Sekian,.. dari kisahmu yang terbengkalai di mimpi kami

 [ poesie ]

Sekian,.. begitu ucap kau di akhir sebuah kisah yang terujung tanya dan hanya menyisa resah. Engkau tak pernah merasa kecewa, dan bersalah atau kami yang menyimak tersibak dan tersibukkan makna yang dipaksakan hitam. Gelap menyelubung dan dentingan huruf berplantingan di benak, terusung oleh letik jemari yang menari di coretan putih (itu hanya menurutmu, bukan?) Namun, di sini kami menyaksi rasa yang beda, warna yang nggak sama lagi dan cipta yang hambar pada kesekian yang terucap, tercecap lalu lenyap begitu saja. Dan kau berucap, "Antara kebisingan dan kesunyian terletak di kesendirian. Ketika burung-burung malam beterbangan dan gelap bukan lagi lawan sebab yang hinggap dan ada dalam pengap, hanya imaji yang terhenti" (dan Bukan pada waktunya, bukan?) O,.. apa yang kau tangkap dari kisahmu yang terbengkalai di mimpi kami, dari kata-kata yang berjubal terjejal di ketidakpahamanan kami, begitu pula sudut pandang telah lama tersudut di picing mata dan sepertinya gemerincing koin-koin berjatuhan tergelegar ledakkan hati. Maka bukan lagi kami yang tidak percaya dan bukan pula kata-kata yang terjerat makna. Mereka yang mimpinya telah dicuri, mungkin akan lebih banyak bersaksi dan kami hanya sanksi...

2010



gambar dari
Share:

0 comments:

Post a Comment