalat? Atas kebingungan-kebingungannya itu, aku tadi menyarankan ia untuk sowan Kiai Sholeh. Dan sepertinya ia telah kembali"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Semoga, Lek!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Hmm, orang akan selalu bilang, 'yang tahu hanya aku dan Tuhanku'. Meski tidak semua dinilai dari itu. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan bisa nderek tindak lampahe Kanjeng Nabi." kata Lek Jo sambil menghempaskan hembusan nafasnya dan yang seperti ini, sepertinya dapat membuang&amp;nbsp; segala beban pikirannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;"Amin… ya Robbal 'alamin"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;Kediri, 07-2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;____________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Catatan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;ndalem : rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;trengginas : enerjik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;ngeh : semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;muhasabatun nafsi : intropeksi diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;gandeng ceneng : berkaitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;kemeja junkies : kemeja ketat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;dawuh : petuah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6048362768785630617?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6048362768785630617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/07/yang-tau-hanya-aku-dan-tuhanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6048362768785630617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6048362768785630617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/07/yang-tau-hanya-aku-dan-tuhanku.html' title='yang tahu hanya aku dan Tuhanku'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TFARRrF2FqI/AAAAAAAABAw/btSiRNrwF1w/s72-c/yang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-7982568244434846208</id><published>2010-07-01T08:19:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T19:45:25.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>tikam aku di jantung sunyi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;sajak&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TFFeVAK8mwI/AAAAAAAABA4/s5CgdSuyZ9o/s1600/kemeriahan.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TJTNqjeimTI/AAAAAAAABBQ/RnMf8h8oFMI/s1600/infaq.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TJTNqjeimTI/AAAAAAAABBQ/RnMf8h8oFMI/s400/infaq.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kemeriahan itu pun padam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dan asap kami bungkam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;mengangkasakan diam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;sebab bebayang kami mengejar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dan cahaya-cahaya berlari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;saling silang sunsangsarik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;seperti gerimis di sapa angin&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;lalu di dinding gerimis itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;tak ada tangis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kemeriahan itupun hening&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dan bening yang berlinang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;mengelepar ke tanah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;menjarah hati dan kami&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;hanya menapaki&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;jejak-jejak usang,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;jejemari yang bergetar,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dan gigilku runtuh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"O,... kemeriahan itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;seperti burung terbang"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;begitu kata mereka&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;merekamkemeriahan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;nan menikam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lirboyo, 17/07/2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-7982568244434846208?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/7982568244434846208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/06/tikam-aku-di-jantung-sunyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7982568244434846208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7982568244434846208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/06/tikam-aku-di-jantung-sunyi.html' title='tikam aku di jantung sunyi'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/TJTNqjeimTI/AAAAAAAABBQ/RnMf8h8oFMI/s72-c/infaq.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-4267495244605308197</id><published>2010-05-25T18:16:00.000+07:00</published><updated>2010-05-25T18:35:06.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_uwRpYqtbI/AAAAAAAABAE/9Yn5pqPSyYw/s1600/art-12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_uwRpYqtbI/AAAAAAAABAE/9Yn5pqPSyYw/s1600/art-12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_uwRpYqtbI/AAAAAAAABAE/9Yn5pqPSyYw/s1600/art-12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_uwRpYqtbI/AAAAAAAABAE/9Yn5pqPSyYw/s320/art-12.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: right;"&gt;&amp;nbsp;[ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;sajak&lt;/a&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/05/posesif.html"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;posesif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;bila kau tahu mauku &lt;br /&gt;kau takkan mau&lt;br /&gt;namun kau tak mau tahu&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;... &lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kau yang ku mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila aku tahu maumu&lt;br /&gt;aku juga takkan mau&lt;br /&gt;tapi aku tak mau tahu&lt;br /&gt;aku yang kau mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-4267495244605308197?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/4267495244605308197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/05/posesif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4267495244605308197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4267495244605308197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/05/posesif.html' title=''/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_uwRpYqtbI/AAAAAAAABAE/9Yn5pqPSyYw/s72-c/art-12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8999805361666680904</id><published>2010-04-30T14:16:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T15:14:01.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>Attribute to Pramoedya Ananta Toer</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/p/kliping.html"&gt;kliping&lt;/a&gt;]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/attribute-to-pramoedya-ananta-toer.html"&gt;&lt;b&gt;Pramoedya Ananta Toer&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925&amp;nbsp;–&amp;nbsp;meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S9val0GDR1I/AAAAAAAAA_0/Pgp-JsUOglU/s1600/pramoedya.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S9val0GDR1I/AAAAAAAAA_0/Pgp-JsUOglU/s320/pramoedya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pidato Pramoedya Ananta Toer pada peluncuran ulang Media Kerja Budaya, 14 Juli 1999 di Aula Perpustakaan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa perlu dibaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hadirin yang terhormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya apa yang saya katakan dalam 10 tahun ini sudah sering saya katakan secara lisan. Sekarang saya sampaikan lagi secara lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamakali tentang negara kita adalah negara maritim terdiri dari belasan ribu pulau tetapi mengapa diduduki oleh Angkatan Darat. Dari bupati kadang-kadang sampai kepala desa. Mengapa ini bisa terjadi. Ini adalah kesalahan historis. Kesalahan lain dengan kekeliruan. Kesalahan berasal dari sudah dari otak, kalau keliru itu adalah salah dalam pelaksanaan teknis. Kenapa terjadi kesalahan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam abad ke 16 Indonesia dikuasai oleh Portugis. Portugis menamakan Indonesia, India Portugis. Portugis dihalau Belanda, menamakan Indonesia, Hindia Belanda. Kenapa kata Hindia dipergunakan? Karena dalam abad ke 16 itu dunia Barat mencari rempah-rempah. Dan rempah-rempah itu mereknya Hindia. Padahal asalnya dari Maluku dan Aceh (Sumatra) itu sebabnya terbawa-bawa terus nama India dan sampai sekarang pun kita belum pernah mengkoreksinya, nanti akan menyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Belanda menguasai Indonesia menjadi kekuasaan maritim di dunia. VOC ini, Serikat Dagang Belanda yang membangun imperium maritim terbesar di dunia dengan ibukotanya Batavia. Dan Batavia ini menyebabkan lahirnya Java-centrisme, semua diukur untuk kepentingan Jawa. Jadi VOC itu mengirimkan pembunuh keluar Jawa untuk menundukkan luar Jawa. Dari Luar Jawa membawa harta di bawa ke Jawa. Ini Perbuatan VOC. Tetapi kemudian VOC bangkrut, kapal-kapalnya pada tenggelam karena korupsi para pejabat, dengan mengangkuti barang-barang berlebihan. Bangkrut VOC, kemudian muncul pemerintah Hindia Belanda, karena sudah tidak mempunyai kekuasaan laut lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahanan Hindia Belanda itu didasarkan pada pada pertahanan Darat. Dan pertahanan Darat dipertahankan sistemnya pada sekarang ini. Padahal sistem pertahanan Indonesia harus pertahananan laut. Salah satu bukti kelemahan pertahanan Darat untuk negara maritim. Pada tahun 1812, waktu Hindia Belanda dikurung oleh Inggris dari laut, dalam beberapa hari angkat tangan. Waktu diserang oleh Jepang pada 1942 dalam beberapa hari juga angkat tangan. Jadi kalau itu diteruskan sampai sekarang, itu bukan lagi kekeliruan, tetapi kesalahan. Persoalannya adalah keberanian untuk mengkoreksi kesalahan. Keberanian tidaknya itu terserah kepada angkatan muda yang belum terpakukan pada sebuah sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kekeliruan pada waktu Hindia Belanda melaksanakan politik etik, yakni politk balas budi kepada Hindia, timbul organisasi-organisasi pribumi, di Belanda pun muncul organisasi mahasiswa dan terpelajar yang dipelopori oleh Sutan Kasayangan jumlahnya sangat sedikit. Karena yang terbanyak ke Belanda dari Indonesia adalah babu dan jongos. Ada organisasi kecil, sangat kecil. Makin banyak pelajar yang kesana dan kemudian buangan Indische Party, lantas timbul perhimpunan Indonesia. Dengan munculnya Perhimpunan Indonesia itu, pemuda dan buangan ini menemukan tanah air dan nation-nya. Bukan tanah air dan nation yang konkrit tetapi masih fiktif dan ini dinamakan Indonesia. Pada waktu itu nama Indonesia sedang populer. Dipopulerkan oleh Adolf Bastian orang Jerman. Sebetulnya yang menemukan nama ini orang Inggris, tetapi sekarang ini Saya lupa namanya sorry ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini terdapat kekeliruan, bukan kesalahan. Karena nama Indonesia itu kepulauan Hindia. Bastian menggunakan kata Indonesia itu untuk etnographi. Karena itu pada persiapan kemerdekaan bagaimana wilayah dan penduduk Indonesia. Orang yang waktu ikut perhimpunan Indonesia adalah ras melayu, itu sesuai dengan ajaran Bastian. Jadi Maluku segala tidak masuk Indonesia, tetapi Malaya, Singapura masuk Indonesia. Tetapi ini dibantah oleh grup lain yang mengatakan Indonesia bukan persoalan etnographi, tetapi persoalan kesamaan dalam penjajahan, yaitu wilayah bekas Hindia Belanda, yang terakhir menang. Jadi nama Indonesia masih terbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan partai permulaan itu adalah PKI pada tahun 1923, setelah itu partai semua menggunakan nama Indonesia. Sebelumnya PKI namanya Partai Komunis en Hindia. Jadi di sini ada kekeliruan menggunakan nama Indonesia. Zaman Majapahit namanya Nusantara. Zaman Singasari lebih tua lagi Dipantara, Nusantara di antara dua benua. Jadi ada keberanian mengkoreksi atau tidak? Terserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi kita ke masa lewat. Mengapa Belanda yang begitu kecil bisa menguasai Indonesia? Luas wilayahnya tidak lebih besar dari Jawa Barat. Karena politik kolonial Belanda adalah politik parternalisme. Karena Belanda itu pedagang, maka golongan menengah itu dibasmi. Golongan menengah pada waktu itu praktis terdiri atas pemilik kapal dan pedagang antar pulau dan internasional. Kapal-kapal mereka dihancurkan oleh kapal meriam Belanda di laut. Mereka terdesak ke pelabuhan-pelabuhan, terdesak terus ke pedalaman sampai kembali menjadi petani. Dan golongan menengah yang kosong ini diisi oleh orang-orang Tionghoa, itu history.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam politik paternalisme kolonial perkawinan antara kolonialisme dan feodalisme. Produk perkawinan itu begitu mendalamnya menghancurkan golongan menengah pribumi. Produk perkawinan antara kolonialisme dan feodalisme, adalah satu kelas khusus dalam masyarakat kelas ini pada zamannya dinamai priyayi. Priyayi ini yang melahirkan kemudian birokrasi kolonial. Karena sudah asal-usulnya demikian maka kita bisa menduga mentalnya demikian. Politik paternalisme ini merasuk dalam-dalam kehidupan, sehingga orang memanggil satu-samalain itu bapak atau saudara, padahal itu panggilan, sapaan yang hipokrit. Tidak ada hubungan apa-apa. Mengapa mesti memanggil bapak, memangnya sudah kawin sama dengan ibunya. Untuk mengguunting putus partenalisme itu, Bung Karno pernah menciptakan kata sapaan Bung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata Bung orang yang dihadapi dianggap mandiri. Jadi sebaliknya kita menilai kembali penemuan Bung Karno, karena dengan sapaan itu orang dianggap mandiri. Pada waktu di Buru saya pernah dipanggil oleh Sersan Karo-Karo, ia berkata “bapak sudah tua, sudah saya anggap orang tua sendiri, lalu bak-buk saya dipukul.” Saya ikut jengkel dengan persoalan paternalistik ini, karena sudah ikut mengalami pahitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tadi saya sudah katakan Jawa sentrisme, VOC, kemudian Hindia Belanda juga mengirim pembunuh-pembunuhnya dari Jawa ke luar Jawa untuk mendudukkan luar Jawa, dan dari luar Jawa mengambil kekayaan ke Jawa. Pola ini berlangsung sampai sekarang. Itu sebabnya Bung Karno pernah berencana memindahkan Ibukota ke Palangkaraya. Tapi sebelum bisa melaksanakan muncullah yang namanya Harto. Saya pernah menerima seorang pustakawan Universitas Cornell nama Ben Abel, dia itu orang Dayak dari Palangkaraya. Saya tanya bagaimana hutan Palangkaraya, karena menurut Semaoen, pemikir perpindahan Ibukota ke Palangkaraya. Saya tanya ke Pak Semaoen, “Biayanya apa?” Pak Semaoen menjawab “Gampang saja untuk Indonesia, hutan Palangkaraya.” Tapi Ben Abel yang datang ke rumah. Saya tanya, “Bagaimana hutan Palangkaraya?” Jawabnya “Gundul, sudah habis semua.” Jadi hutannya habis ibukotanya tidak jadi pindah. Demikianlah kisah sedikit tentang Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang terjadi gerakan separatis. Ada Aceh Merdeka, Papua Merdeka, segala macam Merdeka. Apa sebabnya demikian? Ini masih tetap dalam suatu kesalahan yang memenage Indonesia sebagai negara maritim oleh pendudukan Angkatan Darat. Kalau dimanage sebagai negara maritim, laut akan menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya. Tapi dengan pendudukan Angkatan Darat memisahkan dari pulau satu dengan pulau lainnya. Ini salah satu kesalahan besar yang memudahkan terjadi disintegrasi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian ini tugas angkatan muda untuk membenahi semua ini. Ada keberaniaan untuk membenahi jangan belagak pikun ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri tidak setuju dengan federasi, tetapi otonomi luas, seperti juga diperingati Bung Karno “sekarang ini adalah abad campur tangan asing dan federasi memudahkan campur tangan asing”. Apalagi tidak dimanage sebagai negara maritim, Saya masih pas dengan negara kesatuan, ya terserah itu pendapat pribadi Saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tentang demokrasi. Masalah kita adalah masalah demokrasi. Sumbernya adalah revolusi Perancis, seluruh dunia menimba dari revolusi Perancis, seluruh negara Barat negara-negara demokrasi. Tetapi apa yang diperbuat oleh negara-negara demokrasi di luar negerinya, penjajahan dan penghisapan. Jadi Demokrasi Barat tidak sepenuhnya demokratis. Itu baru demokratis kepentingan. Sebab dalam 300 tahun lamanya negara-negara Utara menjadi makmur karena dimakmurkan oleh negara-negara Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dalam keliling belakangan ini, melihat betapa indahnya hutan di Amerika Serikat dan Kanada, hutan dan kota berpeluk-pelukkan. Tapi apa yang diperbuat Amerika dan Kanad, hutan Indonesia dilumat menjadi kertas, bubur kertas. Banyak pembunuhan terjadi. Pembunuhan massal 1965-66, pembunuhan sampai sekarang ini dikecam juga oleh negara-negara Utara, tetapi siapa yang memasok senjata yang memungkinkan pembunuhan juga dari Utara. Bagaimana kita harus mengatakan? Itu sebabnya pada angkatan muda Saya serukan supaya siap-siap memasuki millenium ketiga dan mengubah kehidupan dan hubungan luar-negeri lebih manusiawi, buka seperti sekarang. Itu tugas angkatan muda sekarang, jangan pura-pura goblok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demokrasi di Indonesia kalau bisa meraih kedaulatan manusia, kedaulatan pribadi. Karena kita ini masih hidup dalam budaya panutan. Budaya panutan itu biar satu orang yang berfikir yang lain ikut saja. Jadi belum dimulai budaya individual, masih budaya kelompok. Soekarno pernah mengatakan “setiap kemajuan diraih bukan oleh kelompok tetapi oleh individu” itu Soekarno mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai contoh budaya panutan ini, kita mengenal Suwardi Soerjaningrat menguba namanya Ki Hadjar Dewantara, bukan maksudnya merendahkan beliau, tetapi memproklamasikan diri pendeta perantara para dewa. Ini adalah budaya panutan. Jadi dia memproklamasikan diri untuk dianut oleh orang lain. Tetapi jeleknya budaya panutan kalau dalam keadaan kritis sang panutan hanya menjawab yang mengikuti yang menanggung. Itu jeleknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini supaya ditumbuhkan budaya individu, bukan budaya panutan, saya kira cukup jelas toh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang dalam kehidupan kita ini pertentangan Timur-Barat sudah tidak ada yang ada sekarang adalah Utara-Selatan. Ini saya minta menjadi pikiran, dan dicarikan jalan keluar, supaya hubungan Utara-Selatan lebih manusiawi, bukan seperti sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira cukup sekian dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih. Banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto dari sini klik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8999805361666680904?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8999805361666680904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/attribute-to-pramoedya-ananta-toer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8999805361666680904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8999805361666680904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/attribute-to-pramoedya-ananta-toer.html' title='Attribute to Pramoedya Ananta Toer'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S9val0GDR1I/AAAAAAAAA_0/Pgp-JsUOglU/s72-c/pramoedya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-885504527013244241</id><published>2010-04-23T08:15:00.003+07:00</published><updated>2011-11-15T14:46:41.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>Door Duisternis Tot Licht.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;kange&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S9D0lCRoxgI/AAAAAAAAA_c/lYqOgi4J8aA/s1600/raden_adjeng_kartini-dan-suami.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S9D0lCRoxgI/AAAAAAAAA_c/lYqOgi4J8aA/s320/raden_adjeng_kartini-dan-suami.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Nduk, darimana?" tanya Kang Yazid mengagetkan dua orang santri putri yang jadi penumpang dibecaknya. "Saya habis belanja, Kang" jawab salah satu santri putri yang berkerudung putih. Kebetulan bagi Kang Yazid, sewaktu balik dari mengantar penumpang becak, seorang santri putra ke stasiun lalu ketika balik ia mendapat penumpang balikan dua orang santri putri. "Bukan itu. Sampean asalnya mana?" Lanjut kang Yazid. "Pondok Putri Kiai Husain,""Maksud saya Sampean asli dari daerah mana?" "Owh, saya dari Jepara..."&lt;br /&gt;jawab salah satu santri putri itu lagi menunjukkan di mana dia Mondok. Muka Kang Yazid agak kecut, ia bingung juga; apa yang ditanyakan ternyata tidak sambung dan Kang Yazid bertanya lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Yazid pun terus terdiam, sambil mengayuh becak alur pikiranya teringat seorang pejuang emansipasi wanita dari Jepara. Ya, Raden Ajeng Kartini. Seorang istri ke empat dari Bupati Rembang di awal abad 20 pada masa kolonial, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Dalam batin kang Yazid bertanya, seorang yang kritis macam R.A. Kartini mengapa mau dipoligami? Mungkin masalah budaya, adat atau pertimbangan lain? Kang Yazid jadi ingat Obrolannya dengan Den Dargo, Mas Lukman dan Kang Sobri di Warung Lek Jo, beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jarwo dhosok kata Wanita dalam tata bahasa jawa sering diartikan wani ditata, berani untuk diatur." Begitu kata Den Dargo memulai kata, ketika disodori pertanyaan oleh Kang Sobri tentang wanita. "Lho, budaya kita itu sejak dari zaman kerajaan, selalu menitik beratkan pada keluwesan seorang wanita. Kalian tahu tembang-tembang mocopat, kalau kita buka maknanya, maka terdapat hikmah pitutur bagi kelangsungan keseimbangan hidup yang dimulai dari seorang wanita," lanjut Den Dargo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi sayangnya... Iya kan? Sudah banyak yang melupakan budayanya sendiri. Mana ada anak-anak sekarang yang bisa nembang langgam Kinanthi, Pangkur, Maskumambang, Dhandang Gula atau lainnya?" imbuh Mas Lukman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Riquest, Den! Satu langgam saja...," pinta Kang Sobri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yen sira winengku kakung&lt;br /&gt;ywa filar lomparing uni&lt;br /&gt;tetuladhan kuna-kuna&lt;br /&gt;kadising Rasulullah&lt;br /&gt;kang amrih utamaning dyah&lt;br /&gt;antuka swarga di"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Den Dargo kemudian nembang langgam ini, lalu ia berkata, "Bila engkau mendampingi suami, jangan lupa kisah dahulu, teladan zaman kuna, Hadis Rasulullah, demi keutamaan wanita sarana masuk surga. Kurang lebih begitu artinya, itu langgam Kinanthi dan masih banyak lagi langgam-langgam lainnya yang hampir sama dalam konsep kejawaan yang mengatur tata laku pria-wanita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, wanita... kalau dulu wanita dijajah oleh adat, dipingit ga boleh berbuat lebih tapi kalau sekarang terjajah oleh modernitas, ekspresi berlebih yang mengarah pada kebebasan yang keblabasan," Kang Sobri mengambil kesimpulan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngomong apa, Kang?" sambung Kang Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho, sekarang kan ngetrend itu, cewek-cewek pake celana pendek di atas lutut... Dan itu apa yang diharapkan R.A. Kartini, pejuang emansipasi?" Imbuh Kang Sobri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah... kalau nggak paham sejarah, jangan asal ngomong. R.A. Kartini begitu mulia, di awal tahun 1900-an telah mendirikan sekolah gratis untuk para wanita pribumi. Kita tahu di tahun-tahun itu bagaimana keadaan bangsa ini. Terjajah, bukan? Semua serba keterbatasan dan dibatasi oleh penjajah," kata Mas Lukman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kartini adalah seorang pemudi yang begitu dahaga akan perubahan yang positif bagi para wanita khususnya dan bagi keluarga secara umumnya. Dan satu yang membuat saya takjub, tentang keberaniannya meminta kepada Kiai Sholeh bin Umar dari daerah Darat , Semarang untuk menerjemahkan al Quran ke bahasa Jawa. Begini sedikit penggalan permintaan Kartini, 'Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama (Al-Fatihah), dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?' Beberapa saat kemudian Kiai Sholeh Darat mengabulkan permintaan itu dan Sebuah Kitab Faidhir Rahman Fit Tafsiril Quran menjadi kado indah di hari pernikahan R.A. Kartini," Den Dargo menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm,..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kartini meninggal muda, di usia 25 tahun, empat hari setelah melahirkan putra pertama sekaligus terakhirnya," Kata Mas Lukman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarpun meninggal di usia yang masih cukup muda tapi Kartini telah menanamkan semangat bagi penerus bangsa ini. Mengajarkan wanita bukan hanya menjadi kanca wingking, dan mengenalkan pemahaman swargo nunut neraka katut. Ada satu kutipan darinya yang begitu mendasar, "Akan lebih banyak lagi yang saya kerjakan untuk bangsa ini bila saya ada di samping seseorang laki-laki yang cakap, yang saya hormati, yang mencintai rakyat rendah sebagai saya juga. Lebih banyak, kata saya, daripada yang dapat kami usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri.“ lanjut Den Dargo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Den, apa sampean lagi baca buku karya R.A. Kartini?" tanya Mas Lukman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, kemarin beli di Bazar Buku," Jawab Den Dargo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok sama, hahaha..." sahut Mas Lukman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pantas saja ceritanya bisa Kompak," Sambung Kang Sobri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang, kalau beli minuman susu jahe dimana?" tanya salah satu penumpang cewek itu mengagetkan Kang Yazid yang menayuh becak sambil menyimak dan mengingat-ingat ngobrolannya di warung Lek Jo tadi pagi. "Ya, nanti saya antar ke tempat itu.. buat oleh-oleh tamen, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, tadi ada yang nitip saja," jawabnya. Tanpa banyak cakap Kang Yazid kemudian menuju ke Kedai minum lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediri, 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;footnote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nduk: Sapaan Akrab Bahasa Jawa untuk Perempuan yang lebih muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarwo Dhosok: Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yg ditulis dan dilafalkan sbg kata yg wajar (misal; mayjen-mayor jenderal, rudal-peluru kendali, dan sidak-inspeksi mendadak);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macapat: tembang Jawa, ada 10 macam: Mijil, Pangkur, Kinanthi, Dhandang Gula, Sinom,Asmaradana, Megatruh, Durma, Maskumambang, Pucung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swargo Nunut Neraka Katut : Semua wanita tentu berbahagia bila suaminya mendapat kekayaan, kekuasaan, dan kehormatan dalam masyarakat. Tanpa harus bersusah payah istrinya mempunyai hak penuh untuk menggunakan fasilitas dari suaminya itu. inilah makna swarga nunut dan begitulah sebaliknya neraka katut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah terang) adalah Judul buku karya R.A. kartini yang berupa kumpulan tulisan surat-menyurat beliau dengan teman-teman Eropa. Door Duisternis Tot Licht, ungkapan ini sebenarnya terjemahan bahasa Belanda dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala yaitu Minadz Dzulumaati Ilan Nuur yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 257.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-885504527013244241?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/885504527013244241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/door-duisternis-tot-licht.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/885504527013244241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/885504527013244241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/door-duisternis-tot-licht.html' title='Door Duisternis Tot Licht.'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S9D0lCRoxgI/AAAAAAAAA_c/lYqOgi4J8aA/s72-c/raden_adjeng_kartini-dan-suami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6134480917134832192</id><published>2010-04-18T10:13:00.005+07:00</published><updated>2011-11-14T23:10:06.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>failed</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8p4swhXjdI/AAAAAAAAA_U/44NpjtpUBNg/s1600/1360016l.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8p4swhXjdI/AAAAAAAAA_U/44NpjtpUBNg/s1600/1360016l.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8p4swhXjdI/AAAAAAAAA_U/44NpjtpUBNg/s320/1360016l.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(L)"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi! The number you are calling is not active or are out in coverage area. Please try again in a few minute"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tidak ada suasana kalut ataupun carut marut hubunganku dengannya. Semua berjalan apa adanya. Biasa saja. Ia tidak marah, aku pun juga. Namun ada sesuatu yang hilang dalam ketidaktahuanku, ketika aku sendiri merasa kehilangan karena tidak bisa menghubunginya lagi.Beberapa malam lalu, aku terbius kemesraan yang menyita kenyataanku. Terutama menyiksa kesadaranku sebagai laki-laki sempurna. Ia datang dalam ketidakpastian kata hati yang menerawang jauh meninggalkan saat-saat di mana aku sedang sendiri. Seakan ia menemani aku selalu, meski hanya suaranya saja. Aku tahu akan hal itu, tentunya. Tapi yang aku tak tahu, ia datang menggodaku atau aku yang terlalu kotor berpikir akan dirinya. Aku mengeksploitasinya.Dan saat ini, Apa yang aku takutkan sewaktu terakhir menelponnya, benar-benar terjadi kini;”Ada dua hal yang paling aku takutkan, ketika aku harus memutuskan untuk tidak mengontakmu sementara ini. Pertama, aku takut kau pergi. Kedua, kau akan berubah,” ucapku kala terakhir kali menelponnya.Ia diam. Membisu. Tak ada isak tangis, tak ada sedih. Bahkan ia kemudian hanya tertawa kecil, riang penuh keceriaan. Menghinaku. Seakan ia ingin mengujiku untuk tidak mengontaknya. Akankah sanggup untuk tidak menelpon? Tanya hatiku.Kemudian kami hanya sama-sama berjanji untuk tidak berubah satu sama lain. Sebab ini satu konsekuensi kami berdua untuk tidak saling mengontak sementara waktu ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(P)”Engkau adalah orang yang merdeka dari segala yang engkau berputus darinya dan adalah budak bagi segala yang engkau ingin terhadapnya.”Masih kuingat, kata bijak itu menyertai ia berkata-kata. Aku tidak tahu mengapa ia berkata begitu dan mengapa ia menghubungiku terus menerus. Ia tidak merayu, hanya bercerita yang konsekuensinya entah.”Kamu mau jujur kepadaku, aku tidak tahu. Kamu mau bohong kepadaku, aku juga tidak tahu. Aku percaya padamu,” katamu suatu waktu kala yakinkan aku akan cerita usangnya.Dan begitulah selama ini, meski hanya lewat handphone. Dia di sana, aku di sini. Kami berdua sering saling kontak untuk berbagi kata, berkeluh kesah di kisah sehari-hari. Bercerita seputar kehidupan tanpa arah dan komitmen. Aku hanya mengimbangi apa yang sebenarnya terjadi, intinya aku pasif sebagai pendegar. Tapi kadang aku bumbui garam kata agar tambah nikmat selera masakan bercakap-cakap kami.Aku hanyalah seorang perempuan. Mahasiswi semester awal-awal yang masih panjang arungi kehidupan untuk menuju kedewasaan. Aku ingin mempunyai banyak teman, yang enak diajak ngobrol kujadikan teman. Aku menaggapinya biasa. Tapi, aku tak tahu, mengapa juga aku mau berbagi dengan orang yang entah ia baik atau akan jahat kepadaku. Entah bohong atau benar ceritanya. Dan aku juga tidak tahu, kenapa pula kami bikin kesepakatan untuk tidak saling kontak sementara waktu ini.Ia katakan, kasihan; bila terus menerus mengontak akan mengganggu tugas-tugas studiku. Harusnya kan aku mencegahnya supaya dia mau terus mengontakku. Aku tidak merasa terganggu, kok. Justru aku ada yang menemani.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(L)Aku terus coba memencet-mencet keyped. Kukirim SMS; failed.Aku mengontaknya, selalu tak sambung. Ia pergi ke mana? Semua yang berjalan apa adanya berubah jadi penjara yang belenggu pikiranku. Aku belum mengenalnya. Dia hanya seorang perempuan renyah, bersuara sedikit serak basah dan yang paling aku suka, ia mau mengungkapkan ketidaksukaannya langsung, spontanitas. Ia enak diajak sharing soal kehidupan.”Kau sekedar hanya bisa mendengarkanku, tanpa tahu aku itu seperti apa. Dan aku pun juga begitu, aku tidak tahu kamu. Karena itu, aku menanggapimu biasa, sebab tidak ada satu komitmen special yang ingin kau ungkapkan. Jika kau tak mau mengontakku lagi, ya nggak apa-apa. Meski hanya sementara waktu. Jika kau ingin mengontakku, akan kuangkat, kuterima dengan tangan terbuka. Tapi yang jelas seorang perempuan itu butuh dimengerti,” katamu satu waktu.Terakhir kali calling, aku hanya merasa kasihan saja kalau terus-menerus menghubunginya. Dan akhirnya, kini dia hilang, tak bisa kuhubungi lagi. Mungkin hanya masalah sim card tidak aktif atau memang ia tidak mau aku hubungi lagi. Aku tak tahu. Andai saja dulu dia tidak miss call. Dan, andai saja dulu aku mencuekinya. Jadinya perasaan ini tidak menghajar kesadaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(P)Aku coba tekan tuts-tuts huruf keyped handphone. Sebaris angka nomor miliknya, siap ku tekan; ok. Tapi, terlebih dahulu nomor kurahasiakan. Aku hanya ingin memastikan dia menungguku atau tidak?”Silakan tunggu! Nomor yang Anda hubungi sedang dialihkan ke nomor lain. Please wait the moment! Your call is forwarded to another number.”Mengapa aku ikut-ikutan gila, tapi apa gerangan yang membawaku untuk sekedar miss call dengan merahasiakan nomor. Aku tidak waras. Kesadaranku menguap seperti yang telah ia katakan tentang orang-orang yang seperti diriku ini.Tapi bisa jadi dia juga seperti yang ia katakan, ”Definisi agama di zaman sekarang sedikit bergeser menjadi apa yang disukai, itu adalah agama. Terlebih lagi bila menimbulkan efek membuat senang dan kecanduan. Orang-orang butuh akan hal yang disenangi, dan tidak bisa lepas dari itu, sampai sangat tergantung padanya. Ya, inilah yang aku maksudkan, ketika aku harus menelponmu terus menerus, yang berarti juga aku telah berganti agama; agamaku menjadi agama seluler. Kadang, waktu tengah malam yang biasanya aku bercumbu dengan Tuhan, aku kini harus menemanimu berbincang. Dan kau lihatlah mereka memuja angka nol. Karena Tuhan mereka angka nol, bukan? Hmm, Tapi seorang akan hambar kalau tak punya cita rasa bicara...?”Yang kutangkap serta kupahami dari lanjut pembicaraannya bahwa kau anggap tiap perkataan seseorang hanya sebuah kebohongan. Ini satu asumsi miring darimu atas ketidakpercayaan pada orang lain, termasuk aku.“Tapi, bukankah itu sekarang terjadi. Orang sudah tidak percaya lagi satu sama lainnya,” lanjutnya.”Berbicara sebenarnya mengungkapkan kata-kata yang hanya diketahui oleh yang mengeluarkan, jika itu tidak menyangkut akan hal lain. Bila menyangkut benda atau hal lain, maka realitas yang ada menjadi saksinya,” ia tarik simpul kata. Dan begitulah kau bercanda tentang kata-kata yang kadang aku malah kurang bisa memahaminya.Kalau boleh aku berkata jujur, ia hanya lelaki plin-plan yang tidak mau berterus terang, apa yang diinginkan. Dan aku paling tidak suka pada orang seperti ini. Dan seperti yang dikatakannya, aku memang orang merdeka yang tak mau terikat pada apa pun.Haruskah ini kuteruskan? Apa dia menggangguku atau aku dikatakan termasuk menggodanya, hingga ia terus mengontakku? Antara mengganggu dan menggoda beda tipis, bukan? Aku tidak tahu, kenyataan ini yang menyiksaku. Kuyakinkan diriku sendiri saat ini; aku tidak tersiksa, hanya merasa hambar.Teman-temanku pun bertanya, "Mana yang suka menelponmu, apa sudah putus lagi?"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(L)Hingga malam ini, aku masih mencoba untuk mengontaknya kembali. Perasaanku kian menyudut kenyataan; aku butuh untuk berbagi. Kesendirian semakin melecut keinginanku agar segera berjumpa dengannya, meski hanya lewat suara. Kalaupun toh nanti dia angkat call, akan aku ajak kopi darat.Aku terus berpikir ulang, apa aku telah berpindah agama? Telah terubah menjadi penganut agama seluler. Apa aku juga pemuja angka nol? Tapi semua memang bermula dari nol, dari coba-coba untuk memberanikan diri, seperti perkenalanku kepadanya. Dia pun coba-coba miss call, ku tanggapi biasa. Kemudian kucoba mengontaknya. Dia pun menyambut. Kami hanyut. Bahkan sampai tenggelam.Kini, sendiriku memeluk. Aku dihajar kenangan. Akankah kucoba mengontaknya ataukah kubiarkan kenangan itu terkubur ketidakpastian? Jika aku mengontaknya berarti aku lebih mempercayai nol daripada harus memperlakukan dirinya dengan hormat. Tapi bila aku tak mengontaknya kembali, ruang untuk berbagiku seperti saat-saat suaramu menari-nari ditelingaku, akankah datang kembali?***&lt;br /&gt;(P)Hingga malam ini, aku mencoba menanti akankah dia mengontakku. Aku ingin melihat dia sungguh-sungguh nggak terhadap diriku. Bila dia benar mengontakku malam ini, malam yang kita sepakati untuk saling berbicara lagi maka kelanjutannya bagaimana nanti. Aku berusaha setenang mungkin, sebiasa mungkin. Menganggap ini hal biasa, yang tidak mengusikku. Aku tidak tahu, apa dia juga berperasaan seperti aku.Ah, yang terpenting akan langsung kuterima kontaknya, jika dia mengontakku. Namun, bila ia tak mengontakku, akupun tidak masalah, tadi sore ada nomor baru yang kring di HPku. Dalam memperkenalkan diri, ia katakan mengacak nomor dan kedapatan mengena di nomorku. Tapi, setidaknya hal ini aku tanggapi biasa saja. Tidak berpengaruh. Karena aku juga penikmat bicara.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(L)Hingga malam ini, delusia hebat menjeratku. Aku mempunyai keyakinan kuat tentang sesuatu, tetapi keyakinan itu sama sekali tidak menurut kenyataan. Perasaanku mengeksploitasinya terus mengganggu, bila kucoba untuk mengontaknya. Tapi aku terus coba hilangkan semua ingatan itu. Kuhimpun tenaga, kukuatkan pikiran dan perasaan. Kulogikakan itu, meski tetap larut dikebimbangan.”Ku call nggak, ya?”Kucoba tekan tuts angka keyped handphone. Sederet angka kini telah tertulis. Lalu, saat akan aku tekan; ok, bersamaan seketika; nada pangil berdering. Di LCD handphone muncul sederet nomor tak asing. Segara kutekan tombol ok, warna hijau. Di seberang sana, terdengar suara perempuan, memanggil;”Hallo. Hallo, Mas. Aku sudah di rumah sakit, ketuban sudah pecah. Kapan Mas pulang? Aduh…Aduhhh, Mas”Istriku memberi kabar akan lahirnya putra kami yang ke tiga.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kediri, 2009-2010nb: teruntuk teman-temanku yang beragama seluler...&lt;br /&gt;(L) Lelaki(P) Perempuan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6134480917134832192?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6134480917134832192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/failed.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6134480917134832192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6134480917134832192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/failed.html' title='failed'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8p4swhXjdI/AAAAAAAAA_U/44NpjtpUBNg/s72-c/1360016l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-7067106452422261073</id><published>2010-04-07T19:25:00.004+07:00</published><updated>2011-11-14T21:45:48.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bejana'/><title type='text'>Antologi Mengenang Gempa 7,9 SR Sumatra Barat.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S7x3kFigvGI/AAAAAAAAA-o/750KzNDqh-c/s400/sayap+bidadari.jpg" width="275" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Judul: Sebilah Sayap Bidadari:Memorilibia 7,9 SR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kumpulan Cerpen dan Puisi mengenang Gempa 7,9 SR Sumatra Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Dwi Januanto Nugroho, Nursalam AR, Fira Basuki, Abdullah Khusairi, Dyra Hadi, Nuril Annissa, Igoy el Fitra, Dea Anugrah, Benny Arnas, Asep Sambodja, Irawan Aji, Zelfeni Wimra, Timra Madana Pitri, Mariska Anggraini, Endik Koeswoyo, Yandigsa, Muhammad Sholihin, Raudhatul Usnami, Karina Anggara, Irawan Senda, Sulfiza Ariska, Akhyar Fuadi, Zandika Alexander, Silfia Hanani, Feryanto Heady, Darwis Ramadhan, Galuh Parantri, Arif Puji G. Luckty Giyan Sukarno, Bejo Halumajaro, Pamungkas WH, Gayatri Parikesit, Monica Petra Karunia, Sulistyawati, Rahmad Ibrahim, Haerul Ibrahim, Haerul Said, Addiarahman, Salman Aristo, Dewi "dee" Lestari, Muhammad Nasir, Muhammad Zikri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Fahima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-1355-64-3&lt;br /&gt;Harga: Rp. 40.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sebuah Proyek Amal Untuk Korban Gempa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROLOG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraut Larik-larik Kisah di Balik Gempa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa lagi prosa diproduksi? Ketika dunia sesungguhnya telah menjelma menjadi prosa. Ketika logika hidup, imaji publik, atau peristiwa-peristiwa rutin sudah begitu prosaik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Radhar Panca Dahana: 2005 --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah malam ketika hukum alam berkeliaran dengan matanya menyinarkan balas dendam. Langit pucat dan dingin. Air mata terus mengalir seperti sungai yang tak mau dikeringkan. Jeritan alam melolong bagaikan serigala kelaparan di waktu malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Sindhunata: 2007 --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antologi ini ibarat anyaman dari bambu, yang diraut oleh tangan-tangan telaten. Tangan-tangan yang tidak hanya menarikan kata-kata, tapi juga melukis rasa yang membara, terkoyak-koyak rengkah dari ratapan yang meraung di sepanjang malam di patahan sesar semangka, Minangkabau. Menyala bagaikan bohlam yang bersinar remang-remang di bawah parlak pada tanah gempa. Tangan-tangan ini digerakkan oleh rasa bersigesak dari histeris tangis, dramaturgis, dan romantisme yang terhampar dari luluh puing-puing tanah andalas, yang retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, sangat terasa larik-larik kalimatnya yang diraut dari kisah dari tanah gempa, aroma yang menarikan pelbagai sesak. Bagaikan mendaki ke puncak Gunung Merapi. Di puncak itu akan dirasakan udara-udara pengharapan yang menipis. Namun ketika mata dilayangkan, panjang, melihat alamnya yang masih hijau, kembali nafas pulih dalam genta-genta harapan yang masih berbunyi dari langit. Walau sebagian tepi alamnya retak-retak, akibat geliat bumi yang terjaga dari tidur panjangnya. Lempeng-lempeng itu, rengkah. Memuntahkan banyak kisah. Menjadi larik-larik yang dramatis. Menjadi narasi bisu, ketika tangis menggelantung di ufuk jingga keperak-perakan pada rembang petang. Telah menjadi benang-benang yang direntangkan kepada langit. Membawa sejuta doa kepada Tuhan, yang menampar ciptaan-Nya, dengan tamparan penuh hikmah. Ini kemudian yang dijadikan larik-larik cerita pendek dan puisi oleh tangan-tangan yang selalu menarikan kata-kata. Mereka yang menulis dalam antologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanah gempa, narasi-narasi menjadi cerita. Dari tanah gempa, tangis menjadi prosa. Dari rengkah tanah itu, harapan mencuatkan kata-kata puitika. Bagaikan sebilah sayap bidadari. Sayap yang dikepakkan, menjadi sebilah duka. Dari desiran sayap itu, ada sejuta bidadari menarikan hikmah. Bagaikan tarian dalam semerbak doa, pada hamparan melati putih di atas pusara yang masih basah. Rerangkai cerita dan puitika dalam antologi “Sebilah Sayap Bidadari; Memorilibia 7,9 Scala Richter”, menjadi telinga yang dilekatkan pada bumi, mendengarkan hikmah yang bergetar dan denyut pesan dari tanah gempa. Lalu dijadikan narasi bisu. Tidak sekadar ekspresi kata, tapi telah menjadi ekspresi hati ketika getar dan ditingkahi gegar, bergoncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya hati putih, yang bisa mengukir duka, menjadi lukisan cantik. Secantik mata Monalisa. Membuat mata tak bisa lepas mengeja garis-garis teks bertinta hitam di carik-carik kertas putih ini. Rangkaian cerita pendek dengan topangan puitika ini, akan menjadi memorilibia di rentang zaman. Ia akan menjadi kamar, tempat manusia berkaca dari bandul peristiwa. Menjadi ruang, di mana sepasang mata akan selalu berkaca-kaca ketika memori diputar kembali oleh lorong-lorong peristiwa, melewati labirin-labirin duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antologi ini tidak sekadar untuk menggalang dana kemanusiaan dari royaltinya. Tapi juga menjadi monumen peristiwa di atas gempa yang berkekuatan 7,9 Scala Richter, di sana, di bumi Minangkabau. Bagi penulis yang berhimpun dalam antologi ini, merapatkan jari, lalu menarikan kata hati. Kertas-kertas ini menjadi kanvas, tempat melukis haru yang tumbuh dari butir-butir air mata. Kemudian mengharapkan tumbuh menjadi harapan, yang meningkahi ufuk Sumatera Barat. Ya, lihatlah langit Sumatera Barat masih hijau. Di sana malaikat masih melukis rahmat. Masih ada sejuta senyum bidadari yang mengintip di balik awan ketika melihat bocah-bocah bermain di atas rerumputan, penuh embun, mengejar capung di pagi dan petang hari. Walau phobia atas getar bumi, mengusili mereka, lalu terbirit-birit, menyeruduk ketiak umi dan mandeh mereka. Namun semangat untuk pulih tidak akan pernah dipatahkan oleh gentar dan akan menjadi tunas-tunas hidup yang masih terus tumbuh. Dan mereka yang bertahan adalah bukti, tunas itu masih tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca antologi ini, seperti mengeja puing-puing yang masih berserakan di atas bumi yang oleng. Bagaikan merapal mantra. Ia menjadi pengsarahan ketika kisi-kisi hidup berhenti sejenak, tergagap melihat ratanya tiang-tiang kehidupan dengan tanah. Membaca antologi ini, seperti memetik kecapi di tengah malam, ketika hati gelisah dilumat gegar menyaksikan ratapan anak-anak, manusia kehilangan peraduannya. Seperti cecetan burung tandahasih, yang kehilangan pasangan hidupnya. Maka bacalah, agar meraut hikmah dari kisah-kisah dituangkan dari curup tanah gempa yang kami namai “Sebilah Sayap Bidadari; Memorilibia 7,9 Scala Richter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-7067106452422261073?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/7067106452422261073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/kumpulan-cerpen-dan-puisi-mengenang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7067106452422261073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7067106452422261073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/kumpulan-cerpen-dan-puisi-mengenang.html' title='Antologi Mengenang Gempa 7,9 SR Sumatra Barat.'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S7x3kFigvGI/AAAAAAAAA-o/750KzNDqh-c/s72-c/sayap+bidadari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3488116805042993651</id><published>2010-03-28T09:15:00.003+07:00</published><updated>2011-11-16T13:39:46.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>O, posisi... O, pos isi! Opo sisi?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;puisi&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S66-bX4TTbI/AAAAAAAAA-g/abP4609tXrE/s1600/tari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S66-bX4TTbI/AAAAAAAAA-g/abP4609tXrE/s640/tari.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;ada yang tak selesai di antara kami&lt;br /&gt;dan bukan sesuatu yang tertunda,&lt;br /&gt;tentunya. entah peristiwa entah suasana,&lt;br /&gt;yang berdetak di nadi jadi rima&lt;br /&gt;mendendang gendang telinga&lt;br /&gt;dan kata-kata itu mulai menari,&lt;br /&gt;"Engkau adalah musuh&lt;br /&gt;bagi dirimu sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, kata-kata itu&lt;br /&gt;kini yakinkan kami&lt;br /&gt;untuk tak lagi percayai sejarah.&lt;br /&gt;sebab segala cerita mencerca&lt;br /&gt;segala kisah-kisah berbalik arah&lt;br /&gt;meracuni entah engkau entah kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu ada yang tak selesai di antara kami&lt;br /&gt;dan apakah kami menjadi sesuatu yang lain?&lt;br /&gt;hingga luka di matamu membara&lt;br /&gt;memanggang pandangmu di dasar tanya,&lt;br /&gt;"Aku lebih bisa melihat telingamu daripada dirimu sendiri?"&lt;br /&gt;O, kata-kata itu kian yakinkan kami.&lt;br /&gt;yakinlah, yakin kini kami tak lagi percayai,&lt;br /&gt;engkau seperti debu yang rindu ke mata kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan selalu ada yang tak pernah selesai di antara kami,&lt;br /&gt;entah dekat entah jauh, kami tak menanti.&lt;br /&gt;kami terus mencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab akan ada yang tak selesai di antara kami.&lt;br /&gt;dan selalu ada yang tak 'kan selesai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke diri, 022010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3488116805042993651?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/3488116805042993651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/03/o-posisi-opos-isi-opo-sisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3488116805042993651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3488116805042993651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/03/o-posisi-opos-isi-opo-sisi.html' title='O, posisi... O, pos isi! Opo sisi?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S66-bX4TTbI/AAAAAAAAA-g/abP4609tXrE/s72-c/tari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6129212574262954283</id><published>2010-03-27T10:58:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T14:48:33.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>desa mawa cara negara mawa tata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;kange&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S62B2vE47XI/AAAAAAAAA-M/UBabdeKmIXc/s1600/malu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S62B2vE47XI/AAAAAAAAA-M/UBabdeKmIXc/s320/malu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suasana hangat mendekati pemilihan Ketua RT, sehangat pisang goreng di meja warung Lek Jo, sore itu. Seperti biasa, untuk sekedar menemani kopi panas akan berubah menjadi dingin, orang-orang koyah (berbicara sedikit nggak mengarah) tentang kepentingan mendasar untuk pemilihan ketua RT ini. Tentu forum ini tidak resmi, sebab mereka hanya orang-orang kecil ditambah lagi kang santri-kang santri yang kadang sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Joko lagi asyik bercerita-cerita dengan Kang Yusuf, ustadz pondok putri yang kebetulan sore itu singgah di warung Lek Jo dan datang bersama Gus Irul yang juga seorang ustadz bantu di Pesantren. Cerita itu tentang Anak, Bapak dan Kuda, begini singkat ceritanya;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada anak dan bapak yang sedang bepergian dengan mengendarai kuda. ketika memasuki suatu pedukuhan/ perkampungan, karena sang bapak kasihan dengan anaknya yang harus berjalan kaki, maka ia menyuruh anaknya menaiki kuda, sedang sang bapak berjalan kaki, mengiringi. Kemudian bertemulah mereka dengan seseorang dan ia berkomentar, “Anak nggak punya sopan santun, membiarkan bapaknya berjalan kaki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar komentar itu Lalu sang bapak bergantian menaiki kuda. Perjalan dilanjutkan, dan si anak berjalan kaki mengiringi. Bertemulah mereka dengan seseorang orang lainnya dan orang itu pun berkomentar, “Bapak tidak tahu diri dan tidak punya kasihan pada anak, membiarkan anaknya berjalan kaki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bapak dan anak itu sepakat untuk tidak menaiki kuda. Mereka berdua berjalan dan kudanya mengiringi. Dalam perjalanan selanjutnya, bertemulah mereka dengan orang yang lain lagi. “Hanya orang bodoh yang punya kendaraan kuda tapi nggak ditunggangi, mau sampai kapan tiba ditujuan.” komentar orang itu.&lt;br /&gt;Pak Joko kemudian menyala tanya, "Hehehe... Kita mungkin sudah akrab dengan cerita itu tapi sekedar menyegarkan kembali. Ada dua hal pokok: satu, bagi yang menjalani yakni bapak dan anak, lalu yang kedua untuk yang asal komentar tanpa melihat muasalnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, pak. Kalau Pak Joko jadi bapaknya, kemudian mau bersikap bagaimana?" tanya mas Pri yang sejak tadi khusuk mendengarkan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, jangan memancing di air keruh. Kalian tentu tahu sekarang sudah nggak zamannya kerajaan, tapi tetap saja yang namanya anak macan akan menjadi macan. Ya, kan?" jawab Pak Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beda Versi, pak. Kalau yang aku pernah baca, dalam cerita, kuda itu akhirnya mati sebab ditunggangi kepentingan anak-bapak yang serakah dan nggak kasihan sama kendaraan yang mereka berdua tunggangi." tiba-tiba celetuk mas guru Anam memecah udara. Semua memandang ke dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang tadinya tenang kini agak tersentak oleh komentar mas Guru Anam, seorang guru muda, yang menjadi ketua Karang taruna. Ia sangat mengedepankan modernitas dan ia di garda depan pemilihan ketua RT yang menginginkan dengan sistem demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon, maaf. Sedikit menyela, saya cuma kang santri di pesantren, di dusun ini dan tentu kurang tahu menahu tentang kebiasaan di saat pemilihan ketua RT" Tanya Kang Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, tolong yang jelas?" sahut Mas Guru Anam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentang cara pemilihan yang biasanya digunakan di RT sini" lanjut kang Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang Yusuf, sejak dulu pemilihan ketua RT dilakukan dengan cara ditunjuk oleh anggota musyawarah yang disepakati bersama. Anggota-anggota itu berisikan sesepuh dan orang-orang terpandang di dusun ini." Pak Joko menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, kalau menurut saya kok yang pas itu seperti pemilu, sebab yang jadi warga itu bukan cuma para sesepuh dan orang-orang terpandang," sanggah mas guru Anam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini, Mas Guru. Pemilihan dengan cara musyawarah mufakat mengurangi adanya indikasi money politik di akar rumput," bela Mas Pri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, emang benar. Tapi di kalangan orang-orang terpandang, apa juga tidak ada money politik juga? Meski kadang bentuknya untuk kesejahteraan dan kemakmuran tapi yang menikmati 'kan orang-orang itu juga," sangkal Mas Guru Anam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehe... Mas Guru, singkat cerita Anda ingin semua kebagian gitu kalau pakai cara sistem "itung biting", apa justru seharus diminimalisir?" Timpal Pak Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan begitu maksud saya?" kata mas Guru Anam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hoy, lha wong cuma pemilihan ketua RT saja, sudah pada ribut. Yang inilah? Yang itulah? Yang nggak kredibel, bukan orang asli daerah sini... coba sekarang daripada ribut-ribut yang nggak jelas, mendingan kita tanyai sedikitlah Pak Joko dan minta kejelasan kenapa tadi bilang sudah "Sudah nggak zamannya kerajaan," kata Gus Irul sedikit menengahi ketegangan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, emang gitu kok, Gus. Sekarang tuh orang yang bertanggungjawab, punya visi yang mampu untuk mengentaskan ketidakadilan dan mampu mengayomi semua kerukunan tetangga itu yang bagus." Jawab Pak Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya dan apa hubungannya dengan sistem kerajaan" pinta Gus Irul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho sudah tentu, kalau bapaknya macan anaknya pasti jadi macan. Tapi permasalahannya si anak ini macan ompong atau tidak? ha ha ha... itu yang membedakan" gurau Pak Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ha ha ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak dan anak harusnya konsisten mengedepankan warga, sekarang kan sudah nggak zaman tuh KTP dipungut biaya, ini sekedar contoh, lho." celetuk mas Pri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin kalau hanya sekedar untuk dapat uang di ketua RT itu ga ada, mas. Tapi status sosial dan gandeng canenge setelah itu yang mungkin menggiyurkan" kata Kang Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bukan tidak mungkin lagi, segala cara digunakan demi sebuah kepantingan? Tentunya kepentingan yang baik dan jangan sebaliknya atau malah kayak cerita kuda dari Mas Anam. Ditunggangi sampai kelelahan dan mati, ini sebab kurang perawatan atau masa bodoh yang penting bisa ambil untung?" tambah Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lek Jo yang sejak tadi menyimak tiba-tiba nyeletuk, “Negara mawa cara desa mawa tata...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa artinya, Lek?” Tanya Gus Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu udah Azan Maghrib, besok lagi saja biar dijelaskan Pak Joko” Jawab lek Jo sambil jalan ke jendela dan lekas menutupnya. Orang-orang yang sedianya masih asyik cangkruk dan minum kopi pun seketika itu berkemas untuk membayar kemudian meninggalkan warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balon: Bakal Calon&lt;br /&gt;gandeng canenge: sangkut paut&lt;br /&gt;itung biting: jenis pemilihan langsung dengan cara tiap warga memasukkan biting/ lidi ke bumbung yang sudah disediakan panitia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa mawa cara, negara mawa tata: sudah ada aturannya sendiri-sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Majalah MISYKAT Lirboyo Edisi 58, Maret 2010/ Rabiul Awwal 1421 H dengan judul Balon Ketua RT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6129212574262954283?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6129212574262954283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/03/desa-mawa-cara-negara-mawa-tata_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6129212574262954283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6129212574262954283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/03/desa-mawa-cara-negara-mawa-tata_26.html' title='desa mawa cara negara mawa tata'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S62B2vE47XI/AAAAAAAAA-M/UBabdeKmIXc/s72-c/malu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1780934239794274947</id><published>2010-02-25T11:53:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T15:16:05.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>Surat Kebudayaan Nahdlatul Ulama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/p/kliping.html"&gt;Kliping&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S4YCSz1saZI/AAAAAAAAA9s/NglXP5n-Ws4/s1600-h/nu1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S4YCSz1saZI/AAAAAAAAA9s/NglXP5n-Ws4/s320/nu1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Realitas kebudayaan kita akhir-akhir ini sedang berada pada posisi yang terus mengalami pengasingan—ditinjau dari keberadaanya yang kurang diperhitungkan oleh para pengambil kebijakan baik pada wilayah politik, ekonomi, sosial, maupun intelektual. Kebudayaan juga berada pada kondisi yang terus mengalami pemiskinan—ditinjau dari kemerosotan, pendangkalan, dan penyempitan baik definisi, bobot, maupun cakupannya dalam kehidupan secara umum. Krisis keindonesiaan yang sekarang ini mendera bangsa kita, basisnya adalah krisis kebudayaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dan kondisi kebudayaan tersebut tercipta sebagai akibat dari praktik dominasi yang dilakukan oleh tiga kekuatan utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kekuatan kapitalisme pasar yang menilai kebudayaan dari sudut pandang pragmatisme pasar dan melakukan komodifikasi terhadap kebudayaan (baik kebudayaan sebagai khazanah pengetahuan, sistem-nilai, praktik dan tindakan, maupun benda-benda hasil ekspresi budaya), sehingga manusia ditempatkan sebagai objek ekonomi dan bukan subjek daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kekuatan negara yang menempatkan kebudayaan sebagai lebih sebagai alat pendukung kekuasaan (legitimasi politik), dan menempatkannya sebagai benda mati serta menjadikannya sebagai komoditas pariwisata untuk mengumpulkan devisa, yang artinya negara telah menempatkan dirinya sebagai sub-kapitalisme pasar dalam kaitannya dengan kebudayaan dan bukan menempatkan kebudayaan sesuai definisi dan perannya yaitu sebagai kumpulan pengetahuan, makna, nilai, norma, dan praktik serta berbagai materi yang dihasilkannya (atau singkatnya kebudayaan sebagi formula bagaimana suatu masyarakat melangsungkan kehidupannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kekuatan formalisme agama yang menempatkan kebudayaan bukan sebagai energi sosial yang menjadi penopang tumbuh-berkembangnya harkat manusia sebagai khalifah fil ardl, sehingga tidak diperhitungkan secara proporsional dalam pengambilan keputusan hukum oleh para pemegang otoritas keagamaan, dan dalam kadar tertentu mereka justru menempatkan kebudayaan sebagai praktik yang “menyimpang” dari ketentuan hukum yang mereka anut tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, untuk mengembalikan harkat kebudayaan sebagai artikulasi pemuliaan manusia dan prosesnya untuk mencapai integritas kemanusiaannya, sebagai arena penegasan dan pengembangan jati diri kebangsaan Indonesia, kami merasa perlu mengambil sikap kebudayaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menolak praktik eksploitasi terhadap kebudayaan oleh kekuatan ekonomi pasar yang memandang para pelaku budaya beserta produknya berada di bawah kepentingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengembalikan kesenian ke dalam tanggungjawab dan fungsi sosialnya. Dalam hal ini seniman melakukan kerja artistiknya dengan cara melibatkan diri dengan masyarakat, untuk mengungkap, menyampaikan, dan mentransformasikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat melalui karya seni yang mereka ciptakan dengan melakukan eksplorasi estetika yang seluas dan sekomunikatif mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menolak kecenderungan karya seni yang memisahkan diri dari masyarakat dengan berbagai alasan yang dikemukakan, entah berupa keyakinan adanya otonomi yang mutlak dalam dunia seni yang artinya seni terpisah dari masyarakat, maupun universalitas dalam suatu karya seni yang artinya karya seni terbebas dari ikatan relativisme historis suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma, kepercayaan, dan ideologi suatu masyarakat; maupun–terlebih–sebagai praktik dan tindakan mereka dalam mempertahankan dan mengembangkan harkat kemanusiaannya, lengkap dengan produk material yang mereka hasilkan) sebagai faktor yang diperhitungkan oleh para pengambil kebijakan negara, sehingga kebudayaan dapat menjadi kekuatan yang menentukan dalam setiap kebijakan yang mereka putuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membuka ruang kreativitas seluas mungkin bagi para seniman, baik tradisional, modern, maupun kontemporer, yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan kesenian yang disebabkan oleh kebijakan politik dan birokrasi negara, dominasi pasar, maupun kekuatan formalisme agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Merumuskan dan mengembangkan “fiqh kebudayaan” yang mampu menjaga, memelihara, menginspirasi dan memberi orientasi bagi pengembangan kreativitas masyarakat pada wilayah kebudayaan dalam rangka pemenuhan kodratnya sebagai khalifah fil ardl dan sekaligus warga masyarakat-bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keindonesiaan adalah tanah air kebudayaan kami. Oleh karena itu, di dalam dinamika kesejarahannya, ia menjadi titik pijak kreatifitas kami, Realitasnya yang membentang di hadapan kami, menjadi perhatian dan cermin bagi ekspresi dan karya-karya. Kami ingin tanah air kebudayaan kami menjadi subur oleh tetes-tetes hujan keringat estetik bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diputuskan pada Muktamar Kebudayaan NU I&lt;br /&gt;di Pesantren Kaliopak, Piyungan, Yogyakarta,&lt;br /&gt;Senin,1 Februari 2010, pukul 22.39 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Notes Facebook Faisal Kamandobat, klik di sini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1780934239794274947?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1780934239794274947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/02/surat-kebudayaan-nahdlatul-ulama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1780934239794274947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1780934239794274947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/02/surat-kebudayaan-nahdlatul-ulama.html' title='Surat Kebudayaan Nahdlatul Ulama'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S4YCSz1saZI/AAAAAAAAA9s/NglXP5n-Ws4/s72-c/nu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8887246863609669856</id><published>2010-02-25T09:53:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T14:50:48.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>Kapan Kaya?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;[ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;kange&lt;/a&gt;] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Lamat-lamat hembus angin mengendus dedahan serta reranting dan yang tampak goyong diliuk-liukkan angin adalah pepohonan besar. Semakin pohon itu tinggi, semakin hebat angin menerjang. Seperti pohon-pohon di pinggir jalan menuju ke pesantren, daun-daunnya rontok berguguran. Dan ini beda dengan rerumputan di depan warung Lek Jo yang tampak tenang, tapi tiap kali orang lewat dapat dipastikan salah satunya ada yang terinjak. Begitulah kalau jadi rumput tentu ada kemungkinan terinjak dan begitulah pula kalau jadi pohon besar dan tinggi, tak henti digoda angin-angin liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegaduhan dan keriuhan angin menyapa dedaun nggak berpengaruh di dalam Warung Lek Jo. Sebab mereka punya cerita sediri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ad dunya sijnul mukmin; dunia itu penjara bagi orang-orang yang beriman. Emang sudah jelas kan? Apa yang nggak boleh oleh agama itu hal-hal yang enak. Kayak mabuk, judi, itu lho molimo? emoh limo, lima perkara yang dilarang agama," Kang Cutik tiba-tiba menyodorkan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak di dunia. Lhah, di akhirat? Tapi ada juga yang nggak enak lho, Kang? Maling. Ya, kan? Nggak mbayar dan kalau ketahuan massa lalu ketangkap, bisa jadi dibakar hidup-hidup," Mas Guru Anam membalikkan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koruptor, enak, Mas? Nggak pernah ketahuan," sahut Lek Jo sambil memencet-mencet tombol dan me-mute-kan tayangan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Warung Lek Jo, semua berbaur akrab. Mas Guru Anam, seorang guru muda yang sesekali cangkruk di warung Lek Jo, terlihat akrab dengan kang santri-kang santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampean kok tiba-tiba bicara tentang dunia dan penjara. Ada apa, Kang?" Tanya Lek Jo kepada Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tadi sowan ke Kiai Sholeh, Lek. Ketepatan bareng sama pengede-pengede. Pejabat atau apa pengusaha lah? Tapi aku Nggak mudeng apa yang diomongkan mereka ke Mbah Kiai. Dan iya itu tadi salah satunya dawuh Mbah Kiai," jawab Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang, bener ya? Kalau maksiat itu mahal harganya. Untuk ke Papilon saja paling sedikit harus ngerogoh kocek 50 ribu rupiah, itu untuk masuknya saja belum termasuk softdrink," Tutur Mas Guru Anam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Papilon apa, Mas?" celetuk Kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu, lho. Bahasa jawa dari tempat yang bisa menjadikan pelo. Pelo nggak tahu juga? Pelo artinya Blo-on. Hehehe... Nama jawa dari diskotik, Bar, klub malam atau semacamnya yang menyediakan maysirun", Jawab Mas Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok mau ya, jadi blo-on?" sela kang Cutik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalau gadis mau masuk katanya gratis ya, Mas?" tanya Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo tho, Lek? sudah pernah, ya?" Tanya Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin bener juga kalau perempuan itu perhiasan? Untuk menarik pengunjung perempuaan bias jadi umpan dan ia digratiskan" Kang Ahmad tiba-tiba ikut urun rembug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ini jelas merugikan kaum hawa? Apalagi perempuan yang mau masuk, berarti menggadaikan harga diri dan mereka dilecehkan secara tidak langsung," lanjut Kang Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huss serius banget... Biarlah urusan harga diri perempuan. Mereka mau jaga atau tidak, silahkan. Kang Cutik, lanjut cerita tadi saja. Ceritakan sowan sampean tadi?" Lanjut Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua di warung itu menoleh ke Kang Cutik. Seakan menanti jawab dan kata-kata kang Cutik selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, kalau tepatnya secara perinci aku kurang ingat, Lek," kata kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya saja nggak apa-apa, Kang!" pinta kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tadi juga telat dan masuk ke ndalem belakangan setelah para tamu itu. Dan hanya Dua yang aku ingat: itu tadi tentang dunia dan penjara. dan yang satunya tentang apa yang sebenarnya dicari dalam hidup," sambung Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana, Kang?" desak Kang Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dicari orang hidup itu ketenangan," kang Cutik berkata meniru apa yang tadi didengar dari dawuhe Kiai Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, ini yang kadang membuat orang kebelinger. Menurut pandangan umum yang menenangkan adalah adanya perkara yang dapat membantu kelangsungan hidup secara langsung. Misal, di zaman sekarang ini seperti uang. Orang kalau punya uang atau katakanlah kekayaan materi, dia akan merasa tenang sebab semua bisa terpenuhi. Mau ini bisa, mau itu juga bisa. Bahkan di penjara pun enak?" lanjut Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, Kang. Semua bisa dibeli?" sahut Mas Guru Anam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi apa juga itu yang sebenernya dicari di dunia? Uang. Harta. Kekayaan" Tanya balik Kang Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wheess... aku nggak ikut-ikutan kalau ngomong tentang itu. Enaknya jadi orang kaya, aku sendiri juga belum pernah. Coba, siapa di antara kalian yang sudah pernah kaya?" Sambung Kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya nggak gitu, Kang. Minimal kan tahu gelagat orang kaya itu. Tetanggaku di kampung tiap malam tidak bisa tidur, sebab mobil-mobil angkot miliknya ada yang belum pulang. Dia selalu menunggu mobil-mobilnya yang belum pulang itu," kata Kang Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu sebagian dari kerja keras, Kang. Kalau mau kaya harus kerja keras"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ya nggak ketungkul dan yang penting nggak terlalu. Sudah ada kaidahnya, apa-apa itu kalau terlalu bisa memabukkan. Termasuk uang, harta, kekayaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oalah, Kang-kang. Lha wong belum pernah kaya ae kok pada bingung? Ngayal sendiri-sendiri" ejek Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, Kang Cutik. Sampean sendiri sowan ke Mbah Kiai ada apa?" tanya Kang Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Minta nasehat biar cepet kaya?" jawab Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di Warung itu sudah mulai tersenyum mendengar jawab Kang Cutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayah... apa nggak keterlaluan. Hehehe... Dinasehati apa sama beliau?" Lanjut Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lumayan, aku dibalas senyum sama beliau dan untungnya pejabat-pejabat itu sudah pulang, kalau tidak mungkin aku sudah ditertawakan," kata kang Cutik tanpa beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahaha... Orang-orang di dalam warung gaduh dan ramai sendiri menertawakan perihal kesowanan kang Cutik dan mereka kurang memperhatikan kata-kata Kang Cutik selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gini, singkat Beliau dawuh, kalau pingin kaya itu harus ada; niat baik, telaten-kerja keras, dan Yakin. Lalu amalkanlah doa ini, Allahummaj'aliddunya tahta aidiina, wala taj'alha fi qulu bina..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak kang santri-kang santri itu terdiam, mau memperhatikan doa yang dilafalkan Kang Cutik tapi sudah terlanjur selesai dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Udin kemudian meminta kepada Kang Cutik, "Iiiittt, yang doa diulang, Kang? Aku juga mau ngamalkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, siaran langsung. Nggak bisa diulang," jawab kang Cutik enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirboyo, 012010&lt;br /&gt;nb: Allahummaj'aliddunya tahta aidiina, wala taj'alha fi qulu bina... artinya Duh Gusti, taruhlah dunia ini dalam genggam telapak tangan kami dan jangan Engkau letakkan di dalam hati kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S4XmByci-LI/AAAAAAAAA9k/tDZiO4UNU1k/s1600-h/skeleton.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S4XmByci-LI/AAAAAAAAA9k/tDZiO4UNU1k/s320/skeleton.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8887246863609669856?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8887246863609669856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/02/kapan-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8887246863609669856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8887246863609669856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/02/kapan-kaya.html' title='Kapan Kaya?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S4XmByci-LI/AAAAAAAAA9k/tDZiO4UNU1k/s72-c/skeleton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1356503046089919530</id><published>2010-01-02T17:33:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T18:03:21.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Senyampang Rindu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;&lt;b&gt;Puisi&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;di antara dua pintu manusia-manusia selalu mengacu laku&lt;br /&gt;mendera debu-debu waktu dan meregang nyawa di ruang-ruang asa&lt;br /&gt;tapi terkadang manusia-manusia sendiri &lt;br /&gt;malah merapah bertingkah&lt;br /&gt;tak hirau, kala gamang sertai kaki melangkah awal beradu sangkal &lt;br /&gt;dan tak dirasa, seruas tahun demi tahun pergi&lt;br /&gt;lalu umur terbujur di lorong-lorong kata&lt;br /&gt;menuju ke ujung sejarahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seketika itu lamanya &lt;br /&gt;seketika dalam ketercentangperangannya&lt;br /&gt;manusia-manusia kian terperangah&lt;br /&gt;saat tapal batas terapal&lt;br /&gt;tinggal gayang bersambut sesal...&lt;br /&gt;sementara nganga pintu keluar di depan mata&lt;br /&gt;manusia-manusia malah bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah bertemu dan berpisah adalah rindu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________&lt;br /&gt;2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1356503046089919530?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1356503046089919530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/01/senyampang-rindu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1356503046089919530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1356503046089919530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/01/senyampang-rindu.html' title='Senyampang Rindu'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1587574328912095669</id><published>2009-12-20T23:54:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:22:18.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>Ma-ul Jahanam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;Kange&lt;/a&gt;]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore yang basah. Pertigaan di utara Pondok Pesantren masih diam tanpa ada sesuatu lain kecuali gerimis yang ramah menyapa bumi. Dari arah kota, terlintas becak yang menyibak gerimis dan becak itu berjalan menepi ke arah warung Lek Jo. Di dalam Warung, ada kang santri-kang santri yang biasa kerja paruh waktu (becak-an), mereka sedang duduk-duduk sembari menanti gerimis reda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak seberapa lama, "&lt;i&gt;Assalamu'alaikum&lt;/i&gt;" salam dari Kang Udin yang disambut koor jawab salam dari Kang Dirro, Kang Tuplik dan Lek Jo, "&lt;i&gt;Wa'alaikum salam&lt;/i&gt;" yang sejak tadi berada di dalam warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Darimana, Din?" tanya kang Dirro kepada kawan sesama arek becak-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu, ngantar Mas Ahmad beli peralatan Dekor... hmm, katanya untuk menyambut kedatangan jama'ah haji. Tanya saja tuh orangnya lagi mau kesini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mas Ahmad menyusul masuk Kang Udin ke warung, "&lt;i&gt;Assalamu'alaikum.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Wa'alaikum salam,&lt;/i&gt;" jawab kompak orang-orang yang ada dalam warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emange kapan, Mas? Jama'ah Haji datang, " tanya kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamarin, Cak Dullah kasih kabar, kira2 satu minggu lagi tapi persiapanlah biar tidak &lt;i&gt;Ndadak&lt;/i&gt;, " jawab Mas Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cak Dullah adalah Putra dari Kiai Sholeh yang tahun ini menunaikan ibadah&amp;nbsp; ke Tanah Suci dan Mas Ahmad, sebagai santri yang senior diamanati untuk menjadi panitia penyambutan Jama'ah Haji.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Oh, ya... tadi saya main ke kamar yang digunakan untuk bikin dekor. Sepertinya Ada yang kurang bisa dipaham dari &lt;i&gt;Mal-malan&lt;/i&gt; dekor. Tapi aku tadi tergesa-gesa sebab baru didawuhi kiai Sholeh, jadi hanya selintas tanya saja hehehe..." Kang Dirro berkata sambil senyum-senyum sendiri tertawa ringan hehehe... ia lanjut berkata, "&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"lha kenapa tho, kang" tanya penasaran Mas Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho, malah ketawa sendiri" kang Uddin menyahut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Entah, ya begini, kalau bahasa Arab dari kata datang adalah Ja'a, sedang bahasa Arabnya; selamat adalah salamah,.. kalau Air itu bahasa arabnya ma' dan tanah itu bahasa arabnya Ardun, sedangkan hadir kayaknya sama bahasanya hehehe.." Kang Dirro tidak bisa menyembunyikan tawanya &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya?" Kang Tuplik semakin penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat datang kehadiran Anda ke Tanah Air kembali... bahasa Arabnya apa? hehehe..." Kang Dirro balik tanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lek Jo yang sejak tadi diam saja tiba-tiba urun rembuk, "Hahaha... aku tahu; Salamah ja'a bi hudurika ila Ardun ma..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahaha... tawa renyah memecah kebekuan larik-larik gerimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu yang salah siapa...?" tanya Kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yo, emang bener. Arab bukan Indonesia dan Indonesia bukan Arab dari susunan bahasanya saja sudah beda... hehehe" kata Lek Jo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi asal sesuai dengan nafas keagamaan biasanya malah mendatangkan untung," kata Mas Ahmad menyela tawa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, apa lagi ni?" Kang Tuplik penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini cerita tentang seorang santri yang pergi haji. Waktu itu dalam perjalanan dari Madinah mau ke Mekah, disana kan panas sekali. Lha, di dalam bis, ternyata AC-nya lupa dihidupkan oleh sopir. Semua yang naik di bis itu kegerahan. Satu sama lain saling pandang. Kira-kira dalam hati mereka berkata, "Bagaimana menyuruh si sopir&amp;nbsp; menghidupkan AC? Lha, semua mata akhirnya melirik ke Kang Santri itu. Dengan agak takut-takut kang santri itu beranikan diri... setelah di dekat supir dia menepuk bahu sopir dan sopir itu menoleh. Keringat sejagung-jagung mengucur di keningnya, entah takut atau semakin gerah. Kang santri itu lalu menunjukkan jari ke AC sambil berucap, "Innalilahi wa inna ilahi raji'un..." kata Mas Ahmad mengundang tawa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa juga begitu, yach? Bahasa Arabnya; tolong, hidupkan AC itu? hehehe" tanya Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Halah... Ada lagi- ada lagi, cerita dari sana, ketika seorang santri mau beli air panas karena bingung memilih dan memilah kata... Mungkin di waktu mondoknya dia nggak mempeng atau dia lupa? hahaha...dan akhirnya ia bikin sendiri istilah itu... " Kang Uddin membikin pertanyaan baru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa? kalau ketawa dibagi-bagi!" pinta kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ma-ul Jahanam, hehehe... ada nggak, ya? hehehe..." jawab enteng kang Uddiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cerdas atau bodoh? hahaha..." Tanya Kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Neraka kan Panas dan yang paling nge-tren neraka Jahanam, hehehe..." sahut kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Owh, ya... hahaha… Lek, ma-ul jahanam diberi gula dan kopi, dua Lek...! Eh, kamu ngopi tho, Kang Din?" kata Mas Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Samar-samar tawa renyah terdengar dari dalam warung dan beriring percik-percik gerimis di atap warung lek Jo. Memang, antara gerimis dan tawa, keduanya sama-sama memecah kebuntuan. Gerimis turun bawa berkah basahi bumi yang kering dan tawa hadir dalam kebekuan suasana yang akan sedikit cair dengan tawa yang sedikit pula. Kalau gerimis datang biasanya diiringi hujan tapi tidak semua gerimis lalu pasti hujan. Seperti halnya gerimis, tentang tawa; datangnya juga tidak selalu membawa bahagia dan bangga. Kadang mereka yang tertawa ada yang menghina, ada yang hanya canda dan ada pula yang ingin melepas sejenak segala persoalan, rileks meski tanpa keterlaluan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;terbit di Majalah MISYKAT Edisi 55 tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1587574328912095669?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1587574328912095669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/12/ma-ul-jahanam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1587574328912095669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1587574328912095669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/12/ma-ul-jahanam.html' title='Ma-ul Jahanam'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2687697505875212639</id><published>2009-12-03T16:07:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:22:26.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Keadilan, Kepada Siapa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SxeB22avpiI/AAAAAAAAA9A/jV_-r1P82QI/s1600-h/bendera.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410936256629548578" src="http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SxeB22avpiI/AAAAAAAAA9A/jV_-r1P82QI/s200/bendera.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 143px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html" style="color: #3333ff;"&gt;puisi&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika aku nggak disuruh memilih antara iya dan tidak,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; apalah tidak terpilahkan adanya aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;jika aku nggak harus memilah antara benar dan salah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; apa ada langkah-langkah tak berarah?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jika aku tahu baik mana antara pasrah atau latah,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apakah lelah itu menang dan jengah ini kalah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukankah jika bukan jika keadilan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atau andai tak andai adanya?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;kami harus mengadu,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;atau mengaduh?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kepada siapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;112009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2687697505875212639?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2687697505875212639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/12/keadilan-kepada-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2687697505875212639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2687697505875212639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/12/keadilan-kepada-siapa.html' title='Keadilan, Kepada Siapa?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SxeB22avpiI/AAAAAAAAA9A/jV_-r1P82QI/s72-c/bendera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-857179807122643241</id><published>2009-11-14T12:12:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T19:13:34.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='logo'/><title type='text'>logo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dSb_z_Lz6Oo/TsCjAcl59KI/AAAAAAAABDk/A8oKt9z-TSY/s1600/sbh2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="41" src="http://1.bp.blogspot.com/-dSb_z_Lz6Oo/TsCjAcl59KI/AAAAAAAABDk/A8oKt9z-TSY/s200/sbh2.png" width="7" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-am3KJU_oMfM/TsEFzLzvmPI/AAAAAAAABD4/d8GVn1aOA0E/s1600/footerbg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-am3KJU_oMfM/TsEFzLzvmPI/AAAAAAAABD4/d8GVn1aOA0E/s1600/footerbg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3KD12XeXOXE/TsCjALccwwI/AAAAAAAABDc/Ej40w2_Ip6I/s1600/nav_bar1.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-3KD12XeXOXE/TsCjALccwwI/AAAAAAAABDc/Ej40w2_Ip6I/s1600/nav_bar1.PNG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-857179807122643241?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/857179807122643241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/857179807122643241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/11/logo.html' title='logo'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dSb_z_Lz6Oo/TsCjAcl59KI/AAAAAAAABDk/A8oKt9z-TSY/s72-c/sbh2.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8743763217515424360</id><published>2009-11-07T23:54:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:22:35.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>kawanan kambing di pasar krempyeng</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SvujTS7kxbI/AAAAAAAAA8c/-4sTmAvoRBU/s1600-h/kambing.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403091729855595954" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SvujTS7kxbI/AAAAAAAAA8c/-4sTmAvoRBU/s200/kambing.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 200px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 150px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html" style="color: #3333ff;"&gt;kange&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kang Tuplik biasanya mengembala kambing-kambing Kiai Soleh di lapangan timur pondok pesantren, tapi tidak untuk siang ini, ia mengawal 20-an kawanan kambing ke Pasar Kartanegara, sebuah pasar krempyeng, pasar pagi yang buka hanya sampai jam 8 pagi. Setelah itu biasanya pasar bubar, tinggal onggokan lapak dengan kayu-kayunya yang lapuk di mata termakan sinarmatahari dan hujan. Hanya ada 4 lajur gang dan beberapa sekat yang membelah pasar,selebihnya pasar hanya berupa bahu jalan yang terubah menjadi tempat transaksi. Kebanyakan para pedagangnya hanya mengelar kardus atau bagor sebagai tikar untuk gelar barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh kang Tuplik, kambing-kambing itu dicarikan rewesan kubis, sisa-sisa daun Kol afkiran yang tak terjual. Sementara kambing-kambing itu lahap dengan rizqi yang diterimanya, kang Tuplik cangkruk di warung satu-satunya yang masih buka di pasar itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Makde, cangkruk di sini juga tho?" tanya kang Tuplik menyapa Makde kariba, anak santri yang demi menuntut ilmu harus nyambi jadi tukang becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ho... Ho... Ho, kang Tuplik sampai sini juga, mengembala kok di pasar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ini enaknya kalau pasar tradisional. Kalau supermarket ataupun minimarket, yang bisa menikmati hanya orang-orang yang punya uang saja?" jawab ngacau kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, ga gitu. Kebersihan mereka terjaga, jadinya layak, ga kayak kamu-kamu," sahut penjaga warung, yang kemudian menyilahkan kang Tuplik dan menawari menu warung itu, "Minumnya apa, Kang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Es teh, esnya yang banyak, Lek," pinta kang Tuplik kepada penjaga warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, walau nggak kenal sama penjaga warung biasanya mereka menyapa dengan sapaan; Lek, untuk siapa saja penjaga warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersih, si bersih. Sampai-sampai orang kecil nggak ada yang bisa bersaing. Yang besar tambah besar, yang kecil diinjak-injak terus," Makde Kariba menyela omongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kerja to mas, yang ulet, tekun, dan istiqmah. Disiplin gitu. Sampaean masih percaya to dan punya Tuhan? Yang terpenting lagi jujur dan dapat dipercaya," sembari mengadoni es teh, Lek penjaga warung itu menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong, emang enak lho jadi orang kecil, ga teratur peraturan-peraturan. Coba deh kamu jadi presiden, yang harus protokoler lah, protap lah, ga bisa kemana-mana sendiri lah? Susah malah kayaknya kalau jadi presiden," kata orang yang duduk di deret ujung bangku. Orang itu berperakawan kurus dengan tampilan necis dan potongan rambut klimis. Sepertinya dia seorang seorang pegawai sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di warung kecil ini siapa saja boleh berkomentar, kadang orang yang gak kenal sekalipun bisa akrab berbagi dan berkeluh kesah tentang ketidaksukaan atau kesukaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, enak jadi presiden, Mas. Tinggal perintah sana sini, dihormati selalu, kemana-mana selalu disambut meriah. Tidak seperti kamu, Plik... yang nyambut hanya kambing-kambing," jawab Makde Kariba sambil menatap Kang Tuplik yang senyum-senyum sendiri sebab dikatain begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama saja, demo-demo juga sambut presiden. kita lihat ke depan, orang yang nggak suka itu lebih banyak. ya entah nggak percaya atau memang iri kita nggak tahu," Lek penjaga warung menyela jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oe, pingin tahu nggak klo aku jadi presiden, strategi apa yang aku pakai untuk menghadapi orang-orang macam kalian yang banyak omong, he... he... he...," lanjut Lek penjaga warung kepada orang-orang yang lagi cangkruk di warung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ger ger ger he he he he... riuh tawa cekikik dan senyum-senyum masam tampak di bibir orang -orang yang cangkruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makde Kariba kembali melirik ke kang Tuplik, ia lalu melanjutkan kata, "Aku tahu, Lek. Gini-gini, pertama; jadikan diri kita pengepul, maksudnya semua menjual ke kita dan jelas bikin tertarik kepada kita, simpatik akan mengalir deras pasti. Kedua; bikin sudut pandangan buruk pada yang rese-rese kayak mahasiswa, buruh, atau orang-orang yang nggak kenal kompromi seperti aliran garis keraslah. Bikin kambing hitam pada mereka. Biarkan mereka beraksi, seting agar arogansi mereka kelihat, dari sini kan masyarakat pasti menilai buruk tingkah mereka. Ketiga; rawat baik-baik yang telah menjadi bawahan kita jangan biarkan kambing-kambing itu lari, seperti kambingmu tho, kalau kamu ajak untuk cari makan kan semangat he... he... he...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu kang Tuplik menjadi bahan ketawaan teman-teman cangkrukan. Dia hanya senyum-senyum saja. dalam hati ia bilang, nggak masalah. Kang Tuplik lalu angkat bicara, "Santai, De. Siapa tahu dan tahu siapa? Sekarang yang penting kambing-kambing kenyang. Iya, Nggak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehh, Aku tambahi, De. Yang selanjutnya, Brangus habis perusak kestabilitasan pasar, kayak Kang Tuplik ini... wkwkwk. Dan mendingan kambing-kambingmu diadu saja Kang Tuplik biar pasar jadi ramai ada tontonan, warungku kan juga jadi ikut ramai hehehe...!" Lanjut Lek penjaga warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tuh juga aneh, Kang Tuplik. Menggembala kambing ke pasar... kasihan tuh Pak Kijan yang harus bersih-bersih mendil kambing-kambingmu," Orang yang duduk di deret ujung bangku warung angkat bicara sambil mandang Pak Kijan tukang sapu pasar yang sedang menggusah/ menyuruh pergi kambing-kambing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, Plik. Kasihan Pak Kijan," lanjut Makde Kariba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang beberapa detik, dari luar warung ada teriakan,&lt;br /&gt;"Kambing siapa ini. Minta dibunuh atau diapakan? Hoii...!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang lagi cangkruk gergeran tak henti melihat Kang Tuplik tunggang langgang langsung lari mengejar ke kambing-kambing gembalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;112009&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;nb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasar krempyeng: pasar pagi yang buka hanya sampai jam 8 pagi atau setengah hari saja.&lt;br /&gt;Rewesan Kubis : daun Kol setengah kumal, afkiran yang ga kepakai dan ga kejual&lt;br /&gt;Bagor  : karung&lt;br /&gt;cekikik : tertawa ringan&lt;br /&gt;rese-rese: menyebalkan&lt;br /&gt;gergeran: mengundang tawa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8743763217515424360?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8743763217515424360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/11/kawanan-kambing-di-pasar-krempyeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8743763217515424360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8743763217515424360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/11/kawanan-kambing-di-pasar-krempyeng.html' title='kawanan kambing di pasar krempyeng'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SvujTS7kxbI/AAAAAAAAA8c/-4sTmAvoRBU/s72-c/kambing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-191321773633890713</id><published>2009-10-25T03:15:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:22:45.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>(a)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;puisi&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;mungkin di pintumu,&lt;br /&gt;peminta merasa malu meminta&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"bukankah semuanya telah dibagi,"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;helahmu dikeluhku --ah, aku jadi&lt;br /&gt;mulai tahu; mungkin...&lt;br /&gt;sebab kau adalah peminta,&lt;br /&gt;dia adalah pencapaian&lt;br /&gt;dan aku hanyalah malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mungkin di pintuku,&lt;br /&gt;peminta sudah tak ada lagi&lt;br /&gt;sebab kebosanan itu&lt;br /&gt;berkawan denganku&lt;br /&gt;atau seperti bisikmu,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"bukankah kita tidak sebanding?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;dan berisik ini mengusik&lt;br /&gt;peminta memintal&lt;br /&gt;mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mungkin di pintu-Nya...&lt;br /&gt;atau hanya dipinta-Nya,&lt;br /&gt;kami puas(a)kan&lt;br /&gt;kesombongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: helah, menghindar dengan cara mereka-reka secara halus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-191321773633890713?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/191321773633890713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/191321773633890713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/191321773633890713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/10/blog-post.html' title='(a)'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-269576751735177327</id><published>2009-10-25T03:10:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:22:53.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Sisa di Awal Cerita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;puisi&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;: Parakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;sogol-sogol masih berdiri menantang langit dan&lt;br /&gt;desiran angin lembah menyembahnya di tegalan persil Sumbing,&lt;br /&gt;dan ia menatap; Sindoro masih angkuh lemparkan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Kemarin, saat memanggang rigen-an, matahari juga membakar hati kami&lt;br /&gt;sebab seperti latu dan klelet, kami hanya sisa di awal cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;neraca di kota kami, juga memiliki satuan tersendiri;&lt;br /&gt;mungkin sisa masa kolonial, saat kakek-kakek kami menanam tebu&lt;br /&gt;tapi juga berasa pahit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;dari tubuh kami, mereka menikmati lembaran daun emas&lt;br /&gt;tapi mengapa keringat kami tak lagi bening&lt;br /&gt;malah kian memerah akhir senja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________&lt;br /&gt;nb:&lt;br /&gt;Parakan: sebuah kota kecil di kaki Gunung Sindoro-Sumbing&lt;br /&gt;sogol: batang pohon tembakau&lt;br /&gt;Persil: ladang kontral di lereng Sindoro-Sumbing&lt;br /&gt;Rigen-an: tempat untuk mengeringkan rajangan/ irisan daun tembakau&lt;br /&gt;Latu: sisa pembakaran rokok berbentuk abu&lt;br /&gt;klelet: nikotin, sisa dari asap rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-269576751735177327?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/269576751735177327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/10/sisa-di-awal-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/269576751735177327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/269576751735177327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/10/sisa-di-awal-cerita.html' title='Sisa di Awal Cerita'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6709261263913336188</id><published>2009-09-28T16:20:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:23:55.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>pergumulan malam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;puisi&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;saat-saat&lt;br /&gt;serpihan angin terhenti&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;serbuk-serbuk mimpi&lt;br /&gt;bebintang tak lagi indah&lt;br /&gt;kerna&lt;br /&gt;yang bersemayam pada malam&lt;br /&gt;yang menidurkanmu&lt;br /&gt;dalam kasih,&lt;br /&gt;hanya ingini nuansa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kala&lt;br /&gt;mata malam terjaga&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;pernik-pernik hati,&lt;br /&gt;kau hanya menabuh sepi...&lt;br /&gt;sebab ia&lt;br /&gt;yang datang pada kisahnya&lt;br /&gt;yang mencari&lt;br /&gt;dalam kesendirian,&lt;br /&gt;di ujung doa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah aku bagai rangka tak berruh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;malam 23 puasa 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6709261263913336188?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6709261263913336188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/09/pergumulan-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6709261263913336188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6709261263913336188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/09/pergumulan-malam.html' title='pergumulan malam'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-5310062842489497521</id><published>2009-09-02T17:06:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:24:00.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>tasbih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;-&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;puisi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dan sayup-sayup dalam riuh ruh abjad bergemuruh,&lt;br /&gt;terbata-bata kau rayapi tubuh yang mengembang&lt;br /&gt;serupa asap meluruh ruang&lt;br /&gt;di huruf-huruf yang bentuki dafnah,&lt;br /&gt;tiara kata di cecap kau dan mulutmu berdesis;&lt;br /&gt;melobangi udara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan selaraskah ritme nafas&lt;br /&gt;yang berkejaran di detak nadi dan hentak jemari&lt;br /&gt;atau hanya lingkaran untaian mimpi-mimpi bertasbih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manik-manik itu menanti jemarimu menari...&lt;br /&gt;sembari terus bergeming di bening jiwa,&lt;br /&gt;hening;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;subhanallah... subhanallah... subhanallah...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;02092009&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;malam 12 Ramadlan 1429&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-5310062842489497521?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/5310062842489497521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/09/tasbih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/5310062842489497521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/5310062842489497521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/09/tasbih.html' title='tasbih'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6415048205210752337</id><published>2009-08-27T04:23:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:24:06.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>tiada, seperti dengan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;- &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;puisi          &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;cinta adalah aku,&lt;br /&gt;takkan terlihatlah aku dari mata nyata&lt;br /&gt;ataulah akan terlihat aku hanya dari mereka yang tergerakkan,&lt;br /&gt;seperti dengan beterbangannya debu dan melambainya daun-daun.&lt;br /&gt;Atau sampailah aku menusuk-nusuk kulit arimu&lt;br /&gt;hingga kau rasakan hadirnya aku.&lt;br /&gt;Ataukah hirup dan hempasan nafas menyisakan dahaga tiada habis,&lt;br /&gt;di mana hampa dalam sesaknya nafasmu&lt;br /&gt;karna tiada aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;kediri 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tahu siapa Aku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6415048205210752337?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6415048205210752337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/tiada-seperti-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6415048205210752337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6415048205210752337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/tiada-seperti-dengan.html' title='tiada, seperti dengan'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3923583210224042137</id><published>2009-08-11T18:31:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T15:18:23.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kliping'/><title type='text'>Selamat Jalan 'Si Burung Merak'</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SoFWuAExheI/AAAAAAAAAts/r6wBLnMGQvw/s1600-h/rendra.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368667579096335842" src="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SoFWuAExheI/AAAAAAAAAts/r6wBLnMGQvw/s400/rendra.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 128px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 204px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;W.S. Rendra &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7 November 1935 - 7 Agustus 2009&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa nyana W.S. Rendra pernah berangan-angan menjadi seorang tentara. Meski sudah rajin menerbitkan kumpulan sajak dan pusisinya sejak masih di bangku SMA, Rendra remaja malah berangan-angan menjadi taruna di Akademi Militer. Namun seolah-olah dituntun takdir sebagai penyair besar cita-citanya kandas, lantaran kemampuannya eksaktanya yang lemah. Ia malah melanjutkan studinya ke Jurusan Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dari sana jiwa seninya semakin terasah bahkan ia sempat memperdalam pengetahuan drama di American Academy of Dramatic Arts, New York (1964 – 1967).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;W.S. Rendra yang bernama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, lahir di Kampung Jayengan, Kota Surakarta pada Kamis Kliwon, 7 November 1935. Ayahnya, Brotoatmojo seorang guru sekolah yang sangat berbakti pada misi agama Katholik. Oleh ayahnya, sejak kecil Rendra dididik untuk menghargai kehidupan yang mandiri sebagai swasta yang bebas dari lembaga pemerintah. Sementara ibunya, Ismadillah mengajarkan dengan tekun peradaban Jawa yang mistik dan religious kepada Rendra. Sang ibu mengajarkan cara mensyukuri panca indera dan melatih kepekaannya melewati kelana, olah tapa dan Samadhi menghayati nafas, kelenjar-kelenjar badan, tata syaraf, daya intuisi dan kehadiran jiwa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gabungan dari dua macam aliran pendidikan yang ia dapat pada masa kanak-kanak dan remaja itulah yang banyak berpengaruh kepada wawasannya mengenai dinamika budaya bangsa, emansipasi individu, kedaulatan rakyat, Hak Asasi Manusia, pembelaan kepada daya hidup dan daya kreatif manusia sebagai individu dan sebagai masyarakat, termasuk kepekaannya terhadap masalah-masalah pendidikan dan keadilan social. Hal itu pula yang menyebabkan ia menjadi kontroversial diantara politisi dan budayawan-budayan yang tidak kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rendra atau yang biasa disebut Willy, melangkahkan kaki di dunia kesenian sejak menjadi siswa SMA; menulis cerpen, puisi, esei, naskah drama, berdeklamasi dan main drama. Penyair dan Dramawan ini mendirikan grup teater Lingkaran Drama (1962 – 1964), Bengkel Teater 1967 – 1978) keduanya di Yogya, lalu Bengkel teater lagi di Depok, Jawa Barat (1985 – sekarang). Grup teater yang terakhir adalah kristaliasi atau titik tolak pencarian Rendra setelah kembali dari studi di School of Drama, New York University (1978 – 1985) dan setelah keluar dari Penjara selama 10 bulan akibat melibatkan diri dalam aksi-aksi protes. Sebagai manusia dan seniman, Rendra berusaha bersikap sesuai dengan kepercayaanakan nilai-nilai kebebasan dan hati nuraninya. Ia diamati kalangan luas, termasuk birokrat, politisi, militer dan cendekiawan. Penampilannya biasanya tak hanya mempesona tapi juga seperti selalu siap dengan hal yang mengandung kejutan, baik dalam arti kreatif maupun dalam arti social. Ia dijuluki Si ‘Burung Merak’ yang senantiasa menarik kehadirannya, tapi juga yang sekaligus mengundang berbagai kontroversi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penyair W.S. Rendra telah banyak melakukan pembacaan sajak di Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Jember, Malang, Pontianak, Medan, Tegal, Ujung Pandang, Rotterdam Amsterdam, Leiden, Aachen, Berlin, Canberra, Melbourne, Adelaide, Perth,. New Delhi, Bhopal, Trivandrum, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuala Trengganu, Kota Bharu, New York, Tokyo, Leuven, dan Praha.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku-buku puisi karyanya antara lain; Ballada orang-orang Tercinta (1954), , Empat Kumpulan Sajak (1960), Blues untuk Bonnie (1970), Potret Pembangunan dalam Puisi (1980). Sedangkan karya naskah dan pementasan diantaranya; Orang-orang di tikungan Jalan (1954), Tanda Silang Eugene o Neal, Martodon dan Burung Kondor (1969), Macbeth (1970), Hamlet (1971), Pangeran Homburg (1972), Menunggu Godot (1973), Qasidah Berzanji (1974), Lysistrata (1975), Kisah Perjuangan Suku Naga (1975), Egmont (1975), Perampok (1976), Sekda (1977), Panembahan Reso (1986), Oedipus (1987), Selamatan Anak Cucu Suleiman (1988) dan Buku Harian Seorang Penipu (1989).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;W.S. Rendra juga menerjemahkan trilogi tragedy karya Sophocles : ‘Oedipus Rex’, ‘Antigone’, dan ‘Oedipus di Colonus’ dan dua tragedy karya Shakespeare: ‘Hamlet’ dan ‘Macbeth’. Sementara di dalam seni drama Rendra sangat terpengaruh oleh bentuk teater rakyat dan teater tradisional Jawa dan Bali. Namun begitu ia tidak menjiplak bentuk-bentuk tradisional itu, melainkan metabolism dari daya kreatifnya ia melakukan perombakan atau pengembangan yang dituntut oleh kesadaran pikirannya yang modern. Metode latihan seni teater yang ia ciptakan sebagai penerusan dari tradisi Kejawen dan Yoga Cina telah dianut dan dijalankan oleh hampir semua grup teater kontemporer di Indonesia. Bahkan mendapat sambutan yang hangat dari kalangan seniman teater di Australia, Jepang, Malaysia, waktu ia mengadakan workshop di negara-negara tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai penghargaan yang telah ia terima antara lain; Hadiah dari Badan Musyawarah Kebudayaan nasional untuk kumpulan sajaknya ‘ Ballada Orang-orang Tercinta’ (1975), Anugerah Seni dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1969), Hadian dari Akademi Jakarta untuk karya-karyanya selama kurun waktu 1970 – 1975 (1975), Penghargaan Adam Malik dalam bidang kesenian (1989), Wertheim Award untuk perjuangan hak-hak asasi Manusia dalam bidang kesenian (1991), Hadiah Hendar Fahmi Ananda dari senat mahasiswa universitas Mataram Lombok untuk perjuangan Hak-hak Asasi Manusia dan Demokrasi, The S.E.A Write Award untuk kumpulan sajak ‘Orang-orang Rangkasbitung’ (1997) serta Penyair terbaik dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1996).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu sandiwaranya bertajuk ‘Mastodon dan Burung Kondor’ dan ‘Kisah Perjuangan Suku Naga’ sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Kumpulan sajaknya ‘ Blues untuk Bonnie’ dan ‘Potret Pembangunan Dalam Puisi’ sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan belanda. Buu antologi ‘Sajak-sajak Pilihan’ juga sudah ditejemahkan dan diterbitkan di belanda, Jerman, Jepang, Rusia, Sanksrit, Hindi, Urdu dan Malaysia. Sementara secara eceran ada juga sajak-sajaknya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis, Bulgaria, Czech, dan Korea.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain melahirkan tradisi sastra dan teater yang berpengaruh, Dewan Kesenian Jakarta, DKJ menganggap W.S. Rendra sebagai salah seorang sastrawan Indonesia yang meninggikan martabat bangsa. Untuk itu secara khusus, DKJ pernah menggelar acara bertajuk ’70 Tahun Rendra : Menimbang Gerakan Kebudayaan Rendra’ pada perayaan ulang tahunnya yang ke-70 pada 2005 silam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan sahabat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari sini: &lt;a href="http://www.dkj.or.id/?opt=pages&amp;amp;cidsub=9&amp;amp;pages_id=475"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="judul_content"&gt;Selamat Jalan 'Si Burung Merak'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3923583210224042137?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/3923583210224042137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/selamat-jalan-si-burung-merak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3923583210224042137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3923583210224042137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/selamat-jalan-si-burung-merak.html' title='Selamat Jalan &apos;Si Burung Merak&apos;'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SoFWuAExheI/AAAAAAAAAts/r6wBLnMGQvw/s72-c/rendra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1434426250358838246</id><published>2009-08-11T09:04:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T15:41:13.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petablog'/><title type='text'>peta blog</title><content type='html'>&lt;br /&gt;berikut keterangan yang ada dalam [ &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;bloghalummajarro&lt;/a&gt; ] beberapa petunjuk dan Anda akan merasa nyaman menelusuri Blog ini. Semoga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/manuskrip_16.html"&gt;bejana&lt;/a&gt; adalah wadah yang kami pernah dan telah digunakan/ diterbitkan pada ranah yang lain... dan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html"&gt;kliping &lt;/a&gt;: mencoba memungut remah kata [ sekira perlu ] dari seberang laman&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;kange &lt;/a&gt;: subyektif dan dalam keberkisahanya hanya sebuah catatan ringan yang dinarasikan tanpa ujung serius, selalu berusaha apa adanya dan ini juga subyektif kami.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/search/label/cerpen"&gt;cerpen &lt;/a&gt;: menurutku ini cerpen tapi entah menurut Anda &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;saja(k)&lt;/a&gt;: misteri itu hidup bukan hidup itu misteri&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/search/label/catatan"&gt;catatan&lt;/a&gt; : kadang aku bingung membuang waktu&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html"&gt;paragraf &lt;/a&gt;: menyela di celah kakikaki huruf dan telusur di loronglorong kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/peta-blog.html"&gt;PetaBlog&lt;/a&gt; : mencoba untuk meletakkan pada tempatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/untitled.html"&gt;Bloghalummajaro's &lt;/a&gt;: sebuah salam pembuka, berisi ucapan terima kasih telah berkunjung ke bloghalummajaro, dan sedikit sebuah alasan mengapa bloghalummajarro ini dibuat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ memuat ] hanya blog link yang bloghalummajaro coba menyapa...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1434426250358838246?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1434426250358838246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1434426250358838246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/peta-blog.html' title='peta blog'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-872337149446503349</id><published>2009-08-05T20:16:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:27:52.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>L</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html"&gt;puisi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;ia curiga,&lt;br /&gt;alih-alih kalimat&lt;br /&gt;terbaca,&lt;br /&gt;tapi tak satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aksara pun&lt;br /&gt;di cipta lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;sebaris bait-bait&lt;br /&gt;bisu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;ayun kata-kata&lt;br /&gt;terpenggal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalah&lt;br /&gt;yang lebih&lt;br /&gt;indah&lt;br /&gt;dari segelintir&lt;br /&gt;puisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah&lt;br /&gt;yang lebih&lt;br /&gt;megah&lt;br /&gt;dari secuil&lt;br /&gt;sajak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia ragu,&lt;br /&gt;ia terkucil,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah kaum ter-b a (L) i k ?&lt;br /&gt;__&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-872337149446503349?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/872337149446503349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/l.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/872337149446503349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/872337149446503349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/l.html' title='L'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3135207630336874705</id><published>2009-08-05T19:47:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:28:01.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Ia,</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sebut saja begitu. Kau tak perlu tahu,&lt;br /&gt;mengapa tak sebut nama. Tapi pastilah kau tahu,&lt;br /&gt;Ia siapa? Sebab tiap rengek rintihmu,&lt;br /&gt;igau, dan khayalanmu;&lt;br /&gt;Ia selalu kau hirup dan hempaskan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaris demi sebait,&lt;br /&gt;gumpalan nafasmu keluhkan Ia, tak menentu&lt;br /&gt;dan sekata demi sekalimat&lt;br /&gt;jerat jeda akalku;&lt;br /&gt;melamuni halimunmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau pernah memanggilnya; sajak.&lt;br /&gt;sebab ia mampu mengarak benak&lt;br /&gt;dan kau menyebutnya Tuhan,&lt;br /&gt;karena kau jadi tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau pernah juluki Ia; puisi.&lt;br /&gt;sebab ia sanggup isi impi&lt;br /&gt;dan kau menerikinya; setan,&lt;br /&gt;karena kau bisa pecundanginya&lt;br /&gt;dan kau pernah juga menjelma...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, apalah ia di lipatan waktu dan mata angin,&lt;br /&gt;Ia sembunyikan kau dan aku,&lt;br /&gt;karena yang ada hanyalah pertanyaan dan keraguan&lt;br /&gt;bukan keterputusan atau kesinambungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, apalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;kediri, 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruntuk para pemuja kata-kata&lt;br /&gt;manusia, atau apalah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua ia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3135207630336874705?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/3135207630336874705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/ia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3135207630336874705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3135207630336874705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/ia.html' title='Ia,'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6832594473180156659</id><published>2009-07-13T09:02:00.000+07:00</published><updated>2010-01-02T15:58:07.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>][ Orang Asing, koruptor dan Orang Gila</title><content type='html'>[&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html"&gt;&lt;b&gt; Kange &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari berlalu meninggalkan ruang-ruang. Semakin ke depan, ruang di detik yang lalu semakin terlihat kuno, kolot, dan jumut. Semakin jauh tertinggal oleh waktu yang keburu-buru seperti seorang akan menuju kamar kecil. Ah, setelah selesai dan keluar dari kamar kecil, orang itu dengan santai melenggang. Dan ini gambaran waktu dan ruang yang hanya meninggalkan kenang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih di bilangan pertigaan utara pondok pesantren, lapangan bola yang berada di sebelah barat pertigaan, sepi. Hanya kambing-kambing milik Kiai Sholeh yang dengan lezatnya menikmati rizqi dari Tuhan. Padahal hanya rumput? Kang Tuplik yang duduk di bawah Randu dengan hikmat mendendang merdu nadlom Jauharul Maknun sembari menunggui kambing-kambing yang sedang berbahagia itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak jauh dari lapangan bola, di Warung kopi Lek Jo, tukang becak-tukang becak sedang berkumpul sambil menikmati Kousujah (kopi+susu+jahe), minuman khas Warung Kopi Ngeh (Wakoping).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sedangkan di dipan depan warung, bawah pohon cempedak, dua orang bergumul dengan pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Skak mat," sembari mengeser biduk Ster, Kang Amir setengah teriak memecahkan keheningan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ha ha ha ha hah, kalah lagi kau. Sudah berapa ronde kita bermain, He?" lanjut Amir dengan tersenyum dan tawa bangga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Dah, ah. Ku kemasi caturnya. Kalah terus," keluh kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He he he he. Biasalah kalah menang, Tuu. Tapi yang kalah biasanya ga bisa bikin sejarah. Ya, kan?" ejek Amir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua kemudian menuju ke dalam warung. Di sana kang Udin sedang menikmati Kausujah dan menonton TV sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lek Jo kemana, Din? kok sendirian nonton tivinya," tanya Amir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga tau, tadi pamit mau ke pasar Kertanegara, katanya belanja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah yang ngejaga sini siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halah biasanya ambil sendiri, kalau gak da orang. Penting kan bayar gak nguntet."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tu ada pembeli datang, kamu yang melayani, ya! Din!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari arah depan warung datang seorang dengan baju putih, bercelana putih dan bersepatu fantofel. orang itu nampak necis sendiri dibanding ketiga orang-orang yang sudah ada di dalam warung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum," salam ramah seorang yang tampak perlente itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alaikum salam." Kompak mereka jawab salam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kopinya satu, Mas" pinta orang yang tampak tersenyum ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin kemudian membuatkan kopi itu karena Lek Bejo tidak sedang di Warung. Anak-anak becak-an sangat akrab dengan Lek Jo sampai-sampai mereka rela membantu kalau Lek Jo sedang tidak diwarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berita sekarang lagi ramai apa, mas?" tanya orang asing, kalem seakan mengedepankan penampilan bicara penuh pesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV di warung itu memang sedang menyiarkan berita. Orang-orang menyimaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berita korupsi, bos," jawab Dirro sok akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang asing itu hanya tersenyum, ia kemudian berkata, "Korupsi di Indonesia sulit dihilangkan. Mungkin Anda di sini kurang begitu paham sepak terjang mereka; para koruptor. Kalau boleh saya ibaratkan koruptor itu tak lebih dari orang gila."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok bisa begitu, Mas" sela Amir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang gila itu tak membutuhkan apa-apa, tapi dia sudah merasa berkecukupan untuk mendapatkan hal-hal seadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu samanya di mana?" eyel Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bentar aku teruskan," jawab enteng orang asing itu sambil menyedu kopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang paling kaya adalah orang gila. Ini, satu logika kita. Orang gila tidak butuh apa-apa tapi sangat rakus dalam bertingkah karena labil jiwanya. lah kalau koruptor itu orang waras yang labil jiwanya karena tidak malu mengambil hak-hak orang lain. Alasan mereka eman-eman kalau sampai jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. mendinglah ke tangan jatuh ke tanganku, nanti aku akan sedekahkan ke orang-orang miskin. itu kelah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooo jadi mana yang lebih dahulu dapat yang kuasa atas uang korupsiaan itu," sela Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan hanya itu kadang malah ada semacam "Bagito" bagi andum roto. semua dapat," lanjut orang asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm,..." Amir nampak ingin mengucapkan sesuatu, "Tapi aku masih gak ngerti, nih? Koruptor sama dengan orang gila, ya?" tanya bingung Amir sambil garuk-garuk kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan dipikir serius, Mas. Jadi ingat anu, aku. ee..., anekdot tentang 3 Koruptor." sambil senyum-senyum orang asing itu bercerita, "Begini ceritanya, ketika mereka bercakap tentang uang hasil korupsiaannya koruptor pertama berkata: hasil korupsiku aku bagikan 50 untuk aku, 50 untuk saya sedekahkan. koruptor kedua menyahut: kalau aku cuma ambil 30 persen, yang selebihnya aku infaqkan ke jalan Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil jeda nafas ia lalu melanjutkan, "Yang ketiga ini yang paling baik, koruptor ketiga berkata: kalau aku, aku berikan semua uang itu kepada Tuhan. Caranya, aku bawa uang itu ke tanah lapang atau ke pekarangan dan sambil berteriak "ini bagianMu Tuhan, ambil semua!" aku lemparkan uangnya ke udara dan dan aku hanya memunguti sisa-sisanya yang jatuh ke tanah"&lt;br /&gt;Orang asing itu terus terpingkal-pingkal sendiri. Tertawa tak henti-henti, sampai gak ngerasa airmatanya berlinang. Perutnya dipegangi terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan seperti itu antara kang Dirro, kang Udin dan kang Amir hanya saling pandang, saling tatap dan bengong nggak ngerti apa yang diketawakan orang asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang asing itu tiba-tiba berdiri dan sipat kuping lari terbirit. Nggak tahu kenapa? Dia seperti ketakutan melihat orang-orang yang berpakaian sama seperti dengannya datang. Melihat hal itu rombongan orang-orang itu kemudian mengejar orang asing yang baru saja lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lek Jo yang ketepatan ikut mengiringi rombongan datang itu, tidak ikut mengejar. Dia kembali ke warungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia belum bayar, Lek. Kok malah lari, gak dikejar to?" keluh Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak apa-apa aku maklum kalau sama dia," jawab Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho kok, itu rombongan sapa Mbah?" tanya Amir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tadi rombongan perawat yang mau menangkap pasien RSJ yang pada kabur. Termasuk orang asing yang lari itu, " jawab jelas Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, Pantes..."&lt;br /&gt;__________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;091208&lt;br /&gt;cerita untuk para koruptor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6832594473180156659?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6832594473180156659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/07/cerita-untuk-para-koruptor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6832594473180156659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6832594473180156659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/07/cerita-untuk-para-koruptor.html' title='][ Orang Asing, koruptor dan Orang Gila'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1107191087814926766</id><published>2009-07-12T01:43:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:28:08.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>(se)BUAH(per)JALAN(an)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;koran! kooooraaan&lt;br /&gt;koran koran&lt;br /&gt;korankorankorankoran&lt;br /&gt;rankorankoranranko baru baru&lt;br /&gt;baru&lt;br /&gt;koran baru, Bang!&lt;br /&gt;Mase, koran. Koran baru, Mas!&lt;br /&gt;berita baru,&lt;br /&gt;koran baru!&lt;br /&gt;koran koran koooraaann&lt;br /&gt;ranko ranko baru&lt;br /&gt;yang baru,&lt;br /&gt;yang baru, koran! koooorannnn!&lt;br /&gt;koran koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kacange kacange kacange&lt;br /&gt;kacang kacang&lt;br /&gt;kacange, Bu!&lt;br /&gt;Mas, kacange. Mas!&lt;br /&gt;Bang, kacangnya. Bang!&lt;br /&gt;kacang kacang kacang&lt;br /&gt;kacange kacang&lt;br /&gt;kacangkacangkacangkacang&lt;br /&gt;kacangkacangkacang&lt;br /&gt;kacangkacang&lt;br /&gt;kacang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dingindingindingindingindingin&lt;br /&gt;yang dingin&lt;br /&gt;yaaus yaus yaus yang aus yang aus yang haus&lt;br /&gt;yang haus yang haus&lt;br /&gt;dingin dingin yang minum dingin!&lt;br /&gt;yang haus yang aus yang aus&lt;br /&gt;ya aus ya aus yaus&lt;br /&gt;yaus&lt;br /&gt;yang haus!&lt;br /&gt;minum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rames rames rames rames!&lt;br /&gt;nasi rames rames mes&lt;br /&gt;yang makan! nasi rames&lt;br /&gt;rameeees!&lt;br /&gt;rameeeeees!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jaaaa heeeee&lt;br /&gt;jaaaa heeee&lt;br /&gt;jaaaheee&lt;br /&gt;jaahee&lt;br /&gt;minum jahe hangat&lt;br /&gt;koooo piiiiiii&lt;br /&gt;koooo piiiiii&lt;br /&gt;kopi!&lt;br /&gt;koooo piiiii&lt;br /&gt;kopi hangat juga!&lt;br /&gt;kopinya hangat&lt;br /&gt;kooooo piiiiiiii&lt;br /&gt;jaaaaa heeeee&lt;br /&gt;kooopiiiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu asin tahu asin tahu asin&lt;br /&gt;taaa huuu&lt;br /&gt;tahu tahu, tahu asin&lt;br /&gt;tahu asin tauasin tauasin tauasin&lt;br /&gt;tahu asin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SGPC SGPC SGPC&lt;br /&gt;pecelnya hangat nasi pecel hangat&lt;br /&gt;nasi pecel&lt;br /&gt;nasi pecel&lt;br /&gt;pecelnya! pecel&lt;br /&gt;SGPC SGPC SGPC SGPC&lt;br /&gt;sego pecel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mikjon!&lt;br /&gt;mikjonmikjon&lt;br /&gt;mikjoooon dingin&lt;br /&gt;dingin dingin dingin yang minum dingin!&lt;br /&gt;yang haus yanghaus&lt;br /&gt;yanghaus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;opmiopiopmiopiopmiopiopmiopiopmiopiopmiopiopmiopi&lt;br /&gt;opmiopi opmiopi opmiopi opmiopi opmiopi&lt;br /&gt;opmiopi opmiopi opmiopi popmiopi&lt;br /&gt;opmikopi&lt;br /&gt;yang mau popmiopi&lt;br /&gt;kopikopikopi!&lt;br /&gt;opmiopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pisang rebus pisang rebus&lt;br /&gt;pisang rebus&lt;br /&gt;kepok rebus&lt;br /&gt;pisang&lt;br /&gt;rebus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;men men men men men&lt;br /&gt;men jahe men jahe&lt;br /&gt;permen jahe hangatkan tenggorokan&lt;br /&gt;hangatkan tenggorokan!&lt;br /&gt;menjaemenjae&lt;br /&gt;men jae men jae&lt;br /&gt;permen jahe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nol dua nol dua nol dua&lt;br /&gt;te sate nol dua nol dua te sate&lt;br /&gt;satenya nol dua!&lt;br /&gt;nol dua nol dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korankoran&lt;br /&gt;koran, koran bekas masih bagus&lt;br /&gt;tuk digelar digelar&lt;br /&gt;koran murah&lt;br /&gt;korankoran murah&lt;br /&gt;bisa tuk kipaskipas&lt;br /&gt;bisa digelar&lt;br /&gt;korankorankoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buahnya buahnya buahnya&lt;br /&gt;buah buah buah&lt;br /&gt;nanasnya, Mas! Nanasnanasnanas&lt;br /&gt;yang nangka yang nangka&lt;br /&gt;nangka, Neng! nangkanangkanangka&lt;br /&gt;melon, Bang?&lt;br /&gt;Bu, melon?&lt;br /&gt;melonmelonmelon&lt;br /&gt;semangka ada semangkasemangkasemangka&lt;br /&gt;pepayapepayapepaya&lt;br /&gt;nanasnanas&lt;br /&gt;melonnya&lt;br /&gt;semangka!&lt;br /&gt;buahbuahbuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alikum.&lt;br /&gt;Para penumpang semuanya, Bapakbapak, Ibuibu, Masmas, Adikadik&lt;br /&gt;kiranya izinkan kami tuk dendang lagu-lagu yang hibur gerah diri,&lt;br /&gt;dalam hadapi mimpi-mimpi yang tak terbeli.&lt;br /&gt;Kami di sini cuma bernyanyi, bernyanyi sekehendak hati.&lt;br /&gt;Sementara keikhlasan hati AndaAnda sekalian tuk mendengar&lt;br /&gt;dan tuk sekedar beri. Nikmatilah lagu-lagu kami...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la la la ba ba lalala.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kisah, para penumpang semuanya.&lt;br /&gt;Tlah sudi dengar dan sekedar beri.&lt;br /&gt;Smoga perjalanan AndaAnda sekalian selamat sampai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smoga akhir pertemuan kali ini bukan merupakan akhir dari perjumpaan"&lt;br /&gt;"Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas, paring, Mas!&lt;br /&gt;Paring, Mas!&lt;br /&gt;kasihanilah kami, Bu!&lt;br /&gt;kasihanilah kami, Pak!&lt;br /&gt;kasihanilah, Mas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kian tutup mata,&lt;br /&gt;tutup hidung, tutup telinga,&lt;br /&gt;tutup mulut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatiku tertutup&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1107191087814926766?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1107191087814926766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/07/9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1107191087814926766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1107191087814926766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/07/9.html' title='(se)BUAH(per)JALAN(an)'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-6701496266229180392</id><published>2009-06-30T23:13:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:28:17.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>][ Langitku Retak</title><content type='html'>jika langit adalah benggala,&lt;br /&gt;suryakantha penghantar api matahari&lt;br /&gt;sinarnya hantar sirna&lt;br /&gt;membakar&lt;br /&gt;hanguskan kertas-kertas&lt;br /&gt;sesisa abu hitam pembakaran&lt;br /&gt;hambur&lt;br /&gt;kian ringan diterbangkan angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika langit adalah kaca,&lt;br /&gt;beningnya menembus sukma&lt;br /&gt;segala tampak mata&lt;br /&gt;nyata sepertinya;&lt;br /&gt;asli,&lt;br /&gt;meski tangan tak mampu&lt;br /&gt;meraba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika langit adalah cermin,&lt;br /&gt;tatapnya dekap gerakku&lt;br /&gt;segala meniru laku&lt;br /&gt;latah&lt;br /&gt;mengekor tingkah&lt;br /&gt;meski pasti&lt;br /&gt;kiriku jadi kanan,&lt;br /&gt;kananmu jadi kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;jika langitku adalah...,&lt;br /&gt;ah, sudah sejak dulu ingin kupecahkan langit,&lt;br /&gt;tapi aku selalu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;meski kini langitku tampak retak,&lt;br /&gt;aku tetap tak mampu berontak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;010109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-6701496266229180392?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/6701496266229180392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/06/langitku-retak_7830.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6701496266229180392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/6701496266229180392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/06/langitku-retak_7830.html' title='][ Langitku Retak'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-4969593875760309177</id><published>2009-06-16T11:42:00.003+07:00</published><updated>2011-11-15T14:54:07.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>Bencana Negara, Bencana Swasta atau Negara Bencana?</title><content type='html'>Pertigaan utara pondok pesantren, lenggang. Seperti biasanya, sore itu jalan antar kecamatan terbujur kaku dan hanya sesekali dilintasi kendaraan. Maklum, wilayah di selatan lapangan bola itu, ada pondok pesantren besar, tapi santri-santrinya tidak diperbolehkan keluar demi peningkatan kualitas, dengan lebih menekuni materi keagamaan yang diberikan oleh Kiai. Dan memang di sini adalah daerah pinggiran kota yang sepi akan aktifitas kesibukan umumnya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di timur pertigaan ada kedai berbentuk gubuk di atas kanal kecil, aliran irigrasi. Di sana tempat mangkal tukang becak yang kebanyakan anak-anak santri (ndalem), bakul dan kuli pasar atau kadang guru-guru sekolahan yang mereka semua penggemar catur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasa duduk-duduk sekedar main catur atau ngobrol ngalor ngidul mengomentari berita terhangat, nyantai sambil menikmati Kousujah (kopi+susu+jahe) dari kedai milik Lek Jo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, kok sepi? Teman-teman becak-an, kemana?" tanya kang Dirro, anak ndalem Kiai Soleh bagian mengembala kambing pada Mbah Jo, dipanggilan akrab Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entah, Kang. Sejak tadi pagi kayak gini, cuma nonton tivi terus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar, Mbah. Untung ada tivi kalau tidak ada, kan jadi tambah anak lagi?" Canda kang Dirro pada Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huss...coba besok kalau kamu dah kawin" jawab Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ni, remotnya. Kamu minum apa?" lanjut Lek Jo memberikan remot televisi yang biasa di tonton bersama sembari menawarkan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kausujah, . Nonton berita saja, Ya?" pinta kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seru, Lek. Banyak bencana?" lanjut kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bencana kok digemari," timbal Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh... tu Takir datang!" kabar Lek Jo yang melihat Takir datang mengayuh becak. Setelah memarkir becak di bawah pohon cempedak depan gubuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah berteriak Takir memesan minuman, "Es tehnya, Lek." Takir kemudian masuk kedai sambil berkata, "eh..., kang Dirro, dah tadi? Nonton apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berita? Dari tahun ke tahun, bencana tambah dan tambah. Dari sabang sampai Merauke ada semua. Pokoknya komplit; darat, laut, dan udara ada semua. Yang agak besar disebut bencana negara. Mungkin nggak, ya? Besok ada bencana diswastakan?" kelakar kang Dirro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, bisa saja. Kalau saya sregnya, kok bencana-bencana negara itu sudah pada tempatnya dan tepat menjadikan negara kita sebagai Negara Bencana," balas kang Tuplik enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil melirik wajah Kang Tuplik yang agak dingin menanggapi masalah, kang Dirro berujar, "Lha, klo kelaparan jamaah haji di tanah suci, itu bencana juga, tho?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tergantung yang menanggapi. Maksudnya dari dibesar-besarkan berita itu, inginya menakut-nakuti orang yang ingin pergi berhaji di tahun mendatang atau skenario untuk depag dibubarkan?" kalau aku tidak mau dua-duanya?" jawab kang Dirro menyisakan tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah...wah...wah, kayaknya kok rame, ngobrol apa tho, Kang?" Timpal mas Joko, Guru Honorer yang datang tiba-tiba, sembari masuk kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lho, Mas. Bencana Negara inginya kami swastakan saja," kata kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, itu. Kita tetapkan negara kita jadi Negara Bencara! timpal Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngelantur saja, ngawur itu, asal ngomong!" sela Lek Jo yang dari tadi hanya mendengarkan gojlok canda Kang-kang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ha...ha...ha..." tawa renyah memecah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas joko memesan minuman, "Kausujah satu, De!"&lt;br /&gt;Sembari menonton kelaparan jamaah haji mas Joko ikut urun rembug,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh itu, tho? Di sana mereka berebut makanan? Wah, pas itu, menggambarkan orang Indonesia dan seperti adanya orang Indonesia di sini. Selalu berebut makanan. Korupsi kan merejalela?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga heran, kenapa orang dulu sangat berharap bisa meninggal waktu pergi haji, tapi orang sekarang kok malah pada takut, ya? Malah-malah minta ganti rugi segala," timpal Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan cuma itu, Mbah.Depag dituntut men-swastakan penanganan haji! Itu beritanya!" kata kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho, kok gitu? Terus kerja depag besok apa, ya? Lama-lama Depag bisa dibubarkannkarena nggak punya kerjaan. Dan bisa-bisa Indonesia jadi sekuler. Wah, hebat kayak Amerika!" Sahut kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak gitu, Tro. itu...," kata kang Dirro menunjuk TV, "Sekarang saja, baru pindah katering sudah geger. Apa jadinya kalau pindah swasta? Bisa jadi perang saudara. Lucu orang Indonesia itu, punya satu nggak dirumat, punya dua berantem." Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mas Joko mengalihkan mengalihkan pembicaraan. "Eh, sudah tahu belum, tentang mengapa bencana-bencana itu beruntun ke Indonesia dan selalu memakan banyak korban?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, memang sudah dipastikan begitu," sahut Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan itu maksudnya, Mbah. Ini adalah cobaan atau azab?" kata kang Sastro tak terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud mas Joko sendiri apa?" tanya kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gini, Kata orang-orang; memamg para korban itu dibuat korban oelh penguasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, Mas? Mereka dijadikan tumbal, gitu" timpal kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang lebih begitu, jadi tumbal demi langgengnya kekuasaan," jawab Mas Joko serius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar juga, mas. Tsunami, Gempa Jogja, Lumpur Sidoarjo, Situ Gintung? Belum yang lain-lain kayak; KM. Senopati, Adam Air, Herkules Magetan" kang Dirro membenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ck ck ck ck, kalau benar begitu, wah kejam, ya?" sahut Kang Tuplik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh...eh...Mistik lagi. Klenik lagi. Yang lain Tho, Mas. Kapan Indonesia maju kalau bau kemenyan terus. Bencana itu kan datangnya dari Tuhan. Jadi kayak bencana itu cermin bagi diri kita. Apa kita benar-benar bersalah pada Tuhan? atau memang Tuhan sangat mencintai kita hingga kita salah sedikitnya saja sudah ditegur, ya dengan bencana-bencana itu?" tandas Lek Jo, sareh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, nggak gitu, Mbah. Opini yang berkembang di Masyarakt memang begitu," bela Mas Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, De" Kalau saja jadi unggas pun saya nggak terima. Dibantai, dimusnahkan," sahut Kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Dirro menyela. "lho, itu kan pas? betul itu demonya burung dengan flu burung. bahkan menyewa nyamuk untuk demo anarki menyebarkan demam berdarah dan flu Babi yang mengancam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya?" tanya Kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, wong ayam untuk dimakan kok malah disabung. Merpati ingin bebas, kok diadu terbang. Burung ingin terbang bebas, malah ditaruh sangkar? Babi nggak boleh dikonsumsi, pada dimakan saja" jawab Kang Dirro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, yang begitu kok dipelihara. Berkacalah! Ngilo o!! Maksiat kita sudah banyak dan terang terangan pula. kau liat alam sekitar, terlalu sering kita menyakiti. jadinya alam nggak terima, nggak mau bersahabat, jadi banyak bencana." timpal Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah kayak lagunya Ebiet, Mbah?" sela kang Tuplik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huss, Yang diperlukan sekarang ini apa? Untuk mengerem datangnya Bencana Negara lagi atau menghilangkan kesan Indonesia sebagai Negara Bencana itu apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kang Tuplik sedikit berteriak memecah keheningan suasana berpikir mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, itu! Ro! Kambingmu jatuh ke irigasi. Hanyut, Ro!" sambil menujuk kearah kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sipat kuping, Kang Dirro berdiri dan keluar kedai,&lt;br /&gt;"Waduh, Bencana iki. Lek Jo bayarnya nanti, Ya!"&lt;br /&gt;sembari berlari kang Dirro berpamitan untuk menyelamatkan kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu, Ro...Dirro. Sedang gembala kambing, kok di tinggal cangkruk. Ya, gini jadinya," Kata Mas Joko. tertawa terkekeh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mas Joko pun pamitan, Disusul Kang Dirro yang juga mau mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita mengenang bertubinya Bencana yang menimpa Indonesia&lt;br /&gt;Pernah diterbitkan di Majalah Misykat Edisi 32 th 2007 (ini sedikit diedit)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-4969593875760309177?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/4969593875760309177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/06/bencana-negara-bencana-swasta-ata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4969593875760309177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4969593875760309177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/06/bencana-negara-bencana-swasta-ata.html' title='Bencana Negara, Bencana Swasta atau Negara Bencana?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2109703904848354927</id><published>2009-05-28T13:29:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T15:27:54.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>dari seseorang</title><content type='html'>kaget campur bingung, tiba-tiba sms bertubi-tubi masuk dan isinya seperti yang terpapar di bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika bulan bisa tersenyum,&lt;br /&gt;kenapa kita tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika angin dapat memberi kesejukan,&lt;br /&gt;kenapa kita tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahaya bulan diiringi sejuknya angin,&lt;br /&gt;membawa senyum kita,&lt;br /&gt;menikmati dan mensyukuri&lt;br /&gt;segala nikmat rahmatNya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tersenyumlah saat kita mendapat cobaan, karena kita mampu bersabar&lt;br /&gt;menangislah saat kita senang mendapat nikmat sebab kita ternyata belum bisa bersyukur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tsamratulfikrie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;empat perkara yang termasuk golongan orang yang celaka:&lt;br /&gt;1. mata yang beku, tak pernah meneteskan airmata takut kepada Allah&lt;br /&gt;2. hati yang keras, tak pernah bisa menerima nasihat&lt;br /&gt;3. orang yang terlalu jauh berangan-angan&lt;br /&gt;4. cinta dunia hingga lupa akhirtnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cegahlah dirimu dari kesibukan 'dunia' bila itu mengganggu dihadapanmu dan cegahlah, ketika 'dunia' meninggalkan penyesalan-penyesalan pada dirimu.&lt;br /&gt;orang cerdas adalah orang yang tidak pernahbersandar pada sesuatu, dimana sesuatu itu menjadi penganggunya dan menimbulkan sesal di kemudian...(ats-tsaqofy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata dalam sakitku terdapat banyak sekali saat yang berharga bahkan lebih mahal dari sekedar harga kesembuhan. Dan sekarang baru dapa aku mengerti, dalam sakit, aku merasa begitu dekat dengan Allah, terasa waktu begitu berharga dan terasa sia-sia jika tanpa dzikrullah, seolah segalanya tak berarti karena takut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya dalam segala kondisi dan tingkah, aku dapat merasa seperti itu alangkah nikmat hidupku ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah kulihat kupu-kupu yang begitu cantik dan mempesona, kuingin mendekatinya, berharap bisa menangkapnya. Tapi ku takutapnya dari dia akan terbang dan pergi jauh. maka akupu hanya menatapnya dari kejauhan, menikmati indahnya , mensyukuri nikmatNya, mengagumi kengunganNya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih, hatiku resah,&lt;br /&gt;belum sempat ku syukuri nikmat yang lalu, berganti cobaan datang.&lt;br /&gt;belum bisa aku bersabar datang lagi nikmat yang baru.&lt;br /&gt;bagaimana aku akan sabar dan mensyukuri cobaan dan nikmat yang mungkin datang esok hari&lt;br /&gt;sedang waktuku tak cukup untuk membayar rasa sabar dan syukur yang telah berlalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan kah sia-sia umurku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagiku pergi tanpa arti&lt;br /&gt;siangku hilang sia-sia terbuang&lt;br /&gt;soreku berlalu hanya untuk duniaku&lt;br /&gt;malamku terlelap, lelah atas semua yang telah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak sempat aku mengingat, semua rahmatNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mataharipun harus berkelana mengarungi malam yang panjang&lt;br /&gt;agar Ia bisa kembali bersinar esok hari...&lt;br /&gt;kadang hidup kitapun harus bersusah payah&lt;br /&gt;agar kebahagiaan hari esok bisa kita rasakan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapanku, aku tak ngin orang lain membenciku,&lt;br /&gt;aku tak ingin orang lain susah, terganggu karena aku&lt;br /&gt;aku tak ingin membuat orang kecewa, terluka karena aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, Allah memberi kaktus berduri&lt;br /&gt;aku minta kupu-kupu, aku diberiulat berbulu&lt;br /&gt;aku sedih dan kecewa....&lt;br /&gt;namun kemudian kaktus itu berbunga indah sekali dan ulat itupun menjadi kupu-kupuyang cantik...&lt;br /&gt;inilah jalan Allah &lt;br /&gt;indah pada waktunya...&lt;br /&gt;Allah tak memberi apa yang kita ingini&lt;br /&gt;tapi Allah beri apa yang kita perlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang kitta sedih kecewa dan terluka&lt;br /&gt;tapi Allah sedang merajut yang terbaik &lt;br /&gt;di kehidupan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanita sholehah menggores kekuatan lewat diamnya&lt;br /&gt;berkorban ketika sulit, berjalan tegak ketika sakit &lt;br /&gt;dan mempesona dengan menjaga kehormantanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanita sholeha menguatkan orang lain dengan kelembutanya yang berpadu dengan kasih sayangnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jagalah temanku kala penjagaanku tak sampai padanya, &lt;br /&gt;sayangi ia kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata&lt;br /&gt;sapa ia kala sapaanku tak mampu menembus runag hatinya, &lt;br /&gt;hargai ia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau mempunyai segala yang aku tak punya...&lt;br /&gt;engkau mengetahui segala yang aku tak kuketahui&lt;br /&gt;dan engkau melihat segala yang tak kulihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuinginkan ia menjadi teman yang terbaik di dunia &lt;br /&gt;serta berharap bertemu di surga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amiiiinnnn.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2109703904848354927?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2109703904848354927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kaget-campur-bingung-tiba-tiba-sms.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2109703904848354927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2109703904848354927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kaget-campur-bingung-tiba-tiba-sms.html' title='dari seseorang'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1721732847222856294</id><published>2009-05-22T10:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T14:57:39.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>perempuan, oh perempuan!!!</title><content type='html'>"Heeeeh!!!," Lek Jo membuyarkan pandangan menerawang kang Dirro.&lt;br /&gt;"Kapan kamu nikah," lanjut Lek Jo menggoda kang Dirro, santri yang telah usur untuk pasangan nikah ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aalaaaah, Mbah...Dirro iku ga doyan cewek, Lek," Kang Sastro menimpali kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerah sore itu membaur dengan nuansa kebersamaan di Wakoping (Warung kopi ngeh) milik Mbah Jo. Tampak mas Guru Slamet dan Makde Kariba sedang asik main catur di dipan, bawah pohon cempedak, depan warung. Di dalam warung Kang Sastro, kang Tuplik dan Kang Dirro nonton berita televisi.&lt;br /&gt;Namun, Dirro malah melamun menatap karyawati-karyawati pabrik rokok yang sore itu  memang sedang ramai-ramainya pulang kerja.&lt;br /&gt;"Iyo, betul begitu, Ro?" tanya Lek Jo.&lt;br /&gt;"Tidak, Lek."&lt;br /&gt;"Tidak, gimana? Lah sekarang saja kamu belum nikah-nikah," hina Tuplik&lt;br /&gt;"Tidak tega aku melihat perempuan-perempuan sekarang," tiba-tiba jawab Dirro dengan wajah serius.&lt;br /&gt;"Apa memang sudah zamannya, ya sekarang; wanita itu dieksploitasi" lanjut Dirro.&lt;br /&gt;"Ya, enggak. Wanita tetap dalam tatanan Eksperimen," Sastro enteng menanggapi.&lt;br /&gt;"Kok bisa, Tro," Tuplik meminta penjelasan.&lt;br /&gt;"Lah orang menikah itu kan Eksperimen, sama-sama bukan siapa-siapa, lalu jadi satu dan berkembang jadi banyak," jawab sastro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya dari tidak kenal jadi kenal dan punya anak banyak, gitu Tro" tegas Lek Jo.&lt;br /&gt;"Iyo, Lek"&lt;br /&gt;"Bukan itu yang aku maksudkan. Eksploitasi di sini dilihat dari segi komediti"&lt;br /&gt;"Apa iku komediti," tanya Tuplik.&lt;br /&gt;"Eh, salah to? Maksudnya yang seperti di Hadis itu lo; 'ad dunya mata'un wa khoiru mata' mar'atushsholihah'. Lah, zaman sekarang kan juga jadinya seperti itu?" Dirro membela diri.&lt;br /&gt;"Produk apa yang sekarang yang dalam iklannya ga ada wanitanya? Wis to apa coba." Tanya Dirro balik.&lt;br /&gt;suasana mendadak hening, diam sendiri-sendiri merenungkan apa yang diucapkan Dirro.&lt;br /&gt;"Swimpack ada, ya. Rokok, ada. Motor, ada. Apa, ya?" Tuplik menyela.&lt;br /&gt;"Di sini merupakan satu bukti bahwa wanita itu disamakan dengan barang. Tapi yang paling berharga karena dapat mengundang jiwa-jiwa. Bener juga Hadis itu?" lanjut Dirro.&lt;br /&gt;"Ga, terima aku. Aku juga punya ibu, punya Mbak Yu, punya Adik perempuan juga. Kau katakan wanita itu disamakan dengan barang yang mudah dieksploitasi?" eyel Sastro.&lt;br /&gt;"Tapi.. ya ada benarnya, Tro. Film-film bokep banyak tuh sebagai penikmatnya adalah pria. Itu bukti lagi eksploitasi wanita," bela Tuplik.&lt;br /&gt;"kok ya mau ya?  disuruh telanjang di depan orang banyak?" lanjut Tuplik.&lt;br /&gt;"Sudah zamannya. Orang-orang tua sekarang kan bisanya cuma menasehati; kalau main jangan di tengah jalan, sana loh minggir di tempat-tempat sepi," Lek Jo nimbrung jawaban.&lt;br /&gt;"Main apa, Mbah?"&lt;br /&gt;"hahahahhaaha" gerrrr tawa renyah terkembang di bibir-bibir orang-orang pinggiran ini.&lt;br /&gt;tawa ini cairkan suasana. Sementara itu Makde Kariba dan Mas Guru Slamet telah merampungkan tiga ronde catur, mereka berdua bergegas mengembalikan gelas ke dalam warung dan membayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Canda apa, toh? Kok kayak krupuk; renyah" tanya Makde Kariba.&lt;br /&gt;"Itu, De. Mbah Jo. Ga, nyambung," jawab Sastro.&lt;br /&gt;"Ga Nyambung pie? Zaman sekarang kan gitu, senggama, bikin anak, itu sudah menjadi satu hal yang tidak serius. Mereka buka-bukaan rahasia ke khalayak umum. Atas nama cinta dan keisengan belaka? Mereka sama-sama ga sadar telah dijebak dan dieksploitasi. Hanya atas nama cinta dan kasih sayang, ditipu habis-habisan dengan ancaman diputus oleh kekasihnya," lanjut Lek Jo.&lt;br /&gt;"Benar juga kata-kata itu; cinta kerap dijadikan alat untuk membutakan logika," sambung Makde kariba.&lt;br /&gt;"Yo, bener ku, Lek Jo. Hubungan seks yang dilakukan berdasarkan suka sama suka di antara pelakunya bukan lagi merupakan dosa,” Sela Mas Guru Slamet.&lt;br /&gt;hahahhahaahhahahaha tawa meledak dantara mereka.&lt;br /&gt;"Pandangan anak-anak muda sekarang kayak gitu, Lek? Apa sudah ga menyimpang, ya? Eeh..yang menarik lagi, tinjauan orang-orang ni; bersenggama itu karena kesehatan bukan karena keturunan. Maksudnya orang ngeseks itu boleh-boleh saja asal pakai kondom. Itu yang aku tangkap dari iklan-iklan kondom," lanjut Mas Guru Slamet.&lt;br /&gt;"hahahahaha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gitu, Tro. Susah sekarang itu cari perawan," ejek Dirro.&lt;br /&gt;"Pantesan saja, ga nikah-nikah," sahut Tumplik sambil melirik Kang Dirro.&lt;br /&gt;"Mungkin belum saatnya, Ro. Sabar...," Lek Jo ngedem-ngedemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, tadi kousujah (kopi+susu+jahe) dua, pisang goreng tiga, terus kamu makan apa De? sekalian saja" kata Mas Guru Slamet.&lt;br /&gt;"Dah Mas, Pegawai negri kan miskin, gajinya kecil. Aku bayar sendiri saja?" jawab Makde Kariba.&lt;br /&gt;"Yau dah. eh kang-kang santri," panggil Mas Guru pada ketiga santri yang lagi asyik ngeh kousujah sambil nonton televisi.&lt;br /&gt;"Bener tu kata Lek Jo. Sejak dulu, Nge-seks itu kebutuhan primer cuma sekarang ini berbelok arah. Dari yang asalnya sebagai reproduksi tuk dapat keturunan, sekarang hanya sekedar mencari kesenangan belaka. Masalah amanah dari Tuhan sudah ga berlaku. Seks manjadi komoditi dan konsumtif, begitu juga si perempuan yang mau saja dijadikan pramusyahwat," kata Mas Guru Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ni.. Mbah. Uangnya pas kan? Aku pareng dulu. Wassalamu'alaikum," pamit Mas Guru Slame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngomong opo iku, komoditi dan konsumtif.  Ga paham, aku?" bisik Tuplik ke Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"intlek, Plik!!!!"&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1721732847222856294?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1721732847222856294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/heeeeh-mbah-jo-membuyarkan-pandangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1721732847222856294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1721732847222856294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/heeeeh-mbah-jo-membuyarkan-pandangan.html' title='perempuan, oh perempuan!!!'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3553256415490902983</id><published>2009-05-18T21:06:00.003+07:00</published><updated>2011-11-14T11:21:10.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paragraf'/><title type='text'>Abuya: Pesona di Ujung Jawa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RN-veA3eVW8/TsCXGghkKuI/AAAAAAAABDI/LiFYs_J_x58/s1600/abuyabanten.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-RN-veA3eVW8/TsCXGghkKuI/AAAAAAAABDI/LiFYs_J_x58/s400/abuyabanten.jpg" width="283" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Subhanallah… La haula wa laquwata illa billah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya decak kagum dan ucapan tasbih tak henti-henti yang terungkap bila Anda menyimak Manakib Abuya Cidahu (Dalam Pesona Langkah di Dua Alam). Sebuah manakib (autobiografi) tentang Abuya Dimyathi, tokoh kharismatik dunia kepesantrenan, penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah. Mengisahkan atas rutinitas hal ihwal perjalanan hidup, kisah perjuangan membela tanah air, amalan-amalan yang dilakukan dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah-kisah dari tanah terberkahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abuya Dimyathi, begitu panggilan hormat masyarakat kepadanya, terlahir di tanah Banten, salah satu bumi terberkahi. Tepatnya di Kabupaten Pandeglang yang pada masa revolusi fisik kemerdekaan, kabupaten ini dipimpin oleh seorang ulama (KH Abdoel Chalim) seperti daerah Banten lainnya.&lt;br /&gt;Masa kecil Abuya dihabiskan di kampung kelahirannya; Kalahang. Awal menuntut ilmu, Abuya dididik langsung oleh ayahandanya, KH Muhammad Amin bin Dalin. Lalu melanjutkan berkelana menuntut ilmu agama, sampai-sampai dalam usia sudah setengah baya. Di sekitar tahun 1967-1968 M, beliau berangkat mondok lagi bersama putra pertama dan beberapa santri beliau (hal. 168).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahaga akan ilmu tiada habis, satu hal yang mungkin tidak masuk akal bila seorang yang sudah menikah dan punya putra berangkat mondok lagi, bahkan bersama putranya. Tapi itulah Abuya Dimyathi, ketulusannya dalam menimba ilmu agama dan mensyiarkannya membawa beliau pada satu tingkat di atas khalayak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru-guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantany. Kata Abuya, para kiai sepuh tersebut adalah memiliki kriteria kekhilafahan atau mursyid sempurna, setelah Abuya berguru, tak lama kemudian para kiai sepuh wafat.(hal 396).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mondok di Watucongol, Abuya sudah diminta untuk mengajar oleh Mbah Dalhar. Satu kisah unik ketika Abuya datang pertama ke Watucongol, Mbah Dalhar memberi kabar kepada santri-santri besok akan datang ‘kitab banyak’. Dan hal ini terbukti mulai saat masih mondok di Watucongol sampai di tempat beliau mondok lainya, hingga sampai Abuya menetap, beliau banyak mengajar dan mengorek kitab-kitab. Di pondok Bendo, Pare, Abuya lebih di kenal dengan sebutan ‘Mbah Dim Banten’ dan mendapat laqob ‘Sulthon Aulia’, karena Abuya memang wira’i dan topo dunyo. Pada tiap Pondok yang Abuya singgahi, selalu ada peningkatan santri mengaji dan ini satu bukti tersendiri di tiap daerah yang Abuya singgahi jadi terberkahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hal-hal tak masuk akal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Allah yang tidak membuat penanda atas wali-Nya kecuali dengan penanda atas diri-Nya. Dan Dia tidak mempertemukan dengan mereka kecuali orang yang Dia kehendaki untuk sampai kepada-Nya. (al Hikam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam. Ada banyak cerita tak masuk akal dalam buku ini, namun kadar ”gula-gula” tidaklah terasa sebab penitikberatan segala kisah perjuangan Abuya lebih diambil dari orang-orang yang menjadi saksi hidupnya (kebanyakan dari mereka masih hidup) dan dituturkan apa adanya. Abuya memang sudah masyhur wira’i dan topo dunyo semenjak masih mondok diusia muda. Di waktu mondok, Abuya sudah terbiasa tirakat, tidak pernah terlihat tidur dan istimewanya adalah menu makan Abuya yang hanya sekedar. Beliau selalu menghabiskan waktu untuk menimba ilmu, baik dengan mengaji, mengajar atau mutola’ah. Sampai sudah menetap pun Abuya masih menjalankan keistiqamahannya itu dan tidak dikurangi bahkan ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1999 M, dunia dibuat geger, seorang kiai membacakan kitab tafsir Ibnu Jarir yang tebalnya 30 jilid. Banyak yang tidak percaya si pengajar dapat merampungkannya, tapi berkat ketelatenan Abuya pengajian itu dapat khatam tahun 2003 M. Beliau membacakan tafsir Ibnu Jarir itu setelah Khatam 4 kali khatam membacakan Tafsir Ibnu katsir (4 jilid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita lain tentang karomah Abuya, dituturkan dan membuat kita berdecak kagum. Subhanallah! Misal seperti; masa perjuangan kemerdekaan dimana Abuya di garis terdepan menentang penjajahan; kisah kereta api yang tiba-tiba berhenti sewaktu akan menabak Abuya di Surabaya; kisah angin mamiri diutus membawa surat ke KH Rukyat. Ada lagi kisah Abuya bisa membaca pikiran orang; kisah nyata beberapa orang yang melihat dan bahkan berbincang dengan Abuya di Makkah padahal Abuya telah meninggal dunia. Bahkan kisah dari timur tengah yang mengatakan bahwa Abuya tiap malam jumat ziarah di makam Syech Abdul Qodir al Jailani dan hal-hal lain yang tidak masuk akal tapi benar terjadinya dan ada (berikut saksi-saksi hidupnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buku eksklusif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteladanan Abuya dalam menggengam teguh keislaman dengan dorongan ikhlas mendalam yang membuat Abuya dihormati dan selalu dimintai nasehat dan petunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dibesarkan oleh akhlakul karimah dan amalan-amalan wadlifah secara istiqamah yang selalu ia amalkan.&lt;br /&gt;Yang diminta seorang arif kepada Allah adalah ketulusan dalam menghamba dan pemenuhan hak-hak ketuhananNya. (al Hikam)&lt;br /&gt;Menurut cerita al Mukarrom KH Dimyathi Ro’is Kaliwungu, ketika Abuya di kaliwungu, mengungkapkan bahwa ia belum pernah melihat seorang kiai yang ibadahnya luar biasa dan istimewa seperti Abuya (286).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu nilai plus dalam buku ini selain kisah keteladanan nan bersahaja Abuya, kliping-kliping berbagai media tentang beliau dan juga ada terlampirnya foto-foto esklusif warna seorang Kiai Kharismatik Abuya Haji Muhammad Dimyathi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Fatihah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Manakib Abuya Cidahu&lt;br /&gt;(Dalam Pesona langkah di Dua Alam)&lt;br /&gt;Penulis : KH Murtadlo Dimyathi&lt;br /&gt;Penerbit : Ahli Bait Alm Abuya Dimyathi&lt;br /&gt;Edisi : 2008&lt;br /&gt;Tebal : 400 + XXVI halaman&lt;br /&gt;Peresensi : Ryan Ahmad Fk.(bejohalumajaro)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah terbit di Miyskat Edisi 50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3553256415490902983?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/3553256415490902983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/abuya-pesona-di-ujung-jawa_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3553256415490902983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3553256415490902983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/abuya-pesona-di-ujung-jawa_18.html' title='Abuya: Pesona di Ujung Jawa'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RN-veA3eVW8/TsCXGghkKuI/AAAAAAAABDI/LiFYs_J_x58/s72-c/abuyabanten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8764972420633699533</id><published>2009-05-17T09:26:00.003+07:00</published><updated>2011-11-15T15:02:26.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kange'/><title type='text'>dugdeng</title><content type='html'>Siang cerah. Langit tampak mulus biru tanpa gumpalan awan. Layang layang terbang, ada yang beradu benang, saling serang; kawan jadi lawan. sedetik kemudian layanglayang berputus dari benang, menjerbak terbawa tiupan angin. Si kecil berlari-lari berlomba mengejar layanglayang yang putus. Ada kepuasan tersendiri mendapat layanglayang terputus dari benang, daripada beli dipasar. Dibenak mereka berebut menunjukkan keberanian, ketangkasan, kecerdikan, dan kemenangan.&lt;br /&gt;Sementara dunia anak sibuk akan keceriannya, di warung kopi Ngeh milik Lek Jo, sembari ngopi orang-orang sibuk berkomentar seputar kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ckckckc...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aneh, tren akhir-akhir ini? pingin terkenal pada nekad? Kenapa ya?" tiba-tiba pertanyaan Lek Jo menyeruak meninggalkan ngiang telinga dan seakan menarik kepala orang-orang yang sedang khusuk menyimak berita TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin, tafsiran tentang orang sakti sekarang ini telah berubah," sanggah kang Cuthik enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kok sakti?" sambung Mas Joko menanyakan hal yang tidak nyambung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memandang kang Cuthik menjawab, "Ya, begitulah orang sakti itu zaman dulu, dipandang lebih. Kan ini sama dengan yang sekarang, orang terkenal itu akan dipandang lebih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehehehe"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Canda ringan kang Cuthik garing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kayak bocah-bocah yang berebut layanglayang itu, yang berani, tangkas, cerdik akan menang. Itu namanya sakti," lanjut Cuthik, orang yang perawakannya bukan hanya kurus tapi kerempeng, antara tulang dan kulit tampak tak bersekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, sekarang orang sakti sudah tidak ada, yang ada orang orang sakit. Beda tipis, ya?" balas kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He, kalau omong yang nggenah, jangan sembarangan, asal saja. Terakhir kali kau ngomong banyak orang jadi sakit," sahut Lek Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehehe"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sakti mungkin, bukan sakit, Lek?" timpal kang Cuthik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bener, lho? Kalau mau terkenal panjat tower itu, lalu pura-pura mau bunuh diri. Tapi purapura saja jangan serius. Nanti para wartawan kan tahu, lalu meliputmu dan terkenal jadinya,"usul Mas Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuk Tipi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang sekarang memang begitu ya sudah masuk tv pasti dianggap terkenal?" tanya kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemaruk mereka itu, ya?" kata Makde Kariba yang sejak tadi diam menyimak percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok mereka, kita mungkin juga gitu?" kang Cuthik menyanggah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehe" gggggrrrrrrrr "hahahaha"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pikiran kita kok segitu, ya? Masuk tv pasti terkenal," ucap Mas Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, bisa gagah-gagahan bila melakukan hal yang aneh. Coba simak perkembangan belakang ini, sekarang filmfilm bokep sudah biasa, yang lagi terkenal sekarang filmfilm aborsi. Itukan aneh jadi terkenal, deh?" ujar kang cuthik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehehe"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seseorang yang berkeyakinan lebih mungkin juga akan merasa benar," sela kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini pasti tentang aliran sesat?" timpal kang Cuthik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeee, tau aja, satu pertanyaan sulit, yang perlu dijawab? siapa yang menganggap sesat, jika seandainya yang dianggap sesat itu adalah mayoritas, apa tidak mungkin yang mayoritas itu dianggap sesat? Tentunya oleh yang minoritas?" tanya kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbulet katakatamu?" tolak kang Cuthik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang butuh penafsiran yang bukan orang biasa yang tidak dapat mencerna?" balas kang Dirro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, ga mau ngomong aku sama orang sakit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hee orang sakti, bukan sakit! Yo, begitulah orang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ya orang terkenal..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terkenal apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terkenal sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah udah, orang terkenal itu sakti tapi sakit. Sakit kehidupan pribadinya yang selalu terexpose," lerai Mas Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa, mas? Expose, makanan apalagi itu?" tanya kang Cuthik, bukan mengejek tapi bener-bener tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, ah diam! itu dah mulai beritanya," Lek Jo menengahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian khusuk menyimak berita, yang melebihi kekhusukan saat khuthbah jum'at. Dan begitulah obrolan-obrolan mereka mengambang nan menelanjangi kepolosan.&lt;br /&gt;Riuh di luar warung, anak-anak kecil berebut layanglayang yang terputus benangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dugdeng = sakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibuat saat rame2nya film aborsi&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8764972420633699533?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8764972420633699533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/dugdeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8764972420633699533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8764972420633699533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/dugdeng.html' title='dugdeng'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-9101533779867353171</id><published>2009-05-17T00:21:00.000+07:00</published><updated>2011-03-15T16:02:56.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='egnak'/><title type='text'>»» k a n g e</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sot2yOj7QiI/AAAAAAAAA10/aFPOqTekdbk/s1600-h/Q-syut+copy.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371517585843765794" src="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sot2yOj7QiI/AAAAAAAAA10/aFPOqTekdbk/s400/Q-syut+copy.jpg" style="display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 360px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3333ff; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hanya obrolan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;a bold;="" font-weight:="" href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html" target="_blank"&gt;Kange&lt;/a&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_430882980"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[] &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/jaah.html"&gt;Jaah&lt;/a&gt; [ &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/12/formalitas-hidup.html"&gt;&amp;nbsp; Formalitas Hidup&lt;/a&gt; [ &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/07/yang-tau-hanya-aku-dan-tuhanku.html"&gt;yang tahu hanya aku dan Tuhanku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; [&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/door-duisternis-tot-licht.html"&gt;Door Duisternis Tot Licht&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;[&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/03/desa-mawa-cara-negara-mawa-tata_26.html" target="_blank"&gt;Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;[&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/02/kapan-kaya.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Kapan Kaya?&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;[&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/12/ma-ul-jahanam.html" target="_blank"&gt;Ma ul Jahanam&lt;/a&gt; [&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/11/kawanan-kambing-di-pasar-krempyeng.html" target="_blank"&gt;kawanan kambing di pasar krempyeng&lt;/a&gt; [&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/07/cerita-untuk-para-koruptor.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Asing, Koruptor dan  Orang  Gila  [&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/06/bencana-negara-bencana-swasta-ata.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bencana Negara, Bencana Swasta, atau Negara Bencana?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; [&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/heeeeh-mbah-jo-membuyarkan-pandangan.html" target="_blank"&gt;perempuan, oh perempuan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; [&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/dugdeng.html" target="_blank"&gt;dugdeng&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-9101533779867353171?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9101533779867353171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9101533779867353171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kange.html' title='»» k a n g e'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sot2yOj7QiI/AAAAAAAAA10/aFPOqTekdbk/s72-c/Q-syut+copy.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1307568995510418080</id><published>2009-05-17T00:15:00.001+07:00</published><updated>2011-07-03T21:00:49.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a laman'/><title type='text'>»» bejohalumajaro blog's</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5406115368398074722&amp;amp;postID=1307568995510418080#" target="_blank"&gt;&lt;img alt="bejo halumajaro" border="0" src="http://i494.photobucket.com/albums/rr310/opi_romance_2008/0102007.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-large;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/untitled.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terima Kasih,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;"Tiada sesuatu yang menuntutmu seperti angan-angan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Sebuah pepatah kuno yang menggambarkan tentang luas dan kuatnya "angan-angan" dalam menuntut  seseorang untuk memberi nilai-nilai tertentu pada situasi dan sesuatu. Namun karena nilai-nilai atau pengalaman-pengalaman itu terus menerus berubah, perlulah &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;ditelateni&lt;/a&gt; hingga yang tersisa bukan hanya kenangan-kenangan tak terbaca atau tercecer dalam tutur remah kata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Dalam blog ini,  saya hanya coba coretkan peristiwa-peristiwa kata dalam memberi nilai-nilai tertentu itu. Dan akhirnya; "Engkau adalah orang merdeka dari segala yang engkau berputus kepadanya, dan adalah budak bagi segala yang engkau ingin terhadapnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Untuk itu, saya kembalikan semua ke Anda &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;dan Kepada  Yang Berhak&lt;/span&gt;!!!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://halumajaro.blogspot.com/"&gt;sarat:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://halumajaro.blogspot.com/"&gt;tiap arah ada langkah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://halumajaro.blogspot.com/"&gt;tiap jalan ada kepentingan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/dhayoh.html"&gt;Terima Kasih atas kenan singgah kehadiran Anda...&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img 640="" alt="" border="0" height="185" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368147981181670338" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sn9-JbAQU8I/AAAAAAAAAsU/8g3WsMDv5ek/s640/orang-wis.jpg" style="float: left; height: 216px; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1307568995510418080?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1307568995510418080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1307568995510418080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/untitled.html' title='»» bejohalumajaro blog&apos;s'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sn9-JbAQU8I/AAAAAAAAAsU/8g3WsMDv5ek/s72-c/orang-wis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2664657093678974525</id><published>2009-05-17T00:15:00.000+07:00</published><updated>2011-07-01T11:14:43.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUKU TAMU'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: large;"&gt;Terima kasih, atas kenan singgah kehadiran Anda... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="cboxdiv" style="line-height: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="yes" frameborder="0" height="105" id="cboxform" marginheight="2" marginwidth="2" name="cboxform" scrolling="no" src="http://www5.cbox.ws/box/?boxid=459035&amp;amp;boxtag=3051&amp;amp;sec=form" style="border-color: rgb(227, 195, 27) rgb(227, 195, 27) -moz-use-text-color; border-style: solid solid none; border-width: 0px 0px 1px;" width="650"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe allowtransparency="yes" frameborder="0" height="810" id="cboxmain" marginheight="2" marginwidth="2" name="cboxmain" scrolling="auto" src="http://www5.cbox.ws/box/?boxid=459035&amp;amp;boxtag=3051&amp;amp;sec=main" style="border: 0px solid rgb(227, 195, 27);" width="650"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2664657093678974525?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2664657093678974525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2664657093678974525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/dhayoh.html' title=''/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-333909917968839171</id><published>2009-05-17T00:11:00.001+07:00</published><updated>2011-05-29T12:08:47.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a paragraf'/><title type='text'>»» p a r a g r a f</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="185" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368147981181670338" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sn9-JbAQU8I/AAAAAAAAAsU/8g3WsMDv5ek/s640/orang-wis.jpg" style="float: left; height: 116px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;&amp;nbsp;[catatan] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/s-y-h-n-y-m-e-n-c-o-b-m-e-n-e-r-t-w-k-n.html" target="_blank"&gt;s a y a&amp;nbsp; h a n y a&amp;nbsp; m e n c o b a&amp;nbsp; m e n e r t a w a k a n&amp;nbsp; d i r i&amp;nbsp; s e n d i r i ?&lt;/a&gt; []&lt;br /&gt;&amp;nbsp; [menulis] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/04/masturbasi-otak.html" target="_blank"&gt;masturbasi otak&lt;/a&gt; [] &lt;br /&gt;&amp;nbsp;[surat]&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/misalkan-cinta-itu-cermin-dan-anda.html" target="_blank"&gt; sebuah usaha menulis surat (cinta) terbuka yang pertama kali dan mungkin yang terakhir kali&lt;/a&gt; [] &lt;br /&gt;[catatan] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/sebuah-kisah-pertanyaan-pertanyaan.html" target="_blank"&gt;sebuah kisah: pertanyaan-pertanyaan sewaktu akan membalas di 2 SMS sepihak&lt;/a&gt; []&lt;br /&gt;[catatan] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/peringatan.html" target="_blank"&gt;peringatan hari raya&lt;/a&gt; []&lt;br /&gt;[catatan] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/08/puasakan-ramadhanmu.html" target="_blank"&gt;puas(a)kan ramadhanmu &lt;/a&gt;[]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[cerpen] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/failed.html" target="_blank"&gt;Failed &lt;/a&gt;[]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&amp;nbsp; [esai ] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/di-atas-langitlangit-kata-di-bawah-kata.html" target="_blank"&gt;di Atas langitlangit kata, di Bawah kata langit&lt;/a&gt; []&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&amp;nbsp; [kata ] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/kaget-campur-bingung-tiba-tiba-sms.html" target="_blank"&gt;dari Seseorang&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; []&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;span style="color: black;"&gt;resensi ] &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/abuya-pesona-di-ujung-jawa_18.html" target="_blank"&gt;Resensi 'Abuya: Pesona di Ujung Jawa' &lt;/a&gt;[]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-333909917968839171?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/333909917968839171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/333909917968839171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/klise.html' title='»» p a r a g r a f'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sn9-JbAQU8I/AAAAAAAAAsU/8g3WsMDv5ek/s72-c/orang-wis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3161916238465317991</id><published>2009-05-17T00:11:00.000+07:00</published><updated>2010-05-27T13:37:42.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diftong'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/blog-post.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;__________________________ &amp;nbsp;Diftong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] a [ ] &lt;a href="http://16j42.multiply.com/" target="_blank"&gt;abe&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sajakacepzamzamnoor.blogspot.com/" target="_blank"&gt;acepzamzamnoor&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://goesprih.blogspot.com/" target="_blank"&gt;agepe&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://anarchoi.gudbug.com/" target="_blank"&gt;anarch(oi!)&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://agusnoorfiles.wordpress.com/" target="_blank"&gt;agusnoorfiles&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://anaklanun.wordpress.com/" target="_blank"&gt;anaklanun&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/Apresiasi-Sastra/" target="_blank"&gt;apresiasi-sastra@yahoogroups.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.ateonsoft.com/2009/02/cara-menambah-widget-header-pada.html" target="_blank"&gt;ateonsoft.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.audiomobilshop.com/index.php" target="_blank"&gt;audiomobilshop.com&lt;/a&gt; [ ] b [ ] &lt;a href="http://www.babadbali.com/" target="_blank"&gt;babadbali.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://wawacansimpe.blogspot.com/" target="_blank"&gt;babakanbulan&lt;/a&gt; [ ]&lt;a href="http://ariskurniawansirya.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bagiandarikepalsuan&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://reinvandiritto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;baitbaithujan&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://bambydanceritanya.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bambydanceritanya&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://batampos.co.id/Mingguan/Sastra.html" target="_blank"&gt;batampos.co.id&lt;/a&gt; &amp;nbsp;[ ] &lt;a href="http://langgamrindu.blogspot.com/" target="_blank"&gt;biliklanggam&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://mocca-chi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bintangutara&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sautsitumorang.multiply.com/" target="_blank"&gt;biographialiteraria&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://bisikanbusuk.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bisikanbusuk&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/" target="_blank"&gt;bse.depdiknas.go.id [&lt;/a&gt; ] &lt;a href="http://budhisetyawan.wordpress.com/" target="_blank"&gt;budhisetyawan&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://bukubekas-online.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bukubekas.online&lt;/a&gt; [ ] c [ ] &lt;a href="http://caping.wordpress.com/" target="_blank"&gt;caping&lt;/a&gt; [ ]&lt;a href="http://www.freewebs.com/cecepsyamsulhari/" target="_blank"&gt;cecep syamsul hari&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://cerpenkompas.wordpress.com/" target="_blank"&gt;cerpenkompas&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://lakonhidup.wordpress.com/" target="_blank"&gt;cerpen koran minggu&lt;/a&gt;  [ ]  &lt;a href="http://crystalistgita.blogspot.com/" target="_blank"&gt;crystalistgita&lt;/a&gt; [ ] d [ ] &lt;a href="http://www.damhuri.tk/" target="_blank"&gt;damhuri.tk&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.dkj.or.id/?" target="_blank"&gt;dewankesenianjakarta&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/" target="_blank"&gt;diansastrowardoyo&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.duniaesai.com/" target="_blank"&gt;duniaesai.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://duniaputri.blogspot.com/" target="_blank"&gt;duniaputri&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.duniasastra.com/" target="_blank"&gt;duniasastra.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://dusunkata.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dusunkata&lt;/a&gt; [ ] e [ ] &lt;a href="http://ekakurniawan.com/" target="_blank"&gt;ekakurniawanproject&lt;/a&gt; [ ] f [ ] &lt;a href="http://fitrahanugrah.multiply.com/" target="_blank"&gt;fitrahanugrah&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.flash-machine.com/" target="_blank"&gt;flashmachine.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.fordisastra.com/" target="_blank"&gt;fordisastra.com &lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://forumlingkarpena.net/" target="_blank"&gt;forumlingkarpena&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/galeri/" target="_blank"&gt;fotografer.net&lt;/a&gt; [ &amp;nbsp;] g [ ] &lt;a href="http://www.galeri-nasional.or.id/" target="_blank"&gt;galeri-nasional.co.id &lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://gedeprama.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;gedeprama&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.gramedia.com/" target="_blank"&gt;gramedia.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.goethe.de/INS/id/jak/idindex.htm" target="_blank"&gt;goethe.de&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.gusmus.net/page.php" target="_blank"&gt;gusmus.net&lt;/a&gt; [ ] h [ ] &lt;a href="http://www.hasanaspahani.com/" target="_blank"&gt;hasanaspahani&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://halamanganjil.blogspot.com/" target="_blank"&gt;halamanganji&lt;/a&gt;&lt;a href="http://halamanganjil.blogspot.com/" target="_blank"&gt;l&lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://hoctro.blogspot.com/" target="_blank"&gt;hoctor's place&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.hujanangin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;hujanangin&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://hutansemarang.blogspot.com/" target="_blank"&gt;hutansemarang&lt;/a&gt; [ ] &amp;nbsp;i [ ]&lt;a href="http://inez.dikara.web.id/" target="_blank"&gt;ijustwanttochilloutandwritepoems&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://indonesiaartnews.or.id/" target="_blank"&gt;indonesiaartnews.or.id&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://indonesiabuku.com/" target="_blank"&gt;indonesiabuku.com&lt;/a&gt; [ ]&lt;a href="http://www.ilmugrafis.com/index.php" target="_blank"&gt;ilmugrafis.com&lt;/a&gt; [ ]&lt;a href="http://ilmuphotoshop.com/category/belajar-photoshop/" target="_blank"&gt;ilmuphotoshop.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.iwanfals.co.id/" target="_blank"&gt;iwanfals.co.id&lt;/a&gt; [ ] &amp;nbsp;j [ ] &lt;a href="http://jalaindra.wordpress.com/" target="_blank"&gt;jalaindra&lt;/a&gt; [ ]&lt;a href="http://jamaldrahman.wordpress.com/" target="_blank"&gt;jamaldrahman&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/" target="_blank"&gt;jawapos.co.id&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.penyairamatir.co.cc/" target="_blank"&gt;jejakderusangdebu&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://jengki.com/" target="_blank"&gt;jengki.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://jokopinurbo.com/" target="_blank"&gt;jokopinurbo&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://raraosan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;julisore&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.jurnalnasional.com/" target="_blank"&gt;jurnalnasional.com&lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://jurnal-sastra-tuhan-hudan.webnode.com//" target="_blank"&gt;jurnalsastratuhanhudan&lt;/a&gt; [ ] k [ ] &lt;a href="http://kampung-puisi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kampungpuisi&lt;/a&gt; [ &amp;nbsp;] &lt;a href="http://kamus.orisinil.com/" target="_blank"&gt;kamusonline.com&lt;/a&gt; ] [ &lt;a href="http://kandangagas.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kandanggagas&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://kandangpadati.wordpress.com/" target="_blank"&gt;kandangpadati&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.kapasitor.net/id/" target="_blank"&gt;kapasitor.net&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://yusrizalkw.wordpress.com/" target="_blank"&gt;katauntuksemua&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://isbedystiawanzs.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kebunkata&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.kelola.or.id/" target="_blank"&gt;kelola.or.id&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://kemudian.com/" target="_blank"&gt;kemudian.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://arieoktara.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kertascoretan&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com/" target="_blank"&gt;khatulistiwaliteraryaward&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://kuntetdilaga.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kidungkuntetdilaga&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://kinoysan.multiply.com/" target="_blank"&gt;kinoysan&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://read.kitabklasik.co.cc/" target="_blank"&gt;kitabklasik&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.kolamterataiku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kolamterataiku&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://cetak.kompas.com/" target="_blank"&gt;kompas.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://komunitassastra.wordpress.com/" target="_blank"&gt;komunitassastraindonesia&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/" target="_blank"&gt;korantempo.com &lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://kotapuisi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kotapuisi&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://kotakitakata.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kotakitakata&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://nirwandewanto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kualakuali&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.indriankoto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kulipelabuhan&lt;/a&gt; [ ] &amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kupu-kupumerahmuda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kupukupumerahmuda&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://zaylawanglangit.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kutulisgerimis&lt;/a&gt; [ ] l [ ] &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/main.php" target="_blank"&gt;lampungpost.com &lt;/a&gt;[ &amp;nbsp;] &lt;a href="http://www.langitka9s.co.cc/" target="_blank"&gt;langitka9&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://langitjiwa.wordpress.com/" target="_blank"&gt;langitjiwa&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://langit-puisi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;langitpuisi&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.legalitas.org/" target="_blank"&gt;legalitas.org&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://dinoumahuk.blogspot.com/" target="_blank"&gt;lelaki yang berjalan di atas laut&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://arsyadindradi.net/" target="_blank"&gt;lintasan sastra&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://lirboyo.com/" target="_blank"&gt;lirboyo.com&lt;/a&gt; [ ] m [ ] &lt;a href="http://malaikatcacat.wordpress.com/2008/02/18/surealisme/" target="_blank"&gt;malaikatcacat&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://merahmaret.blogspot.com/" target="_blank"&gt;malamyangjatuh&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://mahayana-mahadewa.com/" target="_blank"&gt;mamansmahayana&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://danoedan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;manusiagoblog&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://nadanurfauzie.multiply.com/" target="_blank"&gt;maqamaraty&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.mataharigading.blogspot.com/" target="_blank"&gt;mataharigading&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.mediasastra.com/" target="_blank"&gt;mediasastra.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.melayuonline.com/" target="_blank"&gt;melayuonline.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://membuat-tutorial.blogspot.com/" target="_blank"&gt; membuat.tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt; [ ] n [ &lt;a href="http://nanangsuryadi.web.id/" target="_blank"&gt;nanangsuryadi&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://nuruddinasyhadie.com/" target="_blank"&gt;nuruddinasyhadie&lt;/a&gt; [ ] o [ ] &lt;a href="http://www.omahsore.web.id/" target="_blank"&gt;omahsore.we.id&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://orisinil.com/otomax" target="_blank"&gt;orisinilotomax.com&lt;/a&gt; ] p [ ] &lt;a href="http://penabuluangsa.wordpress.com/" target="_blank"&gt;penabuluangsa&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://penakencana.com/" target="_blank"&gt;penakencana.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://penulislepas.com/" target="_blank"&gt;penulislepas.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.nureljavissyarqi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;pengelana&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.perantara.biz/shop/" target="_blank"&gt;perantara.biz/shop&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://peziarahfana.blogspot.com/" target="_blank"&gt;peziarahfana&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://miss-worm.blogspot.com/" target="_blank"&gt;pieces &lt;/a&gt;[ ] &amp;nbsp;&lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php" target="_blank"&gt;pikiranrakyat.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.photoshop21.com/video-tutorial-photoshop" target="_blank"&gt;photoshop21.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://poetikaonline.com/" target="_blank"&gt;poetikaonline&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sawali.co.cc/" target="_blank"&gt;pojoksastradanbahasa&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.primbon.com/" target="_blank"&gt;primbon.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://programindo.com/blog/?p=131" target="_blank"&gt;programindo.com/blog&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.pulsaengine.com/" target="_blank"&gt;pulsaengine.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.puisi.org/" target="_blank"&gt;puisi.org&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://moon-poems.blogspot.com/" target="_blank"&gt;puisibulan&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://bambang-saswanda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;puisidalamwaktu&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.puisiku.com/" target="_blank"&gt;puisiku.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://pecandubuku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;puisipuisi&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://puitika.net/" target="_blank"&gt;puitika.net&lt;/a&gt; [ ] q [ &lt;a href="http://qulbu.multiply.com/journal/item/135" target="_blank"&gt;qulbu&lt;/a&gt; [ ] r [ ] &lt;a href="http://www.radhar.tk/" target="_blank"&gt;radhar.tk&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://ooknugroho.blogspot.com/" target="_blank"&gt;(rakpuisi) ooknugraha&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://ratihkumala.com/"&gt;ratihkumalalittleblog&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.republika.co.id/halaman/1/1.html" target="_blank"&gt;republika.co.id&lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://asepsambodja.blogspot.com/" target="_blank"&gt;rumahasepsambodja&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://bungabambu.blogspot.com/" target="_blank"&gt;rumahbambu&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://old.rumahfilm.org/index.htm" target="_blank"&gt;rumahfilm.org&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://aanmansyur.blogspot.com/" target="_blank"&gt;rumahkata&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sketsabajang.co.cc/" target="_blank"&gt;rumahmerah&lt;/a&gt; [ ] s [ ] &lt;a href="http://sajakatisatya.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sajakatisya&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sajaklengang.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sajaklengang&lt;/a&gt; [ ]&lt;a href="http://www.salihara.org/main.php?type=detail&amp;amp;module=home&amp;amp;menu=parent&amp;amp;parent_id=6&amp;amp;id=" target="_blank"&gt; salihara.org&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.sanggarmayaku.co.cc/" target="_blank"&gt;sanggarmaya&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://pujangga-fana.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sangpujanggafana&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.sastra-indonesia.com/" target="_blank"&gt;sastra-indonesia.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sastrategal.wordpress.com/" target="_blank"&gt;sastrategal&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sukab.wordpress.com/" target="_blank"&gt;senogumiraajidharma&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sepanjangbraga.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sepanjangbraga&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sepasangbalingbaling.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sepasangbalingbaling&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index.php" target="_blank"&gt;seputar-indonesia.com&lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://koeboe1984.blogspot.com/" target="_blank"&gt;serakata&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.situsfoto.net/index.php" target="_blank"&gt;situsfoto.net&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://sketsa-puisi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sketsapuisi&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://software.informer.com/" target="_blank"&gt;softwareinforme.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://osine85.wordpress.com/" target="_blank"&gt;splitpot-community&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.sriti.com/story.php" target="_blank"&gt;sriti.com &lt;/a&gt;[ ] &lt;a href="http://sudutbumi.wordpress.com/" target="_blank"&gt;sudutbumi&lt;/a&gt; [ ] &amp;nbsp;&lt;a href="http://situseni.com/" target="_blank"&gt;situseni.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://jengki.com/" target="_blank"&gt;sudutjengki&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/" target="_blank"&gt;suarapembaruan.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://surgakata.wordpress.com/" target="_blank"&gt;surgakata&lt;/a&gt; [ ] t [ ] &lt;a href="http://www.gunawanmaryanto.web.id/" target="_blank"&gt;teaterprosadanpuisi&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://mywritingblogs.com/cerpen/" target="_blank"&gt;teroka&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://titiknol.com/" target="_blank"&gt;titiknol&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://takiyoannabhani.multiply.com/" target="_blank"&gt;tiramuntukmutiara&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://tokohindonesia.com/profesi/seniman/index.shtml" target="_blank"&gt;tokohindonesia.com&lt;/a&gt; [ ] &lt;a href="http://toko-sepatu.blogspot.com/" target="_blank"&gt;tokosepatu&lt;/a&gt;] [ &lt;a href="http://triwikromo.com/" target="_blank"&gt;triwikromo&lt;/a&gt; [ ] u [ ] &lt;a href="http://www.utankayu.org/in/index.cfm?tick=1099269000" target="_blank"&gt;utankayu.org&lt;/a&gt; [ ] v [ ] w [ ] &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_sastrawan_Indonesia" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; [ ] x [ ] y [ ] z [ -&lt;span style="color: white;"&gt;- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bejo-halumajaro.blogspot.com/" target="_blank"&gt;by bejo halumajaro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: di atas, bersambung sampai batas waktu masih menyisakan detak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3161916238465317991?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3161916238465317991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3161916238465317991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/blog-post.html' title=''/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-3056153229071245743</id><published>2009-05-17T00:09:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T08:20:11.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coret puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8NJ958-t_I/AAAAAAAAA-8/pFsos9LPD7c/s1600/kritse+9.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="352" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8NJ958-t_I/AAAAAAAAA-8/pFsos9LPD7c/s400/kritse+9.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/04/pelega-nyawa.html"&gt;pelega nyawa&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/setia-lelaki-dan-perempuan-setia.html"&gt;setia lelaki dan perempuan setia&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/02/aku-menyalak-menyisa-desing-dan-timah.html"&gt;aku menyalak, menyisa desing dan timah panas bersarang dalam kenang&lt;/a&gt; [] s&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/11/sekian-dari-kisahmu-yang-terbengkalai.html"&gt;ekian,... dari kisahmu yang terbengkalai di mimpi kami&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/08/sungguh-sangat-bahagia-mendengar-kata.html"&gt;sungguh sangat bahagia mendengar kata cinta itu terucap dari&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/06/tikam-aku-di-jantung-sunyi.html" target="_blank"&gt;tikam aku di jantung sunyi&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/05/posesif.html" target="_blank"&gt;posesif&lt;/a&gt; []&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/03/o-posisi-opos-isi-opo-sisi.html" target="_blank"&gt;O, posisi... O, pos isi! Opo sisi?&lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/01/senyampang-rindu.html" target="_blank"&gt;Seyampang Rindu&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/12/keadilan-kepada-siapa.html" target="_blank"&gt;Keadilan, Kepada Siapa?&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/10/blog-post.html" target="_blank"&gt;(a)&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/10/sisa-di-awal-cerita.html" target="_blank"&gt;Sisa di Awal Cerita&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/09/pergumulan-malam.html" target="_blank"&gt;Pergumulan malam&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/09/tasbih.html" target="_blank"&gt;tasbih &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/tiada-seperti-dengan.html" target="_blank"&gt;tiada, seperti dengan&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/l.html" target="_blank"&gt;L&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/ia.html" target="_blank"&gt;Ia&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/06/langitku-retak_7830.html" target="_blank"&gt;langitku retak&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/04/aku-kamu-dan-pohon-jambu.html" target="_blank"&gt;(se)BUAH(per)JALAN(an)&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/04/aku-kamu-dan-pohon-jambu.html" target="_blank"&gt;Aku, kamu, dan pohon jambu&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/03/wajah.html" target="_blank"&gt;wajah&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/puisi-mati.html" target="_blank"&gt;puisi mati&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/tilawah.html" target="_blank"&gt;tilawah&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/bayangbayangmatacahya.html" target="_blank"&gt;bayangbayangmatacahya&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/kau-menunggu-apa.html" target="_blank"&gt;kau menunggu apa?&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/beserah.html" target="_blank"&gt;beserah&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/doa.html" target="_blank"&gt;doa&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html"&gt;apalagi, Tuhan!&amp;nbsp;&lt;/a&gt; [] sahabat&amp;nbsp;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/mencari.html" target="_blank"&gt;mencari&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[]&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/kepribadian-ganda.html" target="_blank"&gt;kepribadian ganda&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/perumpamaan-perempuan.html" target="_blank"&gt;perumpamaan perempuan&amp;nbsp;&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/12/rinduku-di-jabal-rahma.html" target="_blank"&gt;rinduku di Jabal Rahma&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/a&gt; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/12/seperti-puisi-dan-kata.html" target="_blank"&gt;seperti puisi dan kata&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[]&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/11/aku.html" target="_blank"&gt;.(aku)&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/11/telanjang-itu-suci.html" target="_blank"&gt;telanjang&amp;nbsp; &lt;/a&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/10/malam-lebaran-1429-h.html" target="_blank"&gt;malam lebaran&lt;/a&gt; []&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-3056153229071245743?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3056153229071245743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/3056153229071245743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/poetry.html' title=''/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S8NJ958-t_I/AAAAAAAAA-8/pFsos9LPD7c/s72-c/kritse+9.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-9202507929483799707</id><published>2009-05-17T00:05:00.002+07:00</published><updated>2011-11-14T21:57:36.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bejana'/><title type='text'>Antologi Puisi Roketpun Bersyair</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-G2pKG-GrNaQ/TsEsLVzX6UI/AAAAAAAABEE/8jwNs6bhq58/s1600/roket.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-G2pKG-GrNaQ/TsEsLVzX6UI/AAAAAAAABEE/8jwNs6bhq58/s320/roket.jpg" width="206" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;Penggagas : Atik Bintoro&lt;br /&gt; Penyunting : Khrisna Pabichara&lt;br /&gt; Penerbit : Tekro Publishing – Bogor&lt;br /&gt; (Cetakan I-Juni 2010, Cetakan II-Agustus 2010)&lt;br /&gt; Halaman : 72 + xii halaman&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; Tebal : 8 mm&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berisi 58 puisi tentang roket, satelit, antariksa dan seputarnya, yang disampaikan lugas, tangkas, cerdas dan penuh metafora. Ditulis oleh 29 penyair, dari Jambi, Palembang, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Banyuwangi, Kediri, Denpasar, dan Mataram; semisal : St. Fatimah, Nisa Ayu Amalia. Putu Sugih Arta, Atisatya Arifin, Edo Anggara, Atik Bintoro ( man Atek), Lailatul Kiptiyah, Gita Pratama, Dewi Retno Lestari Siregar, Neka Tragedinita, Alifa El-Khansa, Divin Nahb, Siu Elha, Muhammad Hammam, Bagus Al-Banna, Putri Sarinande, Wory Kharisma, Jay Wiyono, April Lisa, Achie TM, Arie, Tutut Handayani HG, Arrizki Abidin, Beveritta, Wanttobe, Cholifah Ariestiani, Harun ”Satria” Kurniawan, Bejo Halumajaro, Jehan Syauqi, dan Khrisna Pabichara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Antologi puisi ini tidak dijual, hanya untuk dibagikan ke kalayak sebagai media sosialisasi dan menumbuhkan kecintaan pada teknologi roket untuk masyarakat luas, melalui media puisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagi yang berminat menjadi supporter penerbitan buku ini, pada cetakan berikutnya, masih terbuka luas, Amal baik anda akan sangat berguna! Silakan bosss ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-9202507929483799707?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9202507929483799707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9202507929483799707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/manuskrip_16.html' title='Antologi Puisi Roketpun Bersyair'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G2pKG-GrNaQ/TsEsLVzX6UI/AAAAAAAABEE/8jwNs6bhq58/s72-c/roket.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-5811272325711936902</id><published>2009-04-30T23:06:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:42:33.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Aku, Kamu dan Pohon Jambu</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;di bawah pohon jambu terpeluk empedu rindu&lt;br /&gt;pengakuan membawamu berangan sayang,&lt;br /&gt;kau buang kenang 'kan sesaat hanya tampak mata;&lt;br /&gt;jatuh akankah jauh&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;di bawah pohon jambu, kau hanya membatu&lt;br /&gt;sedetik waktu lubangi kenang sesal yang kekalkan sesak dada,&lt;br /&gt;terhimpit jingga nafas dan awang-awang memuai,&lt;br /&gt;sebab bebayang biji sepi tersemai;&lt;br /&gt;kau dan aku menekur&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;aku tak bisa membuatnya tumbuh sesuai keinginanmu&lt;br /&gt;tak juga bisa membuatnya berbuah sebelum waktunya&lt;br /&gt;tapi apapun yang kaulakukan benih itu akan tetap&lt;br /&gt;bebuah rindu&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;aku tak mampu menjaga utuh hati sesuai kehendakmu&lt;br /&gt;tak pula mampu menaruhkan seikat bayang-bayangnya&lt;br /&gt;meski apapun yang kucuri darimu itu akan tetap&lt;br /&gt;tersekat rindu&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kau tentunya tahu, pohon jambu tak akan berbuah jeruk&lt;br /&gt;sampai engkau tak mengutuk (malu) rindu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;_______________________________&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kediri&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;sebentuk pengalaman akan permainan yang pada akhirnya bukan kita yang "bermain" seringkali kita dipermainkan oleh faktor-faktor lain; baik di luar maupun di bawah sadar kita.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-5811272325711936902?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/5811272325711936902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/04/aku-kamu-dan-pohon-jambu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/5811272325711936902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/5811272325711936902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/04/aku-kamu-dan-pohon-jambu.html' title='Aku, Kamu dan Pohon Jambu'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-7583330931109905675</id><published>2009-03-31T23:43:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:42:23.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>wajah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sgj3yjFVYXI/AAAAAAAAAaQ/xTctQ08FFlM/s1600-h/mata+bejo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 484px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sgj3yjFVYXI/AAAAAAAAAaQ/xTctQ08FFlM/s400/mata+bejo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334786206403486066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;di wajahmu,&lt;br /&gt;selaluku usang pandang sayang&lt;br /&gt;dan di wajahmu kudengar lentik bulu mata&lt;br /&gt;serta lengkung sabit alis berbicara,&lt;br /&gt;'matamu telah lelah, perih dan pedih menatapku'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan hanya rona pipi wajahmu terubah memerah&lt;br /&gt;sebab sipu hati terpesona indah bayanganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa salah kulupa bercermin di matamu&lt;br /&gt;sedang bayangku di belakang, berkacak pinggang&lt;br /&gt;menantang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa salah kupilih marah&lt;br /&gt;dengan lotot mata dan muka membara&lt;br /&gt;merah menahan bongkah terjal karang&lt;br /&gt;kesal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tentunya melihat&lt;br /&gt;tak buta&lt;br /&gt;dan apa salah kau pilahkan ramah&lt;br /&gt;di asri senyuman dan cerah ceria rupa&lt;br /&gt;dengan binar-binar mata terpendar&lt;br /&gt;bangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di wajahmu,&lt;br /&gt;selaluku menyerah terka indah&lt;br /&gt;tapi hanya di mata wajahku;&lt;br /&gt;aku berserah sendu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;31032009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;satu yang tak terpisah di wajah ada sebuah 'kesombongan'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;bukan hanya wajah yg dpt memandang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-7583330931109905675?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/7583330931109905675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/03/wajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7583330931109905675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7583330931109905675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/03/wajah.html' title='wajah'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sgj3yjFVYXI/AAAAAAAAAaQ/xTctQ08FFlM/s72-c/mata+bejo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1103609938570489934</id><published>2009-02-28T16:22:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:42:12.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>puisi mati</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                   mati rasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;font-size:100%;" id="formatbar_Buttons" &gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mati raga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                            mati ragu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                             mati lugu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                   mati sahid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;            mati langit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                      mati bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                              mati iri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                   mati mimpi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                                                                                                                               mati suri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;seperti mati, aku cari ketiadaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"kosong itu isi, isi itu kosong," kata omong kosong &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;siang bolong malam melompong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kepompong melongong longong dengar anjing melolong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;seperti hidup, aku lupa kaadaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"isi itu ada, ada itu isi," kata pengiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;siang kerontang malam kian remang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kunang kunang melanglang melihat gelap di sisi terang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;seperti hidup atau mati;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;aku hanya sperma berumur. mujur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;melajur di jalur jalur alur mati;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                                                                                   mati maya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                           mati nyata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                            mati akal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                            mati sesal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                 mati kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                                 mata bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                      mati mata &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                                            mati baca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                mati hirup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                        mati dengar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                   mati getar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                                                            mati air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                                                         mati api&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                   mati hati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                        mati birahi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                                                              mati arah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                                                        mati langkah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mati angan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  aku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;    ....mati angin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;font-size:100%;" id="formatbar_Buttons" &gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;17122008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;kenangan saat-saat mati ide&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1103609938570489934?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1103609938570489934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/puisi-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1103609938570489934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1103609938570489934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/puisi-mati.html' title='puisi mati'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2275497146446909098</id><published>2009-02-17T13:20:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:42:00.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>tilawah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak tereja di mataku inci waktu dan detik ruang&lt;br /&gt;sebab matamu memetakan dingin dan sunyi,&lt;br /&gt;menelan pelahan jiwaku, menenggelamkan diam&lt;br /&gt;dan sungguh... aku di dasar matamu.&lt;br /&gt;bersitatap dengan bayangku sendiri&lt;br /&gt;dan ia menyapaku;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"kau siapa, bayangan bunyi tersembunyi atau bayangan sunyi?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kediri17022009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kau siapa, bayangan bunyi tersembunyi atau bayangan sunyi?"&lt;br /&gt;aku sering bingung sendiri, dunia ini sudah penuh pertanyaan tapi kok masih banyak yang menambah tanya? hmm...dunia butuh jawaban dan kepastian bukan keraguan seperti yang bergelayut menyudut tiap benak dan hasrat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2275497146446909098?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2275497146446909098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/tilawah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2275497146446909098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2275497146446909098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/tilawah.html' title='tilawah'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-977969634068915640</id><published>2009-02-12T06:38:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:41:48.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>bayangbayangmatacahya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SZNieofaWHI/AAAAAAAAAN8/_nWrpxnnJBI/s1600-h/AMG0025.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SZNieofaWHI/AAAAAAAAAN8/_nWrpxnnJBI/s400/AMG0025.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301689464749971570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="font-weight: bold;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;o, cahaya&lt;br /&gt;kudekap dekat, kau jauhkan bayang-bayang yang mengikutiku,&lt;br /&gt;tak ada sinarmu, aku gelap. Tak melihat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sehangat mentari pagi, mata ini berkisah;&lt;br /&gt;dalam beningku, berkacalah pada mata mereka yang buta&lt;br /&gt;atau pada lirik mata yang kibarkan remang petang&lt;br /&gt;dan malam kelam &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tataplah bilah mata yang menikam,&lt;br /&gt;tapi dedahkan dendam damaimu!&lt;br /&gt;biarkan mereka yang punya mata tetap tak melihat&lt;br /&gt;dan biarlah mataku menitikkan darah&lt;br /&gt;sebab tak searah jarum jam rembulan mengitari bumi,&lt;br /&gt;sebagi ke tiap hari sepenggal bulan sabit, separo&lt;br /&gt;atau purnama; mata tetap gelap tak melihat, tanpa cahaya!&lt;br /&gt;tapi di sisi mata siang yang menari pada telanjang mata;&lt;br /&gt;bias fatamorgana menyeru aku tak tahu malu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;o, bayangku&lt;br /&gt;mengapa kau mengikuti aku,&lt;br /&gt;jika kau tak ada, apa cahya juga tak ada?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atau sebaliknya....?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kemudian.com/node/225390"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kediri, 15012009&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-977969634068915640?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/977969634068915640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/bayangbayangmatacahya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/977969634068915640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/977969634068915640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/bayangbayangmatacahya.html' title='bayangbayangmatacahya'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SZNieofaWHI/AAAAAAAAAN8/_nWrpxnnJBI/s72-c/AMG0025.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-7653224300079453718</id><published>2009-02-09T22:44:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:41:37.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>kau menunggu apa?</title><content type='html'>&lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kau menunggu apa?&lt;/h2&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Kau menunggu apa?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;desahan lirih itu luruhkan ruang&lt;br /&gt;sedetak jam dinding pecahkan hening&lt;br /&gt;saat-saat lebur sukma berlabirin sepi&lt;br /&gt;di kisah hati menepi&lt;br /&gt;di dengus nafas merayap,&lt;br /&gt;kau dan aku&lt;br /&gt;terperangkap &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kau menunggu apa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kembali di matasudutnya,&lt;br /&gt;seringai senyum terumbar samar...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Kau menunggu apa?" &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lanjutkan!!!...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;_________&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.kemudian.com/node/226401"&gt;Kediri 31012009&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-7653224300079453718?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/7653224300079453718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/kau-menunggu-apa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7653224300079453718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/7653224300079453718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/02/kau-menunggu-apa.html' title='kau menunggu apa?'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2659138293601502809</id><published>2009-01-31T18:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:41:28.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>beserah</title><content type='html'>&lt;div id="content_top"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SU5T23JRLDI/AAAAAAAAACc/Dj5dB1g7o4I/s1600-h/faceoff.jpg" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SU5T23JRLDI/AAAAAAAAACc/Dj5dB1g7o4I/s400/faceoff.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282251614933036082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;tak usah mengejar,&lt;br /&gt;bukan berarti diam&lt;br /&gt;berjalanlah sewajarnya;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;em&gt;Ia akan menyambut&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-------&lt;br /&gt;21122008&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kemudian.com/node/223643"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BESERAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2659138293601502809?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2659138293601502809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/beserah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2659138293601502809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2659138293601502809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/beserah.html' title='beserah'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SU5T23JRLDI/AAAAAAAAACc/Dj5dB1g7o4I/s72-c/faceoff.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-492669981282139844</id><published>2009-01-31T18:38:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:41:17.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Doa</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Ya Allah,...&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;paruh waktu telah berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;merencah segala aral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;menyekal kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;tertambat dan menyangkut di rohku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;jiwa-jiwa terburai,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;rindu kepadaMu, ya Allah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rindu akan maghfirahMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;kala rupuh tubuh tak kuasa atas titah-titahMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rindu dari ridloMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;menuju sejarah langkah waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ya Allah,...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;sesuci rindu tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;menjamah tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;semoga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;selalu aku bersimpuh dan tengadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;padaMu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ya Allah,....&lt;/span&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;-----------&lt;/p&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.kemudian.com/kritse/puisi/alam/ya_allah"&gt;October 24, 2008&lt;/a&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;Lama kurapal do'a ini dan semoga kalian tetap mengamini,&lt;br /&gt;selalu!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-492669981282139844?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/492669981282139844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/492669981282139844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/492669981282139844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/doa.html' title='Doa'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-1757373454159022271</id><published>2009-01-31T18:35:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:50:42.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>apalagi, Tuhan!</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;strong&gt;"Tuhanku tidak jahat, tidak beringas,&lt;br /&gt;dan tidak semena-mena pada umat.&lt;br /&gt;engkau bukan tuhanku&lt;br /&gt;kau tanamkan dendam usaikan damai&lt;br /&gt;kau leburkan perang kirim bencana&lt;br /&gt;kau luluhlantakkan segala kisah,&lt;br /&gt;maumu apa?" &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;apalagi, Tuhan!&lt;br /&gt;kau anggap aku ini apa?&lt;br /&gt;kau punya sombong aku pun punya!&lt;br /&gt;kau mau bisa aku pun juga!&lt;br /&gt;kau punya kehendak tuk murka,&lt;br /&gt;aku bisa apa?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;apalagi, Tuhan!&lt;br /&gt;aku punya aturan&lt;br /&gt;kau tak kenal aturan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;apalagi, Tuhan!&lt;br /&gt;apa salahku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apalagi, tuhan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; apalagi,...?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;malam 05012009&lt;/p&gt;hanya bait pertama untuk palestina?&lt;br /&gt;selanjutnya untuk aku dan Tuhanku,&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.kemudian.com/node/224646"&gt;yang tahu hanya aku dan Tuhanku&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-1757373454159022271?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/1757373454159022271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/apalagi-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1757373454159022271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/1757373454159022271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/apalagi-tuhan.html' title='apalagi, Tuhan!'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-4386293879105337382</id><published>2009-01-28T23:01:00.000+07:00</published><updated>2011-05-27T21:46:24.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ambil kliping'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html"&gt;kliping&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/05/maha-satpam-emha-ainun-nadjib.html" target="_blank"&gt;Maha Satpam&lt;/a&gt; ( Emha Ainun Najib )&lt;br /&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2011/03/gus-jakfar-cerpen-karya-kh-ahmad.html" target="_blank"&gt;Gus Jakfar &lt;/a&gt;(Cerpen karya KH.A. Mustofa Bisri)&lt;br /&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/09/mengembangkan-budaya-santun-d-zawawi.html" target="_blank"&gt;Mengembangkan Budaya Santun&lt;/a&gt; (D Zawawi Imron)&lt;br /&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/04/attribute-to-pramoedya-ananta-toer.html" target="_blank"&gt;Attribute to Pramudya Ananta Toer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2010/02/surat-kebudayaan-nahdlatul-ulama.html" target="_blank"&gt;Surat Kebudayaan Nahdlatul Ulama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[] &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/08/selamat-jalan-si-burung-merak.html" target="_blank"&gt;Selamat Jalan Si Burung Merak&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-4386293879105337382?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4386293879105337382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/4386293879105337382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/sahabat.html' title=''/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8694023527335891213</id><published>2009-01-28T22:49:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:50:58.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>mencari</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;orang baik merasa benar&lt;br /&gt;orang benar merasa baik&lt;br /&gt;0rang jahat merasa buruk&lt;br /&gt;orang buruk merasa&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerterkaitan kata dan tanda mengikat sudut pikir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjeda atau mendedah di kenyataan semakin di iri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semakin tidak tahu diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kepentingan nyata menyudut kata dan tanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mencari atau mencuri di kehidupan semakin dicari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semakin tercuri tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi, ketika tak cari,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apa arti kehidupan ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;orang pintar merasa bodoh&lt;br /&gt;orang bodoh merasa pintar&lt;br /&gt;orang kaya merasa kurang&lt;br /&gt;orang kurang merasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;____&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kediri 23012009&lt;/p&gt;sibuk &lt;a href="http://www.kemudian.com/node/225875"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;mencari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sampai lupa apa yang dicari?&lt;br /&gt;aku merasa keterasingan lebih bersahabat&lt;br /&gt;daripada ketidakbersahajaan mencari,&lt;br /&gt;menurutku; aku bingung mencari apa di hidup ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8694023527335891213?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/8694023527335891213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8694023527335891213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8694023527335891213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/mencari.html' title='mencari'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2238831947873137402</id><published>2009-01-13T08:37:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:51:04.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>kepribadian ganda</title><content type='html'>Engkau begitu dekat,&lt;br /&gt;melekat.&lt;br /&gt;Hingga tak terlihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesendirianku terperangkap keterasingan,&lt;br /&gt;entah keceriaan pagi hilang di rembang kegerahan siang&lt;br /&gt;atau jingga di kelelahan senja dan terujung keterlelapan malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap waktu selalu begitu,&lt;br /&gt;berlalu....&lt;br /&gt;kebersamaanmu hambar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterasinganku di kesendirian, entah?&lt;br /&gt;kesempitan dan kelapangan dera berulang&lt;br /&gt;kerancauan di ketidakbedayaan ketergantungan&lt;br /&gt;yang pudar dan berubah selubungi kebersebaban dan keberakibatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;13012009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2238831947873137402?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2238831947873137402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/kepribadian-ganda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2238831947873137402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2238831947873137402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/kepribadian-ganda.html' title='kepribadian ganda'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-9038598631695783165</id><published>2009-01-10T12:01:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:51:12.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>perumpamaan (per)empu(an)</title><content type='html'>tuk per)empu(an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah malaikat dan setan baluti keindahanmu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selayaknya tubuhmu pulau,&lt;br /&gt;peta-peta teluk berlekuk&lt;br /&gt;undangkah pejelajah jamah pesisir&lt;br /&gt;atau desir angin pantai menenggelamkan jejak-jejak&lt;br /&gt;di putih reribuan pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selayaknya jiwamu pegunungan hijau&lt;br /&gt;segar mata airmu hapus dahaga pendaki,&lt;br /&gt;sang perambah hutan, gunung dan lembahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selayakkah ruhmu nuasakan langit&lt;br /&gt;kesederhanaan senantiasa meneduh biru&lt;br /&gt;walau kadang kemesraan mendung&lt;br /&gt;merundung hujan nan besautan guruh&lt;br /&gt;dan kilat petir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selayaklah kau di cipta dari rusuk kiri&lt;br /&gt;hingga anjing-anjing teteskan liur,&lt;br /&gt;julur-julurkan lidah;&lt;br /&gt;ingin menguyahmu lunyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o, perempuan&lt;br /&gt;utuh(mu) hadirkan neraka&lt;br /&gt;dan jejak surga&lt;br /&gt;terinjak telapakmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o, kisah mimpi Hawa&lt;br /&gt;terkenanglah sebentuk penyaksian&lt;br /&gt;gapai kesucianya; "rawatlah rapi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau menjaga keteraturan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;10012009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk semua perempuan-perempuan&lt;br /&gt;aku lebih menghormatimu&lt;br /&gt;engkau= empu(nya) (per)(an) kutitipkan!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-9038598631695783165?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/9038598631695783165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/perumpamaan-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9038598631695783165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/9038598631695783165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/perumpamaan-perempuan.html' title='perumpamaan (per)empu(an)'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-779902819517906613</id><published>2009-01-06T12:33:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T08:58:04.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paragraf'/><title type='text'>][ di atas langitlangit kata, di bawah kata langit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Lawan Sombong dengan Khusnudlan (&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tentu pernah berbincang dengan seorang yang berkata lebih? Maksudnya bukan banyak ngomong, tapi yang sering tidak mau dikalahkan tatkala orang lain berbincang dengannya. Atau dengan seorang yang menghargai secara berlebih keunggulan dirinya, famili, shohib-karibnya, atau lainnya tanpa ia akan terlihat lebih rendah. Ia berbicara seakan begitu meyakinkan, lagaknya berapi-api dan mantap dalam mengekspresikan apa yang dituturkannya. Tapi di saat itu, Anda –kalau mau jujur- kadang malah berpikir dua kali; apa benar yang dikatakannya? Jangan-jangan ia hanya menyombongkan diri? Atau memang benar yang diucapkannya? Ia ucapkan itu, karena sangat percaya diri hingga ia meyakinkan setiap orang yang diajaknya ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang memang sulit memilah orang yang kita ajak bincang itu ternyata sombong atau tidak? Percaya diri atau bukan? Tapi, tentunya Anda tidak akan memvonis langsung bahwa orang itu sombong, bukan? &lt;span class="fullpost"&gt;Meski sombong sendiri jika didefinisikan adalah menghargai diri secara berlebih dan hanya dapat dilihatkan dengan kata-kata ’lebih’nya itu. Ya, sombong hanya terlihat dari kata-kata bukan dari tingkah ahwaliyyah orangnya. Bila dari ahwal tingkahnya, orang itu dikatakan suka pamer bukannya orang sombong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan mengenai percaya diri, sebetulnya sama dengan sombong jika dicirikan? Tapi, dia itu sebenarnya sombong atau percaya diri hanya hatinyalah sendiri yang tahu. Tak ada orang yang tahu apa yang ada dalam batin orang lain. Untuk itu, bila Anda menghadapi orang yang semacam ini, jangan sekali-kali berprasangka buruk (su’udzan). Sebab, semua yang kita prasangkai buruk akan berimbas kembali pada diri kita sendiri. Prasangka buruk atau negative thinking atau su’udzan akan menjadikan hati Anda kian gelap dan kotor. Bila itu tetap anda lakukan, sikap Anda berarti lebih jelek dan hina daripada si sombong. Lalu, bagaimana? Mungkin Anda merasa sumpek, dan membatin ”Orang kok kaya gini?” Sumpek boleh tapi membatinnya itu sudah sama dengan su’udhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cobalah dengarkan saja dia berbicara lebih tapi alihkan perasaan Anda, ’’Mungkin dia percaya diri,” begitu saja. Atau kalau memang perasaan kita ingin tambah fresh, tetaplah positif thinking atau berprasangka baik (husnudzan), dengan cara apa yang diucapnya itu, yang ia ’lebih-lebihkan’ itu (baik yang Anda suka atau tidak), sangkalah ia seperti yang dicontohkan al Quran surat adh Dhuhaa ayat 11, ”Dan dari nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. Maksudnya sangkalah ia sedang membicarakan nikmat Tuhan yang diberikan padanya. Dengan selalu kita berprasangka baik (husnudzan), semoga kita mendapat pahala baik, sebagaimana yang kita sangka baik itu. Amin, amin, amin ya rabal’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(* &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://lirboyo.com/index.php?req=detil_artikel&amp;amp;id=18"&gt;klik juga di sini...&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-779902819517906613?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/779902819517906613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/di-atas-langitlangit-kata-di-bawah-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/779902819517906613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/779902819517906613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/01/di-atas-langitlangit-kata-di-bawah-kata.html' title='][ di atas langitlangit kata, di bawah kata langit'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-8849518245207415712</id><published>2008-12-25T16:59:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T21:24:24.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingsun'/><title type='text'>»» ingsun</title><content type='html'>&lt;a href="http://id-id.facebook.com/halumajaro" style="color: #3b5998; font-family: &amp;quot;lucida grande&amp;quot;,tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none;" target="_TOP" title="Bejo Halumajaro"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id-id.facebook.com/halumajaro" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_TOP" title="Bejo Halumajaro"&gt;&lt;img alt="Bejo Halumajaro" height="400" src="http://badge.facebook.com/badge/1140447856.515.1201095095.png" style="border: 0px none;" width="235" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://halumajaro.blogspot.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;___________________ i n g s u n&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: #990000; font-family: georgia; font-size: 130%;"&gt;Lahir di lereng Sindoro-Sumbing, di lembah yang jadi ujung rel kereta api, sebuah kota kecil; '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kota kandang sepur&lt;/span&gt;' tempat pemberhentian akhir dan kereta api istirahat. Seperti Kereta Api, ia dan jalan takdir membuatnya punya banyak tempat singgah. Dari Parakan, Jogja, hingga Kediri sudah lekat di hatinya dan entah akan ke mana lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000; font-family: georgia; font-size: 130%;"&gt;Dan menurutnya, gerak kehidupan adalah perjalanan. Tak ada tempat berhenti, karena ufuk selalu menjauh setakar dengan usaha mendekat. &lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/"&gt;bejo halumajaro&lt;/a&gt; ingin meniru para salik...mereka yang tugas hidupnya diperjalankan sebagai hamba yang merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: maroon; font-weight: bold;"&gt;email: bejohalumajaro@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="background-color: yellow; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512"&gt;profil blogger:&lt;/a&gt; http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?bejohalumajaro" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://opi.yahoo.com/online?u=amn_tea&amp;amp;m=g&amp;amp;t=2" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/2009/05/dhayoh.html"&gt;Terima Kasih atas kenan singgah kehadiran Anda...&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://bejohalumajaro.blogspot.com/" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368147981181670338" src="http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sn9-JbAQU8I/AAAAAAAAAsU/8g3WsMDv5ek/s400/orang-wis.jpg" style="float: left; height: 116px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-8849518245207415712?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8849518245207415712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/8849518245207415712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/12/membakar-langit.html' title='»» ingsun'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/Sn9-JbAQU8I/AAAAAAAAAsU/8g3WsMDv5ek/s72-c/orang-wis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-2092247368703800594</id><published>2008-12-23T20:48:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:58:01.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>seperti puisi dan kata</title><content type='html'>Seperti berputarnya bumi&lt;br /&gt;Seperti mengitarinya ke matahari&lt;br /&gt;Kata-kata kini terjelma menggubah berhala kisah hati&lt;br /&gt;Bahagia sendiri telusuri lorong-lorong kosong&lt;br /&gt;Di abjad-abjad abadi&lt;br /&gt;Terkail&lt;br /&gt;Berkelindan tumpu susun kebosanan&lt;br /&gt;Atau terjebak dikebonsaian arti-arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ini-itukah kata-kata bermimpi&lt;br /&gt;Seperti kepergian burung di pagi hari&lt;br /&gt;Seperti berpulangnya ke sarang kala petang&lt;br /&gt;Tak ada keabadian tanpa kepergian dan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ini-itukah mimipi-mimpi berujung&lt;br /&gt;Seperti langit curahkan hujan&lt;br /&gt;Seperti malam terhiasi rembulan&lt;br /&gt;Tiada sungkan mendung terkerudung&lt;br /&gt;Kadang teteskan mimpi&lt;br /&gt;Kadang enyahkan bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ini-itukah?&lt;br /&gt;Seperti kabut dan dingin&lt;br /&gt;Seperti panas dan gerah keringat&lt;br /&gt;Atau senyawa janji di uluhati matisuri&lt;br /&gt;Terbunuh mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti benar dan salah&lt;br /&gt;Seperti dekat dan jauh&lt;br /&gt;Seperti puisi dan kata&lt;br /&gt;Seperti mimpi dan nyata&lt;br /&gt;Semua sepalsu manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;pernah terbit dengan judul lain;&lt;br /&gt;"aku menjadi kerdil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya sebuah gambaran tentang dua hal berjodoh&lt;br /&gt;dan itulah dunia dengan pertanyaan mendasarnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa asap selalu meninggi ke angkasa?&lt;br /&gt;mengapa air jatuh mengalir ke samudra?&lt;br /&gt;mengapa ikan berenang dan mengapa burung terbang?&lt;br /&gt;kau tentunya tau....&lt;br /&gt;semuanya dua berjodoh kecuali satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, satu&lt;br /&gt;itu yang tahu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406115368398074722-2092247368703800594?l=bejohalumajaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/feeds/2092247368703800594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/12/seperti-puisi-dan-kata.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2092247368703800594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406115368398074722/posts/default/2092247368703800594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bejohalumajaro.blogspot.com/2008/12/seperti-puisi-dan-kata.html' title='seperti puisi dan kata'/><author><name>bejo halumajaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781335072214606512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/S_4WXTjcjrI/AAAAAAAABAQ/fKvHQrcVDig/S220/bejo.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406115368398074722.post-4569674485498580211</id><published>2008-12-19T00:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T22:58:16.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>Rinduku di Jabal Rahma</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SUqHe-AW0MI/AAAAAAAAAB0/1xOKW7QSUa0/s1600-h/jabal+rahma.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281182479155646658" src="http://2.bp.blogspot.com/__HUBJVeGWqo/SUqHe-AW0MI/AAAAAAAAAB0/1xOKW7QSUa0/s400/jabal+rahma.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 113px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 150px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terik di Arafah&lt;br /&gt;ramah menyapa keringat-keringat doa&lt;br /&gt;bayang-bayang terinjak rindu&lt;br /&gt;gegemuruh debu di awang berbaur&lt;br /&gt;cercah cahya jiwa-jiwa terpanggil&lt;br /&gt;menyemut reribuan suci putih&lt;br /&gt;tenggelam di mayapada syahdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt
